APSAI Gelar Nonton Bareng Puncak Perayaan HAN 2022 Bersama 300 Anak Bantargebang
Sabtu, 23 Juli 2022 - 19:19 WIB
loading...
APSAI menggelar acara Nonton Bareng Puncak Perayaan Hari Anak Nasional (HAN) 2022 yang dihadiri Presiden Joko Widodo bersama 300 siswa-siswi SD Dinamika Indonesia, Bantargebang, Bekasi, Sabtu (23/7/2022). Foto/Istimewa
A
A
A
BEKASI - Asosiasi Perusahaan Anak Indonesia (APSAI) menggelar acara Nonton Bareng Puncak Perayaan Hari Anak Nasional (HAN) 2022 yang dihadiri Presiden Joko Widodo bersama 300 siswa-siswi SD Dinamika Indonesia, Bantargebang, Bekasi, Sabtu (23/7/2022).
Peringatan Hari Anak Nasional dilakukan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak anak selaku generasi penerus bangsa agar bisa bertumbuh dan berkembang secara optimal.
Peringatan HAN 2022 merupakan momentum penting untuk menggugah kepedulian dan partisipasi seluruh komponen bangsa Indonesia dalam menjamin pemenuhan hak anak atas hak hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi sebagaimana diamanatkan Pasal 28B ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945.
Peringatan Hari Anak Nasional 2022 mengusung tema Anak Terlindungi, Indonesia Maju, yang acara puncaknya diselenggarakan di Kebun Raya Bogor dengan dihadiri Presiden Joko Widodo. APSAI bersama Kemen PPPA mengajak 300 siswa-siswi SD Dinamika Indonesia yang terdiri dari siswa kelas I-IV untuk mengikuti kegiatan secara hybrid di SD Dinamika Indonesia.
Siswa-siswi SD Dinamika Indonesia terlihat antusias saat melihat Presiden Jokowi di layar. Mereka bersemangat untuk turut serta berinteraksi menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Presiden.
Perayaan HAN 2022 di Bantargebang juga dihadiri oleh Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kementerian PPPA Indra Gunawan. Indra Gunawan mengatakan, acara nonton bareng di SD Dinamika Indonesia dimaksudkan untuk mengedukasi anak-anak. Dia berharap anak-anak di Bantargebang dapat hidup sehat, meski tinggal di kawasan padat sampah.
SD Dinamika Indonesia juga merasa terhormat menjadi salah satu bagian dalam perayaan HAN 2022. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan semangat anak-anak dalam menggapai cita-cita mereka sekaligus menjaga kebersihan dan kesehatan karena anak-anak tersebut hidup di lingkungan yang kurang baik.
Peringatan Hari Anak Nasional dilakukan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak anak selaku generasi penerus bangsa agar bisa bertumbuh dan berkembang secara optimal.
Peringatan HAN 2022 merupakan momentum penting untuk menggugah kepedulian dan partisipasi seluruh komponen bangsa Indonesia dalam menjamin pemenuhan hak anak atas hak hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi sebagaimana diamanatkan Pasal 28B ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945.
Peringatan Hari Anak Nasional 2022 mengusung tema Anak Terlindungi, Indonesia Maju, yang acara puncaknya diselenggarakan di Kebun Raya Bogor dengan dihadiri Presiden Joko Widodo. APSAI bersama Kemen PPPA mengajak 300 siswa-siswi SD Dinamika Indonesia yang terdiri dari siswa kelas I-IV untuk mengikuti kegiatan secara hybrid di SD Dinamika Indonesia.
Siswa-siswi SD Dinamika Indonesia terlihat antusias saat melihat Presiden Jokowi di layar. Mereka bersemangat untuk turut serta berinteraksi menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Presiden.
Perayaan HAN 2022 di Bantargebang juga dihadiri oleh Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kementerian PPPA Indra Gunawan. Indra Gunawan mengatakan, acara nonton bareng di SD Dinamika Indonesia dimaksudkan untuk mengedukasi anak-anak. Dia berharap anak-anak di Bantargebang dapat hidup sehat, meski tinggal di kawasan padat sampah.
SD Dinamika Indonesia juga merasa terhormat menjadi salah satu bagian dalam perayaan HAN 2022. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan semangat anak-anak dalam menggapai cita-cita mereka sekaligus menjaga kebersihan dan kesehatan karena anak-anak tersebut hidup di lingkungan yang kurang baik.
Lihat Juga :