5 Masalah yang Muncul Jika Jarak Kelahiran dan Kehamilan di Bawah 2 Tahun

Senin, 04 Juli 2022 - 13:52 WIB
loading...
5 Masalah yang Muncul...
Jarak kelahiran penting untuk diperhitungkan dan dipertimbangkan. Jika Anda sebagai orang tua abai akan hal ini, akan ada 5 masalah yang muncul jika jarak kelahiran di bawah 2 tahun. Foto/Ilustrasi/Dok.Sindonews
A A A
JAKARTA - Jarak kelahiran penting untuk diperhitungkan dan dipertimbangkan. Jika Anda sebagai orang tua abai akan hal ini, akan ada 5 masalah yang muncul jika jarak kelahiran di bawah 2 tahun.

Jangan sampai Anda sebagai orangtua tidak peduli akan hal ini, karena ada 3 pihak yang akan dirugikan dengan jarak kelahiran terlalu pendek. Mereka adalah ibunya, anak yang ada di luar kandungan, dan anak yang di dalam kandungan.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan Obstetri dan Ginekologi Sosial Prof Dwiana Ocviyanti, SpOG(K) menjelaskan bahwa akan ada masalah serius yang dihadapi jika jarak kehamilan tidak diperhatikan.

"Jarak kelahiran yang terlalu pendek, kurang dari 2 tahun, sangat tidak disarankan. Sebab, si ibu punya risiko kematian, anak yang ada di luar kandungan kurang dapat hak kesehatan optimal, pun anak yang ada di kandungan," terang Prof Ovi, sapaan akrabnya, di Webinar Tentang Anak X BKKBN, Senin (4/7/2022).

Baca Juga: Krisis Angka Kelahiran Ancam Dunia
">

Prof Ovi menerangkan lebih detail lima masalah yang muncul jika jarak kelahiran di bawah 2 tahun, apa saja?

1. Ibu tidak recovery optimal

Jika ibu sudah hamil lagi di bawah 2 tahun, artinya ibu tidak recovery secara optimal. Ini akan sangat merugikan, bahkan bisa mengancam nyawa.

"Proses melahirkan itu artinya banyak darah yang keluar dari tubuh ibu. Lalu, ibu juga akan kurang tidur karena perlu recovery tubuh pasca persalinan plus menjaga anak," terang Prof Ovi.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko ibu mengalami anemia. Kalau mengalami anemia dan hamil, itu berisiko tinggi alami keguguran, persalinan prematur, serta pertumbuhan janin terhambat.

"Saat persalinan, akan ada kesulitan yang terjadi. Perdarahan yang banyak juga mungkin terjadi dan ini berisiko kematian," tambah Prof Ovi.

2. Mengurangi hak anak mendapatkan ASI

Karena ibu sudah hamil lagi saat anak belum berusia lebih dari 2 tahun yang artinya masih membutuhkan ASI, kesempatan hak ASI anak yang ada di luar kandungan berkurang. Itu terjadi karena ibu tidak bisa secara maksimal memberikan waktu untuk menyalurkan ASI ke anak. Ini akan berdampak pada pertumbuhan anak yang ada di luar kandungan.

3. Mengurangi hak anak mendapatkan perawatan tumbuh kembang

Perhatian ibu akan terpecah, pada anak yang di luar dan dalam kandungan. Anak yang di luar masih terlalu kecil untuk dilepas, sedangkan ibu juga perlu menjaga bayi yang ada di kandungan.

"Makanya, banyak kasus anak lebih rewel karena ibunya yang sedang hamil tidak memberi perhatian lebih," terang Prof Ovi.

"Atau pada contoh kasus lainnya, anak yang di luar kandungan masih minta gendong, tapi karena ibu sedang hamil jadi tidak bisa gendong. Alhasil, kesetaraan sejahtera bagi anak di luar dan dalam kandungan tidak didapatkan," tambahnya.

4. Pertumbuhan anak yang di dalam kandungan tidak optimal

Karena ibu perlu membagi peran untuk anak di dalam dan luar kandungan, besar kemungkinannya ibu tidak membuat anak yang di dalam kandungan tumbuh optimal. Karena itu, risiko stunting menjadi lebih tinggi, akibat ibu juga mesti fokus merawat dan menjaga anak di luar kandungan.

5. Ibu tidak sehat

Anak di dalam dan luar kandungan pun jadi tidak sehat. "Bagi ayah da ibu perlu diketahui bahwa ibu yang tidak sehat akan menentukan kesehatan anak di dalam dan luar kandungan," ungkap Prof Ovi.

Misalnya, karena ibu tidak sehat, si anak yang di luar kandungan minta ditemani main tidak bisa mendapat perhatian itu. Lalu, karena ibu sakit, itu akan memberi dampak langsung pada anak di dalam kandungan.

Jadi, Prof Ovi sangat menyarankan agar mengatur jarak kelahiran. Jika merujuk pada standar Badan Kesehatan Dunia (WHO), jaraknya adalah 2,9 tahun.

Tapi, BKKBN sendiri menyarankan agar memberi jarak kelahiran itu minimal 3 tahun. Ini diharapkan orangtua sudah bisa memberikan perhatian pada anak di luar kandungan secara baik.

"Kami dari BKKBN menyarankan agar mulai mempersiapkan kehamilan setelah kelahiran sebelumnya itu minimal 3 tahun. Artinya, setelah anak pertama berusia 3 tahun, orangtua baru mulai merencanakan kehamilan berikutnya," terang Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Eni Gustina.
(hri)
Lihat Juga :
wa-channel
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Maia Estianty Ingatkan...
Maia Estianty Ingatkan Netizen Jangan Desak Syifa Hadju soal Kehamilan: Itu Gak Sopan
Kabar Bahagia! Putri...
Kabar Bahagia! Putri Eugenie Umumkan Kehamilan Anak Ketiga
Alyssa Daguise Merasa...
Alyssa Daguise Merasa Mual Jelang Persalinan, Warganet Ikut Deg-degan
Maternity Shoot Alyssa...
Maternity Shoot Alyssa Daguise Curi Perhatian, Dramatis dan High Fashion
Kebobolan, Rizky Billar...
Kebobolan, Rizky Billar Akui Kehamilan Ketiga Lesti Terjadi Saat Liburan ke Inggris
Rayakan Anniversary,...
Rayakan Anniversary, Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon Umumkan Kehamilan Anak Pertama
Korea Selatan Tutup...
Korea Selatan Tutup 4.008 Sekolah karena Populasi Pelajar Menyusut
Bolehkah Menunda Kehamilan...
Bolehkah Menunda Kehamilan Menurut Islam?
BKKBN Kunjungan ke Aceh,...
BKKBN Kunjungan ke Aceh, Beri Penyuluhan Kesehatan Reproduksi
Rekomendasi
3.161 Personel Gabungan...
3.161 Personel Gabungan Disiagakan Jelang Eksekusi Hotel Sultan Hari Ini
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Berita Terkini
The Rain Ajak Pengunjung...
The Rain Ajak Pengunjung PRJ 2026 Bernostalgia lewat Lagu 'Di Perantauan'
Running Club Jadi Ajang...
Running Club Jadi Ajang Sosial Anak Muda, Yuk Siapkan Starter Pack Lari yang Tepat di Shopee!
Solusi Praktis Pengurusan...
Solusi Praktis Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Rueibin Chen Ungkap...
Rueibin Chen Ungkap Alasan Pilih Musik Karya Brahms untuk Konser Eksklusif di Jakarta
Rueibin Chen Sebut Tampil...
Rueibin Chen Sebut Tampil di Indonesia sebagai Impian, Siap Hibur Pecinta Musik Klasik Jakarta
Terpopuler
Infografis
5 Badan Intelijen Terbaik...
5 Badan Intelijen Terbaik pada 2025, Nomor 2 Paling Kejam dan Kontroversial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved