Sering Cium Bau Busuk, Waspada Bisa Jadi Gejala Omicron
Selasa, 08 Maret 2022 - 22:09 WIB
loading...
A
A
A
Biasanya bau dan rasa menghilang secara tiba-tiba dan kemudian menjadi terdistorsi dan orang mengalami parosmia dan phantosmia selama pemulihan. Parosmia adalah istilah medis untuk mengalami distorsi indra penciuman.
Seseorang dengan parosmia dapat mendeteksi bau, tetapi bau hal-hal tertentu yang berbeda dan seringkali tidak menyenangkan. Bau yang tidak menyenangkan ini sering digambarkan seperti bahan kimia, pembakaran, kotoran, daging busuk atau jamur.
Parosmia dapat berkisar dari ringan hingga parah dan bisa menjadi pengalaman yang sangat menyedihkan bagi penderita. Sementara itu, phantosmia merupakan halusinasi penciuman di mana bau normal muncul tanpa adanya bau.
Misalnya, Anda bisa mencium bau bawang putih saat tidak ada bawang putih. Pada kebanyakan orang, pemulihan relatif cepat yang menunjukkan bahwa virus tidak selalu membunuh neuron penciuman.
Baca Juga: Kemenkes Optimistis Lebaran Tahun Ini Aman dari Ancaman Omicron BA.2
Selain itu, penelitian awal menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen orang yang memiliki masalah dengan bau, berhasil pulih sepenuhnya. Sama seperti kehilangan bau pasca infeksi lainnya, sel-sel pendukung ini dapat beregenerasi dan epitel penciuman dapat pulih.
Seseorang dengan parosmia dapat mendeteksi bau, tetapi bau hal-hal tertentu yang berbeda dan seringkali tidak menyenangkan. Bau yang tidak menyenangkan ini sering digambarkan seperti bahan kimia, pembakaran, kotoran, daging busuk atau jamur.
Parosmia dapat berkisar dari ringan hingga parah dan bisa menjadi pengalaman yang sangat menyedihkan bagi penderita. Sementara itu, phantosmia merupakan halusinasi penciuman di mana bau normal muncul tanpa adanya bau.
Misalnya, Anda bisa mencium bau bawang putih saat tidak ada bawang putih. Pada kebanyakan orang, pemulihan relatif cepat yang menunjukkan bahwa virus tidak selalu membunuh neuron penciuman.
Baca Juga: Kemenkes Optimistis Lebaran Tahun Ini Aman dari Ancaman Omicron BA.2
Selain itu, penelitian awal menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen orang yang memiliki masalah dengan bau, berhasil pulih sepenuhnya. Sama seperti kehilangan bau pasca infeksi lainnya, sel-sel pendukung ini dapat beregenerasi dan epitel penciuman dapat pulih.
(dra)
Lihat Juga :