Mengenal Flu Singapura, Penyakit yang Tak Perlu Ditakuti namun Tetap Harus Diwaspadai
Rabu, 06 Juli 2022 - 09:09 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dr. Nadine, gejala awal anak yang terkena flu singapura di antaranya demam, kehilangan nafsu makan, sakit tenggorokan, dan merasa tidak enak badan. Satu hingga dua hari setelah muncul demam, mulai akan muncul luka di mulut bagian depan dan tenggorokan. Ruam pada tangan dan kaki atau bokong dapat terjadi dalam satu atau dua hari.
"Biasanya anak-anak tidak nafsu makan dan sulit minum. Ini yang menyebabkan dehidrasi. Tentu saja sangat fatal jika dibiarkan. Untuk itu segera bawa anak yang mengalami gejala tersebut ke rumah sakit agar bisa segera ditangani dengan baik," papar dr. Nadine.
Inkubasi virus flu singapura terjadi 7-10 hari, namun untuk demam biasanya hanya terjadi 1-2 hari jika tidak terjadi komplikasi.
"Berbeda dengan demam berdarah yang mengalami 3 hari demam, untuk flu singapura demamnya relatif sebentar. Hanya, terkadang karena anak tidak mau makan dan minum bisa mengakibatkan dehidrasi. Bahkan untuk anak-anak yang imunnya lemah, virus akan bisa masuk ke bagian otak sehingga menyebabkan radang otak dan kejang. Intinya, tetap harus diwaspadai," terang dr. Nadine.
Menjaga daya tahan tubuh anak secara optimal melalui makanan bernutrisi dengan gizi seimbang memang sangat dianjurkan. Namun demikian, dr. Nadine tetap menyarankan agar orang tidak lupa menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga kebersihan, tangan, mulut, mata, dan hidung pada anak.
"Biasanya anak-anak tidak nafsu makan dan sulit minum. Ini yang menyebabkan dehidrasi. Tentu saja sangat fatal jika dibiarkan. Untuk itu segera bawa anak yang mengalami gejala tersebut ke rumah sakit agar bisa segera ditangani dengan baik," papar dr. Nadine.
Inkubasi virus flu singapura terjadi 7-10 hari, namun untuk demam biasanya hanya terjadi 1-2 hari jika tidak terjadi komplikasi.
"Berbeda dengan demam berdarah yang mengalami 3 hari demam, untuk flu singapura demamnya relatif sebentar. Hanya, terkadang karena anak tidak mau makan dan minum bisa mengakibatkan dehidrasi. Bahkan untuk anak-anak yang imunnya lemah, virus akan bisa masuk ke bagian otak sehingga menyebabkan radang otak dan kejang. Intinya, tetap harus diwaspadai," terang dr. Nadine.
Menjaga daya tahan tubuh anak secara optimal melalui makanan bernutrisi dengan gizi seimbang memang sangat dianjurkan. Namun demikian, dr. Nadine tetap menyarankan agar orang tidak lupa menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga kebersihan, tangan, mulut, mata, dan hidung pada anak.
(tsa)
Lihat Juga :