Mengenal Jamur Enoki, Benarkah Berbahaya?
Kamis, 25 Juni 2020 - 17:00 WIB
loading...
Jamur enoki menjadi perhatian publik, setelah sebuah laporan menyebutkan bahwa empat orang meninggal dan 31 orang dirawat di rumah sakit. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Jamur enoki menjadi perhatian publik, setelah sebuah laporan menyebutkan bahwa empat orang meninggal dan 31 orang dirawat di rumah sakit karena bakteri listeria, yang kemungkinan disebabkan karena mengonsumsi jamur enoki dari perusahaan Korea Selatan.
Jauh sebelum ada kasus itu, jamur enoki adalah jenis jamur yang dibudidayakan yang terdiri dari sekelompok tangkai putih panjang dan tipis dengan topi putih. Jamur ini juga dikenal sebagai jingu (China), paengi beoseot (Korea), dan nấm kim châm (Vietnam).
Jamur Enoki adalah kultivar flammulina velutipes, lebih dikenal sebagai jamur liar enoki, yang memiliki batang lebih pendek, berwarna cokelat-persik, dan memiliki tutup besar. (Baca juga: Jamur Enoki Bisa Sebabkan Bakteri Listeria, Benarkah? ).
Jamur enoki tumbuh secara alami dari tunggul pohon hackberry China, juga dapat tumbuh pada pohon ash, kesemek, atau pohon murbei. Perbedaan utama antara enoki liar dan budidaya adalah bahwa varietas yang dibudidayakan tidak pernah terpapar cahaya dan tumbuh di lingkungan yang kaya karbon dioksida untuk mendorong pertumbuhan batang panjang.
Dilansir Onegreenplanet, jamur enoki memiliki tekstur yang kuat dan rasa yang ringan. Saat memilih jamur enoki, periksa cluster secara menyeluruh. Anda yang ingin mengonsumsi jamur enoki putih, disarankan hindari apapun yang tampak berlendir atau berubah warna. Sebelum digunakan, simpan jamur dalam kantong kertas di lemari es hingga satu minggu.
Jauh sebelum ada kasus itu, jamur enoki adalah jenis jamur yang dibudidayakan yang terdiri dari sekelompok tangkai putih panjang dan tipis dengan topi putih. Jamur ini juga dikenal sebagai jingu (China), paengi beoseot (Korea), dan nấm kim châm (Vietnam).
Jamur Enoki adalah kultivar flammulina velutipes, lebih dikenal sebagai jamur liar enoki, yang memiliki batang lebih pendek, berwarna cokelat-persik, dan memiliki tutup besar. (Baca juga: Jamur Enoki Bisa Sebabkan Bakteri Listeria, Benarkah? ).
Jamur enoki tumbuh secara alami dari tunggul pohon hackberry China, juga dapat tumbuh pada pohon ash, kesemek, atau pohon murbei. Perbedaan utama antara enoki liar dan budidaya adalah bahwa varietas yang dibudidayakan tidak pernah terpapar cahaya dan tumbuh di lingkungan yang kaya karbon dioksida untuk mendorong pertumbuhan batang panjang.
Dilansir Onegreenplanet, jamur enoki memiliki tekstur yang kuat dan rasa yang ringan. Saat memilih jamur enoki, periksa cluster secara menyeluruh. Anda yang ingin mengonsumsi jamur enoki putih, disarankan hindari apapun yang tampak berlendir atau berubah warna. Sebelum digunakan, simpan jamur dalam kantong kertas di lemari es hingga satu minggu.
Lihat Juga :