Marshanda Akui Sempat Disuntik di Fasilitas Kesehatan Jiwa Los Angeles: Gue Dianggap Agresif

Minggu, 07 Agustus 2022 - 14:45 WIB
loading...
Marshanda Akui Sempat Disuntik di Fasilitas Kesehatan Jiwa Los Angeles: Gue Dianggap Agresif
Lewat video di kanal YouTube-nya, Marshanda menceritakan kronologi dirinya bisa diisukan menghilang di Los Angeles, Amerika Serikat. Foto/YouTube Marshanda
A A A
JAKARTA - Aktris Marshanda alias Caca buka-bukaan usai isu dirinya menghilang di Los Angeles, Amerika Serikat Juni lalu. Lewat video di kanal YouTube-nya, menceritakan kronologi dirinya bisa diisukan menghilang.

Rupanya, kala itu Caca tengah ditahan di fasilitas kesehatan mental. Hal itu bermula karena Caca sulit dihubungi oleh temannya, Sheila. Padahal, Caca mengaku dirinya sedang berada di pantai dan tak membawa ponsel.

"Sheila nelpon gue sampai tujuh kali. Terus dia panic attack karena gue enggak bisa ditemuin. Dia ngelaporin gue ke 911," ujar Marshanda dikutip MNC Portal Indonesia dalam video yang diunggah ke YouTubenya.

Bintang sinetron Bidadari itu kemudian dijemput oleh ambulans. Namun, petugas kaget melihat Caca memiliki sejumlah obat penenang.

Baca Juga: Marshanda Diduga Hilang, Video Terakhirnya Jadi Sorotan

"Kok ada obat penenang? Obat untuk depresi kayak bipolar? Itu yang membuat 911 membawa gue ke mental health facility," ucapnya.

Atas kejadian itu, pihak 911 pun membawa Caca ke rumah sakit jiwa. Di sana, Caca dianggap sudah agresif sehingga para perawat memaksanya meminum obat hingga menyuntik dirinya.

“Gue dijatuhin ke kasur, karena gue dianggap sudah overactive. Sampai gue disuntik karena sudah dianggap harsh, gue udah dianggap agresif," katanya.

Karenanya, Caca memutuskan untuk mengonsumsi obat dan makanan yang diberikan rumah sakit supaya bisa segera keluar. Bahkan ia juga diminta membayar Rp300 juta oleh pihak fasilitas kesehatan mental.

Video curhatan Marshanda itu membuat warganet ikut prihatin. Mereka ramai-ramai memberi dukungan agar Marshanda bisa melewati masalah tersebut.
(hri)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1441 seconds (11.97#12.26)