Ini Alasan Negara-Negara Miskin Tolak Vaksin Covid-19 AstraZeneca
Jum'at, 15 April 2022 - 14:28 WIB
loading...
A
A
A
Negara-negara yang enggan menerima hampir 35 juta dosis AstraZeneca, lebih memilih untuk menggantinya dengan vaksin yang produksi Johnson & Johnson (JNJ.N), Pfizer (PFE.N) dan Moderna (MRNA.O).
Permintaan untuk vaksin J&J dan Pfizer jauh lebih tinggi, masing-masing sebesar 70 juta dan 40 juta. Namun Suriah dan Sudan tetap memilih untuk menerima jumlah tertinggi vaksin AstraZeneca untuk periode April-September, masing-masing hampir 3 juta dan sekitar 2 juta dosis.
Sedangkan Nigeria, negara terpadat di Afrika, tidak akan menerima dosis AstraZeneca dari COVAX dalam beberapa bulan mendatang dan sebagai gantinya telah memilih sekitar 4 juta vaksin J&J.
Baca juga: 3 Negara Penghasil Durian Terbesar di Dunia, Nomor 2 Juaranya
Untuk diketahui, Vaxzevria AstraZeneca memiliki masa simpan terpendek di antara pemasok COVAX. Hal itu mengurangi minat negara-negara kurang berkembang yang menghadapi masalah logistik untuk memberikan suntikan dan keraguan yang tinggi terhadap vaksin.
Permintaan untuk vaksin J&J dan Pfizer jauh lebih tinggi, masing-masing sebesar 70 juta dan 40 juta. Namun Suriah dan Sudan tetap memilih untuk menerima jumlah tertinggi vaksin AstraZeneca untuk periode April-September, masing-masing hampir 3 juta dan sekitar 2 juta dosis.
Sedangkan Nigeria, negara terpadat di Afrika, tidak akan menerima dosis AstraZeneca dari COVAX dalam beberapa bulan mendatang dan sebagai gantinya telah memilih sekitar 4 juta vaksin J&J.
Baca juga: 3 Negara Penghasil Durian Terbesar di Dunia, Nomor 2 Juaranya
Untuk diketahui, Vaxzevria AstraZeneca memiliki masa simpan terpendek di antara pemasok COVAX. Hal itu mengurangi minat negara-negara kurang berkembang yang menghadapi masalah logistik untuk memberikan suntikan dan keraguan yang tinggi terhadap vaksin.
(nug)
Lihat Juga :