Kolaborasi BuddyKu dan Komunitas Ibu Profesional: Your Power Brand in Social Media
Selasa, 27 September 2022 - 20:18 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut, Tommy Tjokro menjelaskan pentingnya personal branding saat ini, terlebih di era kemudahan internet dimana orang akan mengenal dan menilai kepribadian kita.
Membangun branding memang dapat dilakukan dengan strategi, namun akan lebih baik jika dapat diperhatikan dengan baik, karena personal branding akan dibagikan dan disebar dan akan menjadi perhatian publik sehingga muncul penilaian yang akan diberikan juga oleh masyarakat. “Bagaimana kita, kan yang menilai orang lain atau publik bukan kita sendiri,” ujar Tommy Tjokro.
Memulai membuat personal branding dapat dilakukan dengan memulai membuat konten cerita mengenai diri. “Kita bisa memulai dengan membuat konten yang kita sukai, tahu dan kuasai.” “Kenapa seperti itu, karena jika membuat konten berdasarkan apa yang orang lain suka, belum tentu kita akan membuatnya dengan konsisten. Jadi yang paling mudah adalah dengan membuat apa yang kita suka.” Terangnya.
Aplikasi BuddyKu mewadahi pembuatan konten dengan memperhatikan kualitas konten. Karena itu BuddyKu memiliki fitur kurasi atau filter yang mengatur adanya konten-konten yang dibagikan sehingga tidak sembarangan dan tidak mengandung hoax dan sara. Disamping itu, penikmat konten pun tidak perlu khawatir karena timeline BuddyKu bersih dari konten tidak berkualitas atau mengandung kontroversi.
Tanya jawab berlangsung secara interaktif, pertanyaan-pertanyaan menarik seputar membuat konten yang baik dan cara konsisten membuat konten menjadi perhatian para ibu-ibu komunitas ibu professional. Acara pun diakhiri dengan diberikannya challenge berhadiah senilai jutaan rupiah untuk membuat konten dengan beberapa tema yakni parenting, culinary, dan economy financial bagi para peserta yang akan di upload di aplikasi BuddyKu dengan hashtag #BuddyKuxibuprofesional.
Membangun branding memang dapat dilakukan dengan strategi, namun akan lebih baik jika dapat diperhatikan dengan baik, karena personal branding akan dibagikan dan disebar dan akan menjadi perhatian publik sehingga muncul penilaian yang akan diberikan juga oleh masyarakat. “Bagaimana kita, kan yang menilai orang lain atau publik bukan kita sendiri,” ujar Tommy Tjokro.
Memulai membuat personal branding dapat dilakukan dengan memulai membuat konten cerita mengenai diri. “Kita bisa memulai dengan membuat konten yang kita sukai, tahu dan kuasai.” “Kenapa seperti itu, karena jika membuat konten berdasarkan apa yang orang lain suka, belum tentu kita akan membuatnya dengan konsisten. Jadi yang paling mudah adalah dengan membuat apa yang kita suka.” Terangnya.
Aplikasi BuddyKu mewadahi pembuatan konten dengan memperhatikan kualitas konten. Karena itu BuddyKu memiliki fitur kurasi atau filter yang mengatur adanya konten-konten yang dibagikan sehingga tidak sembarangan dan tidak mengandung hoax dan sara. Disamping itu, penikmat konten pun tidak perlu khawatir karena timeline BuddyKu bersih dari konten tidak berkualitas atau mengandung kontroversi.
Tanya jawab berlangsung secara interaktif, pertanyaan-pertanyaan menarik seputar membuat konten yang baik dan cara konsisten membuat konten menjadi perhatian para ibu-ibu komunitas ibu professional. Acara pun diakhiri dengan diberikannya challenge berhadiah senilai jutaan rupiah untuk membuat konten dengan beberapa tema yakni parenting, culinary, dan economy financial bagi para peserta yang akan di upload di aplikasi BuddyKu dengan hashtag #BuddyKuxibuprofesional.
(hri)
Lihat Juga :