Peneliti China Peringatkan Kemunculan Virus Baru NeoCov, Apa Itu?
Minggu, 30 Januari 2022 - 16:49 WIB
loading...
Peneliti China baru-baru ini menemukan virus jenis baru bernama NeoCov yang menyebar di antara kelelawar di Afrika Selatan. Foto Ilustrasi/Commons via ThePrint
A
A
A
JAKARTA - Peneliti China baru-baru ini menemukan virus baru bernama NeoCov yang menyebar di antara kelelawar di Afrika Selatan . Dalam studi mereka, para ilmuwan memperingatkan bahwa virus ini kemungkinan dapat menimbulkan ancaman terhadap manusia di masa mendatang.
Melansir laman NDTV, Minggu (30/1/2022), virus NeoCov masih terkait dengan sindrom pernapasan Timur Tengah atau Middle East Respiratory Syndrome (MERS). Dalam penelitian itu disebutkan pula bahwa virus tersebut kemungkinan bisa membawa tingkat kematian yang tinggi seperti MERS-CoV, di mana rata-rata satu dari tiga orang yang terinfeksi meninggal dunia.
Baca Juga: Yezo Virus Baru Berasal dari Gigitan Kutu Ditemukan di Jepang, Bisa Menular ke Manusia
Tak sampai di situ, dalam penelitian iti juga disebutkan bahwa kemungkinan tingkat penularannya tinggi seperti virus Covid-19 yang masih ada sampai saat ini. Pasalnya, NeoCov dapat menembus sel manusia dengan cara yang sama seperti SARS-CoV-2 atau virus penyebab Covid-19.
“Dalam bentuknya saat ini, NeoCov tidak menginfeksi manusia tetapi mutasi lebih lanjut dapat membuatnya berpotensi berbahaya,” tulis para ilmuwan.
Baca Juga: Virus Baru Ditemukan di China, 94,5 Persen Identik dengan COVID-19
Lebih lanjut penelitian ini juga menyebutkan bahwa infeksi NeoCov tidak dapat dinetralisir oleh antibodi yang menargetkan virus Covid-19.
Melansir laman NDTV, Minggu (30/1/2022), virus NeoCov masih terkait dengan sindrom pernapasan Timur Tengah atau Middle East Respiratory Syndrome (MERS). Dalam penelitian itu disebutkan pula bahwa virus tersebut kemungkinan bisa membawa tingkat kematian yang tinggi seperti MERS-CoV, di mana rata-rata satu dari tiga orang yang terinfeksi meninggal dunia.
Baca Juga: Yezo Virus Baru Berasal dari Gigitan Kutu Ditemukan di Jepang, Bisa Menular ke Manusia
Tak sampai di situ, dalam penelitian iti juga disebutkan bahwa kemungkinan tingkat penularannya tinggi seperti virus Covid-19 yang masih ada sampai saat ini. Pasalnya, NeoCov dapat menembus sel manusia dengan cara yang sama seperti SARS-CoV-2 atau virus penyebab Covid-19.
“Dalam bentuknya saat ini, NeoCov tidak menginfeksi manusia tetapi mutasi lebih lanjut dapat membuatnya berpotensi berbahaya,” tulis para ilmuwan.
Baca Juga: Virus Baru Ditemukan di China, 94,5 Persen Identik dengan COVID-19
Lebih lanjut penelitian ini juga menyebutkan bahwa infeksi NeoCov tidak dapat dinetralisir oleh antibodi yang menargetkan virus Covid-19.
Lihat Juga :