Hepatitis Misterius, Waspada Jika Anak Alami Gejala Ini

Selasa, 03 Mei 2022 - 21:28 WIB
loading...
Hepatitis Misterius,...
Sebanyak tiga anak meninggal dunia diduga karena hepatitis misterius. Kemenkes pun meminta masyarakat waspada jika buah hati mereka menunjukkan sejumlah gejala. Foto/People
A A A
JAKARTA - Sebanyak tiga anak meninggal dunia diduga karena hepatitis misterius dalam rentang 2 minggu terakhir hingga 31 April 2022. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun meminta masyarakat waspada jika buah hati mereka menunjukkan sejumlah gejala.

Diketahui bahwa ketiga anak tersebut memiliki gejala meliputi kuning, sakit perut, muntah-muntah dan diare mendadak, buang air kecil berwarna teh tua, buang air besar berwarna pucat, kejang hingga penurunan kesadaran.

Di sisi lain, Kemenkes menyatakan bahwa pihaknya telah meningkatkan kewaspadaan dalam dua pekan terakhir. Kewaspadaan ini menyusul setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan kejadian luar biasa (KLB) pada kasus hepatitis akut yang menyerang anak-anak di Eropa, Amerika dan Asia.

Namun, sampai saat ini belum diketahui penyebabnya sejak 15 April 2022. Kewaspadaan tersebut semakin meningkat, setelah diketahui ada tiga pasien anak dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM)) diduga terdiagnosa hepatitis akut.

Baca Juga: Cegah Hepatitis Misterius, Ahli Sarankan Ini Bagi Orangtua yang Punya Anak Usia di Bawah 6 Tahun

Ketiga pasien tersebut, merupakan rujukan dari rumah sakit yang berada di kawasan Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Kemenkes melalui Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta tengah melakukan penelusuran atau investigasi epidemiolog terkait dengan penyebab penyakit itu melalui pemeriksaan panel virus secara lengkap.

Sementara, Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan, selama masa investigasi, Kemenkes menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tetap tenang. Selain itu, penting juga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes).

"Lakukan tindakan pencegahan seperti mencuci tangan, memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak bergantian alat makan, menghindari kontak dengan orang sakit serta tetap melaksanakan protokol kesehatan," kata Siti Nadia dikutip dari siaran resmi Kemenkes, Selasa (3/5/2022).

WHO pertama kali menerima laporan pada 5 April 2022 dari Inggris Raya mengenai 10 kasus hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya (Acute Hepatitis of Unknown aetiology ) pada anak-anak usia 11 bulan-5 tahun pada periode Januari hingga Maret 2022 di Skotlandia Tengah.

Baca Juga: Varian Baru Covid-19 Diduga Penyebab Hepatitis Misterius, Ini Kata Ahli Epidemiologi

Kisaran kasus terjadi pada anak usia 1 bulan sampai dengan 16 tahun. 17 anak di antaranya (10 persen) memerlukan transplantasi hati, dan 1 kasus dilaporkan meninggal.

Gejala klinis pada kasus yang teridentifikasi adalah hepatitis akut dengan peningkatan enzim hati, sindrom jaundice (penyakit kuning) akut, dan gejala gastrointestinal (nyeri abdomen, diare dan muntah-muntah). Sebagian besar kasus tidak ditemukan adanya gejala demam.

Penyebab dari penyakit tersebut masih belum diketahui. Pemeriksaan laboratorium diluar negeri telah dilakukan dan virus hepatitis tipe A, B, C, D dan E tidak ditemukan sebagai penyebab dari penyakit tersebut.

Sedangkan, adenovirus terdeteksi pada 74 kasus dil luar negeri yang setelah dilakukan tes molekuler, teridentifikasi sebagai F type 41. SARS-CoV-2 ditemukan pada 20 kasus, sedangkan 19 kasus terdeteksi adanya koinfeksi SARS-CoV-2 dan adenovirus.

Baca Juga: Ramai Soal Vaksin Covid-19 Penyebab Hepatitis Misterius, Prof Beri: Tidak Didukung Data
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hepatitis B Kronis Tak...
Hepatitis B Kronis Tak Bisa Sembuh Total, Penderita Harus Minum Obat Seumur Hidup
Heboh Kabar Warga Singapura...
Heboh Kabar Warga Singapura Diduga Kena Hantavirus, Kemenkes Ungkap Hasil Tesnya
Kemenkes Pastikan Dua...
Kemenkes Pastikan Dua Suspek Hantavirus di Indonesia Sudah Negatif dan Sembuh
Mengenal Nutri-Level,...
Mengenal Nutri-Level, Kebijakan Kemenkes untuk Pola Makan Lebih Sehat
Izin Vaksin Campak untuk...
Izin Vaksin Campak untuk Dewasa Keluar, Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi Nakes
3 Dokter Internsip Meninggal...
3 Dokter Internsip Meninggal dalam Sebulan, Kemenkes: Bukan karena Kelelahan Kerja
Hadirkan Direktur Kemenkes...
Hadirkan Direktur Kemenkes RI, FK Unair Cetak Multi-Star Doctor Komunikatif
Kemhan Gandeng Kemenkes...
Kemhan Gandeng Kemenkes Investigasi Kematian 5 Calon Manajer Kopdes
Soroti Kematian Dokter...
Soroti Kematian Dokter Icha, DPR Minta Kemenkes dan Polisi Usut Tuntas
Rekomendasi
Rombak Aturan, Purbaya...
Rombak Aturan, Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor Senjata hingga Anjing Pelacak
Febrie Adriansyah Mundur...
Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Pengamat: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
TNI di Kejaksaan: Antara...
TNI di Kejaksaan: Antara Persepsi Backing, Kepastian Hukum, dan Konsolidasi Negara
Berita Terkini
KPAI Ungkap Perkembangan...
KPAI Ungkap Perkembangan Laporan Ruben Onsu dan Sarwendah, Tunggu Hasil Pengadilan
Indonesia Hadirkan 30...
Indonesia Hadirkan 30 Instalasi Seni di Flower Dome Singapura, Tampilkan Pesona Nusantara
Dermaster Gizi, Slimming...
Dermaster Gizi, Slimming & Metabolic Center Resmi Dibuka, Tawarkan Program Diet Personal Berbasis Medis
Info Resmi Undian AQUA...
Info Resmi Undian AQUA Terbaru, Cek Sebelum Klaim Hadiah di AQUA 100% Untung!
Nonton Wake Up, Dad!...
Nonton 'Wake Up, Dad! Wedding Time' di V+Short, Microdrama Komedi Romantis yang Bikin Baper
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Baby Blessing: Gagal Lahir 3 Kali, Bowie Selamatkan Sang Ibu
Infografis
Gejala HMPV pada Anak,...
Gejala HMPV pada Anak, Penyakit yang Mewabah di China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved