Kasus Covid-19 di Indonesia Turun Drastis, Kemenkes Minta RS Tetap Prioritaskan Pasien Gejala Sedang
Senin, 21 Februari 2022 - 09:00 WIB
loading...
uru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi meminta RS tetap memprioritaskan pasien bergejala sedang dan komorbid di tengah penurunan drastis kasus konfirmasi Covid-19. Foto/Dok.Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Kasus konfirmasi Covid-19 di Indonesia memperlihatkan tren penurunan yang cukup signifikan. Data 20 Februari 2022 menunjukkan angka konfirmasi Covid-19 sebanyak 48.484 kasus, jauh berbeda dengan 19 Februari yaitu 59.384.
"Kasus konfirmasi harian berkurang drastis hingga 10.900 kasus dari hari sebelumnya," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi, dalam laman resmi Kementerian Kesehatan, Senin (21/2/2022).
Ia melanjutkan, kasus aktif pun sedikit melambat dengan penambahan di angka 15.448 per hari. Penambahan angka BOR pun secara nasional, kata Siti Nadia, masih terkendali, naik hanya 1% dibanding hari sebelumnya.
"Kami akan terus memprioritaskan pelayanan kesehatan rumah sakit (RS) hanya untuk pasien Covid-19 bergejala sedang hingga kritis dan yang memiliki komorbid," kata Siti Nadia.
Baca Juga: Kasus Omicron di Indonesia Terus Melonjak, Kemenkes Pastikan Keterisian RS Masih Terjaga
">"Kasus konfirmasi harian berkurang drastis hingga 10.900 kasus dari hari sebelumnya," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi, dalam laman resmi Kementerian Kesehatan, Senin (21/2/2022).
Ia melanjutkan, kasus aktif pun sedikit melambat dengan penambahan di angka 15.448 per hari. Penambahan angka BOR pun secara nasional, kata Siti Nadia, masih terkendali, naik hanya 1% dibanding hari sebelumnya.
"Kami akan terus memprioritaskan pelayanan kesehatan rumah sakit (RS) hanya untuk pasien Covid-19 bergejala sedang hingga kritis dan yang memiliki komorbid," kata Siti Nadia.
Baca Juga: Kasus Omicron di Indonesia Terus Melonjak, Kemenkes Pastikan Keterisian RS Masih Terjaga
Menurutnya, itu dilakukan untuk menahan tekanan pada RS sampai melewati puncak gelombang Omicron selesai nantinya.