Mengenal Flu Singapura, Penyakit yang Tak Perlu Ditakuti namun Tetap Harus Diwaspadai
Rabu, 06 Juli 2022 - 09:09 WIB
loading...
Spesialis Anak Brawijaya Hospital Depok dr. Nadine Sp.A mengatakan, meski tidak berbahaya, flu singapura yang umumnya menyerang anak di bawah usia 10 tahun tetap harus diwaspadai. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Flu singapura atau hand, foot, and mouth disease (HFMD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh berbagai jenis virus. Penyakit ini kerap terjadi pada anak dengan gejala berupa sakit pada mulut serta ruam di tangan dan kaki.
Meski tidak berbahaya, penyakit yang umumnya menyerang anak di bawah usia 10 tahun ini tetap harus diwaspadai. Sebab, tidak saja akan mengalami dehidrasi, anak atau pasien yang terjangkit virus ini juga bisa mengidap komplikasi radang otak yang mengakibatkan kejang.
"Hampir dua bulan terakhir ini di Brawijaya Hospital Depok terjadi peningkatan jumlah pasien anak dengan indikasi flu singapura. Dengan gejala demam, ruam pada mulut, tangan, dan kaki. Peningkatan yang signifikan ini kemungkinan terjadi akibat menularnya virus coxsackievirus A16, terkadang Enterovirus 71 atau beberapa jenis virus lain juga bisa menjadi penyebab kondisi ini," ungkap dr. Nadine Sp.A, Spesialis Anak Brawijaya Hospital Depok, Selasa (5/7/2022).
Virus tersebut, kata dr. Nadine, bisa ditemukan dalam kotoran dan cairan tubuh pada hidung dan tenggorokan. Dokter cantik itu juga menjelaskan bahwa flu singapura sering kali disamakan dengan penyakit cacar herpes, bahkan tidak sedikit orangtua yang mengira penyakit ini adalah penyakit menular PMK (Penyakit Mulut Kuku) yang terjangkit pada hewan.
"Ini sangatlah berbeda. Bukan cacar, campak, herpes, DBD, apalagi PMK. Flu singapura berasal dari virus dan penularannya sangat cepat. Di antaranya dengan percikan air liur, keringat, dan penggunaan alat makan dan minum secara bersamaan dengan pembawa virus. Untuk itu sangat penting menjaga kebersihan tangan, hidung, dan mata karena virus bisa masuk lewat organ tubuh tersebut," papar dr. Nadine.
Dia menyarankan para orangtua agar tidak membiarkan anak yang terindikasi terjangkit virus flu singapura main bercampur dengan anak-anak lain.
"Dikhawatirkan akan menulari anak-anak lain. Apalagi jika ada anak-anak yang memiliki daya tahan tubuh lemah, yang bisa menyebabkan komplikasi pada anak tersebut," tegasnya.
Meski tidak berbahaya, penyakit yang umumnya menyerang anak di bawah usia 10 tahun ini tetap harus diwaspadai. Sebab, tidak saja akan mengalami dehidrasi, anak atau pasien yang terjangkit virus ini juga bisa mengidap komplikasi radang otak yang mengakibatkan kejang.
"Hampir dua bulan terakhir ini di Brawijaya Hospital Depok terjadi peningkatan jumlah pasien anak dengan indikasi flu singapura. Dengan gejala demam, ruam pada mulut, tangan, dan kaki. Peningkatan yang signifikan ini kemungkinan terjadi akibat menularnya virus coxsackievirus A16, terkadang Enterovirus 71 atau beberapa jenis virus lain juga bisa menjadi penyebab kondisi ini," ungkap dr. Nadine Sp.A, Spesialis Anak Brawijaya Hospital Depok, Selasa (5/7/2022).
Virus tersebut, kata dr. Nadine, bisa ditemukan dalam kotoran dan cairan tubuh pada hidung dan tenggorokan. Dokter cantik itu juga menjelaskan bahwa flu singapura sering kali disamakan dengan penyakit cacar herpes, bahkan tidak sedikit orangtua yang mengira penyakit ini adalah penyakit menular PMK (Penyakit Mulut Kuku) yang terjangkit pada hewan.
"Ini sangatlah berbeda. Bukan cacar, campak, herpes, DBD, apalagi PMK. Flu singapura berasal dari virus dan penularannya sangat cepat. Di antaranya dengan percikan air liur, keringat, dan penggunaan alat makan dan minum secara bersamaan dengan pembawa virus. Untuk itu sangat penting menjaga kebersihan tangan, hidung, dan mata karena virus bisa masuk lewat organ tubuh tersebut," papar dr. Nadine.
Dia menyarankan para orangtua agar tidak membiarkan anak yang terindikasi terjangkit virus flu singapura main bercampur dengan anak-anak lain.
"Dikhawatirkan akan menulari anak-anak lain. Apalagi jika ada anak-anak yang memiliki daya tahan tubuh lemah, yang bisa menyebabkan komplikasi pada anak tersebut," tegasnya.
Lihat Juga :