Ini 9 Penyebab Luka di Hidung, Salah Satunya Terlalu Sering Mengupil
Rabu, 27 April 2022 - 15:22 WIB
loading...
A
A
A
7. Narkoba
Sebagaimana dilansir Verywell Mind, hidung memiliki selaput yang sangat halus dan mudah rusak. Menghirup narkoba melalui hidung bisa membuat selaput tersebut rusak dan memicu luka hingga koreng.
Bagi para pecandu beberapa jenis narkoba, seperti metamfetamin, kokain, dan heroin, bagian dalam hidung mereka bahkan bisa sobek. Hal tersebut juga bisa menyebabkan komplikasi lebih serius dari koreng, seperti nekrosis (kematian jaringan) dan lubang di hidung.
8. Berlebihan Menggunakan Semprotan Hidung
Beberapa semprotan hidung mengandung obat yang disebut oxymetazoline. Kandungan tersebut dirancang untuk mengecilkan pembuluh darah di hidung dan membantu mengurangi rasa sesak.
Meski membantu mengatasi masalah ataupun ketidaknyamanan pada saluran hidung, penggunaannya tidak boleh berlebihan. Menggunakan semprotan hidung terlalu sering dan lama akan menyebabkan kulit hidung kering, iritasi, hingga berisiko luka dan koreng.
9. Lingkungan yang Terlalu Kering
Perubahan musim bisa membuat lingkungan menjadi kering. Kondisi ini akan membuat kulit, termasuk di area hidung menjadi lebih kering dan pecah-pecah. Kulit bagian dalam hidung pun akan ikut kering dan menyebabkan pendarahan kecil yang berubah menjadi koreng.
Lingkungan yang kering juga bisa disebabkan oleh penggunaan pendingin ruangan dengan suhu yang terlalu rendah. Jika Anda berada di ruangan ber-AC atau bersuhu rendah terus-menerus, tingkatkan kelembapan kulit di area hidung dengan krim pelembap atau petroleum jelly.
Itulah penyebab beberapa penyebab luka dan koreng di hidung. Jika luka disertai nyeri dan tidak kunjung sembuh setelah satu minggu diobati, segera periksakan diri ke dokter.
Baca juga: Mengeluarkan Air Mata saat Menguap? Kenali 4 Penyebabnya
Jika Anda memiliki pertanyaan terkait kesehatan telinga, hidung, dan tenggorokan, konsultasikan ke dokter melalui aplikasi KlikDokter.
Sebagaimana dilansir Verywell Mind, hidung memiliki selaput yang sangat halus dan mudah rusak. Menghirup narkoba melalui hidung bisa membuat selaput tersebut rusak dan memicu luka hingga koreng.
Bagi para pecandu beberapa jenis narkoba, seperti metamfetamin, kokain, dan heroin, bagian dalam hidung mereka bahkan bisa sobek. Hal tersebut juga bisa menyebabkan komplikasi lebih serius dari koreng, seperti nekrosis (kematian jaringan) dan lubang di hidung.
8. Berlebihan Menggunakan Semprotan Hidung
Beberapa semprotan hidung mengandung obat yang disebut oxymetazoline. Kandungan tersebut dirancang untuk mengecilkan pembuluh darah di hidung dan membantu mengurangi rasa sesak.
Meski membantu mengatasi masalah ataupun ketidaknyamanan pada saluran hidung, penggunaannya tidak boleh berlebihan. Menggunakan semprotan hidung terlalu sering dan lama akan menyebabkan kulit hidung kering, iritasi, hingga berisiko luka dan koreng.
9. Lingkungan yang Terlalu Kering
Perubahan musim bisa membuat lingkungan menjadi kering. Kondisi ini akan membuat kulit, termasuk di area hidung menjadi lebih kering dan pecah-pecah. Kulit bagian dalam hidung pun akan ikut kering dan menyebabkan pendarahan kecil yang berubah menjadi koreng.
Lingkungan yang kering juga bisa disebabkan oleh penggunaan pendingin ruangan dengan suhu yang terlalu rendah. Jika Anda berada di ruangan ber-AC atau bersuhu rendah terus-menerus, tingkatkan kelembapan kulit di area hidung dengan krim pelembap atau petroleum jelly.
Itulah penyebab beberapa penyebab luka dan koreng di hidung. Jika luka disertai nyeri dan tidak kunjung sembuh setelah satu minggu diobati, segera periksakan diri ke dokter.
Baca juga: Mengeluarkan Air Mata saat Menguap? Kenali 4 Penyebabnya
Jika Anda memiliki pertanyaan terkait kesehatan telinga, hidung, dan tenggorokan, konsultasikan ke dokter melalui aplikasi KlikDokter.
(nug)
Lihat Juga :