Kopi Produksi Petani Milenial Papua Jadi Primadona Festival Dunia di Boston
Senin, 11 April 2022 - 15:50 WIB
loading...
Tiga merek kopi Papua yang diproduksi oleh anak-anak asli Bumi Cendrawasih menghiasi etalase depan Pameran Kopi Dunia di Boston, Amerika Serikat, pada 8-10 April 2022. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Tiga merek kopi Papua yang diproduksi oleh anak-anak asli Bumi Cendrawasih menghiasi etalase depan Pameran Kopi Dunia di Boston, Amerika Serikat, pada 8-10 April 2022. Bahkan ketiga merek kopi tersebut menjadi primadona di stand kopi milik Kementerian Pertanian RI itu.
Kopi-kopi tersebut adalah Wilchoff Kopi dari perkebunan kopi arabika di Pegunungan Arfak, Papua Barat dan Dogiay, Provinsi Papua, milik Willy Sombuk dan rekan-rekannya, in’papua Coffee and Roastery yang memproduksi Arabika dataran tinggi dari Pegunungan Tengah Papua di Provinsi Papua milik Litha Numberi dan rekan-rekannya; dan Kitong Kopi yang merupakan kopi Robusta dari dataran rendah Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, milik Bintang Rivani dan rekan-rekan.
Baca Juga: Jaga Keberlanjutan Kopi Indonesia, 36 Petani Kopi Bersaing di Kompetisi Internasional
“Ketiga kopi ini menjadi produk yang paling sering dikunjungi oleh para pengunjung mancanegara. Semua orang penasaran, kenapa rasa kopi yang seperti milik dataran tinggi Afrika ini bisa terletak di Asia,” kata Rachmad Poetranto, perwakilan dari Atase Pertanian, Kedutaan Besar Republik Indonesia Washington DC, yang menjadi penanggung jawab utama dari stand Kementerian Pertanian tersebut.
Para petani dan pelaku usaha kopi ini merupakan binaan Komunitas Papua Muda Inspiratif berdasarkan Instruksi Presiden Joko Widodo dalam rangka Percepatan Pembangunan di Papua dan Papua Barat. Presiden kemudian memerintahkan Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar untuk bersama-sama dengan komunitas ini meluncurkan program Petani Milenial dalam kolaborasi dengan Kementerian Pertanian RI.
Program Petani Milenial ini disupervisi langsung oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama para dirjen di bawahnya, demi mendukung arahan Presiden Joko Widodo. Saat ini, telah terdaftar hampir 2,000 anggota Petani Milenial Papua dan Papua Barat yang tengah dibina oleh Kementerian Pertanian melalui program tersebut.
Baca Juga: Ketika Sosialita Australia Jatuh Hati kepada Kopi Indonesia
Kopi-kopi tersebut adalah Wilchoff Kopi dari perkebunan kopi arabika di Pegunungan Arfak, Papua Barat dan Dogiay, Provinsi Papua, milik Willy Sombuk dan rekan-rekannya, in’papua Coffee and Roastery yang memproduksi Arabika dataran tinggi dari Pegunungan Tengah Papua di Provinsi Papua milik Litha Numberi dan rekan-rekannya; dan Kitong Kopi yang merupakan kopi Robusta dari dataran rendah Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, milik Bintang Rivani dan rekan-rekan.
Baca Juga: Jaga Keberlanjutan Kopi Indonesia, 36 Petani Kopi Bersaing di Kompetisi Internasional
“Ketiga kopi ini menjadi produk yang paling sering dikunjungi oleh para pengunjung mancanegara. Semua orang penasaran, kenapa rasa kopi yang seperti milik dataran tinggi Afrika ini bisa terletak di Asia,” kata Rachmad Poetranto, perwakilan dari Atase Pertanian, Kedutaan Besar Republik Indonesia Washington DC, yang menjadi penanggung jawab utama dari stand Kementerian Pertanian tersebut.
Para petani dan pelaku usaha kopi ini merupakan binaan Komunitas Papua Muda Inspiratif berdasarkan Instruksi Presiden Joko Widodo dalam rangka Percepatan Pembangunan di Papua dan Papua Barat. Presiden kemudian memerintahkan Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar untuk bersama-sama dengan komunitas ini meluncurkan program Petani Milenial dalam kolaborasi dengan Kementerian Pertanian RI.
Program Petani Milenial ini disupervisi langsung oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama para dirjen di bawahnya, demi mendukung arahan Presiden Joko Widodo. Saat ini, telah terdaftar hampir 2,000 anggota Petani Milenial Papua dan Papua Barat yang tengah dibina oleh Kementerian Pertanian melalui program tersebut.
Baca Juga: Ketika Sosialita Australia Jatuh Hati kepada Kopi Indonesia
Lihat Juga :