Lingkungan Kerja Hybrid Bantu Tingkatkan Kesejahteraan Karyawan
Selasa, 07 Juni 2022 - 21:24 WIB
loading...
A
A
A
Mereka juga dapat mengatur saluran bagi karyawan untuk menjangkau pekerjaan dan dukungan terkait pengembangan pribadi, yang akan membantu karyawan merasa seperti mereka adalah bagian dari komunitas dan dipandu dengan tepat dalam perjalanan karier mereka dengan perusahaan.
Pandemi sendiri telah mempercepat untuk fokus pada kesejahteraan karyawan, serta kesehatan fisik dan mental mereka. Menurut laporan Qualtrics 2022 Employee Experience Trends, tingkat kesejahteraan karyawan di hub utama APAC yang terendah adalah 65 persen di Singapura dan Hong Kong, dan semakin banyak karyawan saat ini yang membuat keputusan pada karier mereka yang secara sadar akan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental mereka dalam jangka panjang.
Untuk membantu mengatasi masalah ini, perusahaan mengambil langkah lebih jauh dengan meningkatkan kesehatan fisik dan mental mereka. Dengan cara menawarkan subsidi untuk keanggotaan pada pusat kebugaran, menjadwalkan sesi workout dan nutrition talk oleh para ahli, selain itu program bantuan kesehatan mental yang menyediakan layanan konseling sesuai permintaan untuk membantu karyawan mengatasi masalah pribadi dan terkait pekerjaan.
“Selain sumber daya kesejahteraan, perusahaan dapat mempertimbangkan untuk memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam bagaimana dan di mana karyawan bekerja. Sebagai tim eksekutif, kami mendorong para pemimpin untuk mendengarkan masukan dari karyawan, dan kemudian mengembangkan pendekatan kami untuk menyeimbangkan apa yang terbaik bagi tim mereka dengan persyaratan bisnis,” jelas Stephen.
Baca Juga: 6 Gejala Kolesterol Tinggi di Kaki yang Sering Diabaikan
Tanggung jawab untuk memastikan kesejahteraan karyawan tidak boleh dibebankan kepada pemberi kerja saja. Karyawan itu sendiri harus mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga kesehatan fisik dan mental mereka. Namun, di tengah jadwal mereka yang padat, tidak jarang banyak yang memilih makanan cepat saji yang terkadang tidak sehat, atau melewatkan makan sama sekali, keduanya sama-sama merusak kebiasaan bagi kesehatan.
Terbukti bahwa nutrisi yang baik adalah kunci untuk meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental. Dalam sebuah artikel oleh Harvard Health Publishing, penelitian menunjukkan bahwa risiko depresi adalah 25 persen hingga 35 persen lebih rendah di antara mereka yang makan makanan seimbang yang terdiri dari sayuran, buah-buahan, biji-bijian dan protein yang tidak diproses.
Pandemi sendiri telah mempercepat untuk fokus pada kesejahteraan karyawan, serta kesehatan fisik dan mental mereka. Menurut laporan Qualtrics 2022 Employee Experience Trends, tingkat kesejahteraan karyawan di hub utama APAC yang terendah adalah 65 persen di Singapura dan Hong Kong, dan semakin banyak karyawan saat ini yang membuat keputusan pada karier mereka yang secara sadar akan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental mereka dalam jangka panjang.
Untuk membantu mengatasi masalah ini, perusahaan mengambil langkah lebih jauh dengan meningkatkan kesehatan fisik dan mental mereka. Dengan cara menawarkan subsidi untuk keanggotaan pada pusat kebugaran, menjadwalkan sesi workout dan nutrition talk oleh para ahli, selain itu program bantuan kesehatan mental yang menyediakan layanan konseling sesuai permintaan untuk membantu karyawan mengatasi masalah pribadi dan terkait pekerjaan.
“Selain sumber daya kesejahteraan, perusahaan dapat mempertimbangkan untuk memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam bagaimana dan di mana karyawan bekerja. Sebagai tim eksekutif, kami mendorong para pemimpin untuk mendengarkan masukan dari karyawan, dan kemudian mengembangkan pendekatan kami untuk menyeimbangkan apa yang terbaik bagi tim mereka dengan persyaratan bisnis,” jelas Stephen.
Baca Juga: 6 Gejala Kolesterol Tinggi di Kaki yang Sering Diabaikan
Tanggung jawab untuk memastikan kesejahteraan karyawan tidak boleh dibebankan kepada pemberi kerja saja. Karyawan itu sendiri harus mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga kesehatan fisik dan mental mereka. Namun, di tengah jadwal mereka yang padat, tidak jarang banyak yang memilih makanan cepat saji yang terkadang tidak sehat, atau melewatkan makan sama sekali, keduanya sama-sama merusak kebiasaan bagi kesehatan.
Terbukti bahwa nutrisi yang baik adalah kunci untuk meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental. Dalam sebuah artikel oleh Harvard Health Publishing, penelitian menunjukkan bahwa risiko depresi adalah 25 persen hingga 35 persen lebih rendah di antara mereka yang makan makanan seimbang yang terdiri dari sayuran, buah-buahan, biji-bijian dan protein yang tidak diproses.
Lihat Juga :