Cara Atasi Kehilangan Orang Terdekat Menurut Ahli

Kamis, 02 Juli 2020 - 15:00 WIB
loading...
Cara Atasi Kehilangan...
Anda akan lebih mampu memproses kesedihan jika tidak menyembunyikan perasaan, pikiran, dan ingatan. Foto Ilustrasi/Novum Psychiatry
A A A
JAKARTA - Kematian orangtua dapat mengubah seseorang. Seperti dialami Nikita Willy saat ini. Artis 26 tahun itu sekarang terlihat berbeda dengan mengubah gaya penampilannya. Ia tidak lagi mengenakan pakaian seksi dan lebih memilih menggunakan pakaian tertutup serta kerudung.

Selain mengubah penampilan, Nikita juga memilih untuk tidak lagi berpacaran, sebelum akhirnya dilamar oleh Indra Priawan tepat di hari ulang tahunnya pada Senin (29/6) lalu. Nikita menjelaskan, keputusan ini dilakulan karena mengikuti amanah mendiang ayahnya, Henry Willy Syam.

Banyak orang mengatakan, kehilangan orangtua seperti kehilangan sebagian dari diri Anda. Syok, mati rasa, penolakan, kemarahan, kesedihan, dan keputusasaan adalah perasaan yang dialami sebagian besar orang setelah kehilangan orang yang dicintai. Emosi ini dapat bertahan dalam berbagai tingkat selama berbulan-bulan sesudahnya. (Baca Juga: Siap Menikah, Nikita Willy Tunjukkan Perubahan Positif usai Ditinggal sang Ayah )

Kebanyakan orang mengalami perasaan ini dalam tahapan yang terjadi tanpa urutan tertentu, tapi berkurang intensitasnya seiring waktu. Namun, beberapa orang terus mengalami emosi yang kuat selama bertahun-tahun setelah kehilangan, dan kesedihan yang berkelanjutan dapat memengaruhi efek kognitif, sosial, budaya, dan spiritual.

Menurut psikolog anak dan keluarga Samanta Ananta, M.Psi, cara mengatasi kehilangan setelah ditinggal orangtua tidaklah mudah. Karena setiap orang memproses kehilangannya dengan cara dan berdasarkan waktu masing-masing. Mungkin sulit untuk mengenali kapan dan bagaimana perasaan kehilangan telah berkembang menjadi kesedihan yang rumit.

"Fase berduka ada delapan yaitu shock, denial, anger, bargaining, depression, acceptance, problem solving, dan integration. Pastikan kita sebagai orang dewasa tidak pernah berbohong kepada anak untuk menjelaskan kabar duka," ujar Samanta saat dihubungi SINDOnews, Kamis (2/7).

"Jelaskan bahwa orang meninggal itu karena organ tubuhnya tidak lagi berfungsi, seperti komputer yang dimatikan tidak lagi dapat beroperasi," sambungnya.

Tahap-tahap pemulihan setelah kehilangan orang yang dicintai biasanya melibatkan pembiaran diri mengalami rasa sakit kehilangan, yang secara bertahap memberi jalan untuk menerima kenyataan itu serta menemukan cara untuk bergerak maju.

Proses penyembuhan juga melibatkan kemungkinan, pada waktunya, untuk menikmati hubungan lain. Jika terus mengalami peningkatan fokus pada pengingat orang yang Anda cintai sehingga memicu rasa sakit yang hebat, konseling kesedihan dapat membantu.

Konselor kesedihan memberikan dukungan ketika orang berbicara tentang kesedihan, frustrasi, atau kemarahan mereka dan belajar untuk mengatasi sekaligus memproses perasaan ini. Konseling keluarga juga dapat membantu. (Baca Juga: Takut Komitmen atau Menikah? Mungkin Anda Mengalami Gamophobia )

Kematian orangtua dapat menghidupkan kembali rasa sakit atau dendam di masa lalu maupun mengubah hubungan dan dinamika keluarga. Seorang terapis keluarga dapat membantu mengatasi konflik lama dan baru, lalu mengajarkan cara konstruktif untuk menyembuhkan hubungan dan menyelesaikan masalah.

Perawatan diri juga penting setelah kehilangan. Anda akan lebih mampu memproses kesedihan jika tidak menyembunyikan perasaan, pikiran, dan ingatan. Jaga diri Anda baik-baik dengan makan enak, cukup tidur, berolahraga, serta meluangkan waktu untuk berduka dan beristirahat.

"Saat merasa sedih akibat kehilangan, maka menangislah. Jika kita merasa ada di tahapan depresi, segera cari bantuan profesional," tandas Samanta.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dewi Perssik Kuliah...
Dewi Perssik Kuliah Jurusan Psikologi Pakai Cadar, Identitasnya Terbongkar dari Suara
Dewi Perssik Kuliah...
Dewi Perssik Kuliah Psikologi demi Anak dan Sembuhkan Luka Masa Lalu
Orang Tua Sering Bertengkar...
Orang Tua Sering Bertengkar di Rumah? Ini Dampaknya pada Otak Anak!
Angka Kematian Kanker...
Angka Kematian Kanker di Indonesia Masih Tinggi, Fasilitas dan Penanganan Harus Ditingkatkan
Rayakan Lebaran Bareng,...
Rayakan Lebaran Bareng, Denada Tambunan dan Ressa Rossano Sepakat Berdamai
Cuaca Panas Ekstrem,...
Cuaca Panas Ekstrem, Ini 4 Tips untuk Perlindungan Diri
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Berbagai Jenis ETF Sebelum Berinvestasi
MBG Jadi Instrumen Ganda:...
MBG Jadi Instrumen Ganda: Atasi Stunting dan Tekan Beban Ekonomi Keluarga
Didukung Keluarga Rentan,...
Didukung Keluarga Rentan, Program MBG Dinilai Ringankan Beban Ekonomi Orang Tua
Rekomendasi
Begini Cara kerja AirTag...
Begini Cara kerja AirTag dan SmartTag, Pelacak Bluetooth Murah untuk Android dan iPhone
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
BMW iX xDrive45, Kemewahan...
BMW iX xDrive45, Kemewahan Sunyi Seharga Rp2,6 Miliar
Berita Terkini
Hello Jadoo Tampil Perdana...
Hello Jadoo Tampil Perdana di Indonesia, Yuk Meriahkan Liburan Sekolah Bersama Animasi Populer Kesayanganmu
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 72: Ketegangan Memuncak! Sena Nekat Terjun ke Operasi Penyergapan di Tengah Demam Tinggi!
Jangan Tunggu Sampai...
Jangan Tunggu Sampai Hari H! Ini 5 Persiapan Uang yang Bikin Pensiun Makin Nyaman
Jadi Anak Pejabat, Okie...
Jadi Anak Pejabat, Okie Agustina Larang Kiesha Alvaro Flexing di Media Sosial
Menkes Budi Gunadi Soroti...
Menkes Budi Gunadi Soroti Fenomena FOMO Lari: Tak Masalah asal Sehat
Liburan Sekolah, Berbagai...
Liburan Sekolah, Berbagai Hotel dan Resor Ini Hadirkan Program Unik bagi Keluarga
Infografis
Atasi Banjir Jakarta,...
Atasi Banjir Jakarta, Pramono Instruksikan Normalisasi Tiga Sungai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved