Ferry Irawan Jalani Endoskopi PECD untuk Atasi Saraf Kejepit, Ini Penjelasan Dokter

Jum'at, 12 Agustus 2022 - 16:52 WIB
loading...
Ferry Irawan Jalani Endoskopi PECD untuk Atasi Saraf Kejepit, Ini Penjelasan Dokter
Artis Ferry Irawan merupakan seorang yang sudah lama menderita saraf kejepit. Dalam mengatasi gangguan kesehatannya, Suami Vena Melinda ini memutuskan untuk melakukan pemeriksaan di Klinik Lamina Pain and Spine Center. Foto/Thomas Manggalla
A A A
JAKARTA - Artis Ferry Irawan merupakan seorang yang sudah lama menderita saraf kejepit. Dalam mengatasi gangguan kesehatannya, Suami Vena Melinda ini memutuskan untuk melakukan pemeriksaan di Klinik Lamina Pain and Spine Center.

Ditemani sang istri, Ferry pun menjalani serangkaian tes dan didiagnosa mengalami saraf kejepit leher. Ferry juga pada akhirnya berani untuk menjalani tindakan non bedah yaitu endoskopi PECD untuk mengatasi saraf kejepitnya.

Saraf kejepit leher merupakan keluhan yang umum terjadipada kita sekarang ini. Pada kasus saraf kejepit yang dialami Ferry, salah posisi tidur di pesawat dan terlalu menunduk saat bermain HP-lah yang menjadi penyebabnya.

“Jadi memang sudah lama nih Dok, saya merasakan lehersering kaku, ditambah nyerinya ini menjalar sampai ke lenganjadi rasanya kok kaya kebas,” kata Ferry dalam pesannya kepada SINDOnews.com, Kamis (11/8/2022).

Baca Juga: Marcelino Lefrandt Galang Dana untuk Ferry Irawan yang Sedang Sakit Keras

Ferry juga mengungkapkan jika ia merasa takut untukmenjalani operasi. Pasalnya, operasi besar atau konvensionalini bisa menyebabkan kerusakan permanen seperti lumpuhpada sebagian tubuh

Sang istri, Venna Melinda akhirnya mencari informasi mengenai saraf kejepit dan penanganannya melalui YouTube dan Instagram Klinik Lamina. Dengan keunggulan metode pengobatan yang dimiliki, Venna dan Ferry akhirnya memilih pengobatan di Klinik Lamina Pain and Spine Center.

Saraf kejepit di leher atau radikulopati servikal terjadi ketika ada bantalan tulang yang menonjol keluar dan menekan sarafdi sekitarnya. Penyebabnya pun beragam, seperti faktor degeneratif, postur tubuh yang salah, cedera, radang sendileher, ataupun obesitas.

Gejala yang bisa timbul dari saraf kejepit ini antara lain nyeri yang menjalar ke bahu sampai lengan dan tangan, kesemutan, kebas, hingga kelemahan otot di sekitarnya.

Nyeri akibat saraf kejepit akan semakin memburuk jika dibiarkan dan tidak ditangani segera. Namun, kini tak perlukhawatir karena perkembangan teknologi yang semakin canggih memungkinkan penanganan saraf kejepit bisa dilakukan tanpa harus melakukan operasi besar ataukonvensional.

Sebagaimana saran dari dr. Mahdian Nur Nasution, Sp.BS, dokter spesialis bedah saraf yang menanganinya, akhirnya Ferry Irawan menjalani tindakan endoskopi PECD.

Percutaneous Endoscopic Cervical Discectomy (PECD) ini adalah teknik endoskopi Joimax dari Jerman sebagai tindakan minimal invasif untuk mengatasi saraf kejepit di leher. Lamina Pain and Spine Center merupakan satu-satunya klinik pengobatan tulang belakang yang menggunakan teknik endoskopi PECD Joimaxini.

PECD bekerja dengan menggunakan selongsong kamera berdiameter 4mm, untuk mengambil atau melepaskan bantalan tulang yang menjepit saraf. Dengan PECD, luka sayatan juga minimal, sehingga tidak perlu mengganti bantalan tulang ataupun memberikan pen pada tulang leher.

“Karena menggunakan teknologi kamera yang canggih, maka kita bisa melihat kondisi saraf dengan jelas dan detail sehingga jepitan saraf dapat dilepaskan melalui alat endoskopi tersebut,” jelas dr. Mahdian.
(hri)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2866 seconds (11.210#12.26)