Cepat Menyebar, Omicron Disebut Tidak Lebih Ganas dari Varian Delta
Jum'at, 24 Desember 2021 - 12:01 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut, analisis dari Imperial College London pun menjelaskan bahwa risiko rawat inap akibat paparan Omicron sangat kecil. Kasus di Inggris, misalnya, orang yang terpapar Omicron 20% lebih kecil kemungkinannya masuk rumah sakit dibandingkan varian Delta.
Analisis tersebut mencakup semua kasus Covid-19 yang dikonfirmasi tes PCR di Inggris sejak awal Desember, yang mana negara tersebut mengidentifikasi 56.000 kasus Omicron dan 269.000 kasus Delta.
Studi terpisah yang dilakukan di Skotlandia oleh peneliti University of Edinburgh dan ahli lainnya mengatakan bahwa risiko rawat inap akibat Omicron 2/3 lebih rendah dibandingkan Delta.
"Tapi, penelitian di Skotlandia ini menunjukkan bahwa hampir 24.000 kasus Omicron didominasi orang dewasa muda berusia 20-39 tahun," ungkap laporan tersebut.
Karena angka kasus tersebut, menjadi alasan juga mengapa Omicron lebih rendah risikonya dibandingkan Delta untuk dirawat di rumah sakit. Pasalnya, orang yang berusia muda memang jauh lebih kecil kemungkinannya alami gejala parah akibat virus corona.
Hal ini yang menjadi perhatian utama Matthew Binnicker, direktur virologi klinis di Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, bahwa karena kasus di Skotlandia banyaknya anak muda yang memang tidak begitu berisiko alami gejala parah akibat Covid-19, temuan peneliti bisa menjadi bias.
Analisis tersebut mencakup semua kasus Covid-19 yang dikonfirmasi tes PCR di Inggris sejak awal Desember, yang mana negara tersebut mengidentifikasi 56.000 kasus Omicron dan 269.000 kasus Delta.
Studi terpisah yang dilakukan di Skotlandia oleh peneliti University of Edinburgh dan ahli lainnya mengatakan bahwa risiko rawat inap akibat Omicron 2/3 lebih rendah dibandingkan Delta.
"Tapi, penelitian di Skotlandia ini menunjukkan bahwa hampir 24.000 kasus Omicron didominasi orang dewasa muda berusia 20-39 tahun," ungkap laporan tersebut.
Karena angka kasus tersebut, menjadi alasan juga mengapa Omicron lebih rendah risikonya dibandingkan Delta untuk dirawat di rumah sakit. Pasalnya, orang yang berusia muda memang jauh lebih kecil kemungkinannya alami gejala parah akibat virus corona.
Hal ini yang menjadi perhatian utama Matthew Binnicker, direktur virologi klinis di Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, bahwa karena kasus di Skotlandia banyaknya anak muda yang memang tidak begitu berisiko alami gejala parah akibat Covid-19, temuan peneliti bisa menjadi bias.
Lihat Juga :