Misteri Gua Belanda hingga Arti Kata Lada

Kamis, 13 Oktober 2022 - 18:30 WIB
loading...
Misteri Gua Belanda...
Gua Belanda yang terkenal dengan tempat yang konon katanya horor, ternyata memiliki cerita yang tragis dibalik pembuatan gua tersebut. / Foto: ist
A A A
JAKARTA - Gua Belanda yang terkenal dengan tempat yang konon katanya horor, ternyata memiliki cerita yang tragis dibalik pembuatan gua tersebut. Gua Belanda adalah gua yang dibuat pada masa penjajahan belanda, gua ini juga banyak menyimpan kisah kelam dan tragis. Gua yang terletak di Bandung memiliki aura mistis yang kuat dan terkadang masyarakat setempat sering merasakan fenomena ganjil. Konon katanya terdapat satu kata yang dilarang untuk diucapkan yaitu LADA . Kata yang memiliki arti pedas ini ternyata bukan arti pedas pada umumnya tetapi dalam hal lainnya.

Kata LADA ternyata merupakan nama makhluk astral yang berada di tempat tersebut. Berdasarkan fenomena yang terjadi konon siapa saja yang melanggar dengan mengucapkan kata tersebut maka akan mengalami kesialan dan kerasukan. Gua belanda yang terletak di area perbukitan batu pasir tufan di daerah Bandung. Taman Hutan Raya Ir.H. Djuanda yang terletak di Dago Pakar Bandung terkenal dengan cerita asal muasal dari gua belanda. Awal kisah gua ini dibentuk adalah dibangun oleh pemerintah hindia Belanda sebagai markas militer yang sedang menghadapi invasi tentara jepang. Sebelumnya gua belanda dijadikan tempat sumber PLTA dari sungai cikapundung. Selanjutnya pada tahun 1941 gua tersebut dialihfungsikan menjadi markas militer di perang dunia ke II.

Berbagai fasilitas dibangun di dalam lorong gua belanda mulai dari penjara, kamar dan lainnya. Setelah masa kemerdekaan Indonesia para pejuang banyak menyimpan mesiu di gua tersebut dengan tujuan melindungi dari tentara asing seperti sekutu. Walaupun telah dijadikan tempat wisata namun ternyata banyak sekali cerita dibalik pembuatan gua tersebut. Dengan banyaknya kisah yang terdengar dari masyarakat setempat saat ini kondisi gua belanda terlihat kotor dan dingin . Konon katanya sering terdengar suara-suara dari korban yang dulu telah disiksa mulai dari warga pribumi hingga warga belanda yang berkhianat.

Banyak orang yang mendengar teriakan dari dalam gua. Gua yang memliki 5 lorong dan 3 koridor ini terdiri atas koridor saluran air, koridor ventilasi, ruang interogasi. Suasana dingin dan lembab menambah aura merinding saat berada disana. Banyak sekali bekas besi-besi pembuatan PLTA yang masih tertinggal sampai saat ini. Dengan kondisi gua yang sesak dan pengap tidak terbayang bagaimana proses pembangunan gua tersebut. Berdesak-desakan hingga teriakan tangisan. Dengan adanya pembangunan gua ini banyak sekali warga pribumi yang tersiksa.

Banyak dari warga pribumi yang disiksa hingga tewas , mulai dari kelaparan hingga kelelahan. Bahkan tidak sedikit yang mengalami kekurangan gizi akibat pembangunan gua tersebut. Tidak sedikit yang bekerja dengan kondisi yang luka-luka tanpa adanya pengobatan. Lorong selanjutnya adalah lorong saluran air yang terlintas di sekitar penjara tersebut. Aura lorong Gua mistis dan lembab tempat yang nyaman bagi para kelelawar. Saat mengunjungi gua tersebut disarankan untuk menggunakan alas kaki yang keras dan membawa alat penerangan agar membantu perjalanan di Gua tersebut. Tidak heran banyak sekali korban yang berjatuhan saat membuat gua tersebut. Sering sekali terdengar suara rintihan dan minta tolong saat dari dalam gua tersebut. lorong ketiga adalah lorong sel tempat penyiksaan dan eksekusi mati kebas kepala ada penembakan hingga pemerkosaan terjadi di lorong ini. lalu bagaimana kondisi sel penjara yang kelam tersebut?

Penasaran kan dengan cerita podcast selanjutnya? Jero akan membahas berbagai misteri di Gua Belanda Kamis,13 Oktober 2022 Jam 20.00 WIB. Download RCTI+ di App store dan Google Play Store sekarang juga.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sinopsis Sinetron Turun...
Sinopsis Sinetron 'Turun Ranjang' Eps 21: Naza Putus dengan Natha, Wira Ubah Warisannya
Crowyokan by Pandji...
Crowyokan by Pandji Pragiwaksono Kini Bisa Ditonton Lewat Live Streaming di RCTI+
Gandeng Luna Maya dan...
Gandeng Luna Maya dan Marianne, Valencia Tanoesoedibjo Targetkan Gen Z Lewat SporTstive+
Hari Ini Digelar, SporTstive+...
Hari Ini Digelar, SporTstive+ Badminton 2026 Siap Jadi Tren Gen Z
Temani Libur Lebaran,...
Temani Libur Lebaran, Ini Microdrama RCTI+ yang Ceritanya Bikin Ketagihan
Sinopsis Sinetron Mencintai...
Sinopsis Sinetron 'Mencintai Ipar Sendiri' Eps 115: Dewi Serang Meli, Rafka Pingsan Akibat Auto Imun
FURY REDEMPTION Hadir...
FURY REDEMPTION Hadir di RCTI+, 11 Laga Panas Bertema Kebangkitan di Akhir Tahun
HS Fighting Championship...
HS Fighting Championship Gelar 13 Pertandingan Bergengsi, Tiket PPV Hanya Rp29.000 di RCTI+
Resmi! RCTI+ dan TS...
Resmi! RCTI+ dan TS Media Bekerja Sama, Valencia Tanoesoedibjo: Konsepnya Sportainment!
Rekomendasi
Jokowi Hadiri HUT Ke-80...
Jokowi Hadiri HUT Ke-80 Bhayangkara di Cikeas
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Berita Terkini
Sunscreen Ringan Jadi...
Sunscreen Ringan Jadi Pilihan Perlindungan Kulit Harian di Iklim Tropis
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
GSDC 2026 di ICE BSD...
GSDC 2026 di ICE BSD Perkuat Posisi Indonesia dalam Industri MICE Berkelanjutan
Usia 30-an Lutut Mulai...
Usia 30-an Lutut Mulai Rewel? Mengapa Welmove Bukan Hanya Suplemen untuk Orang Tua
My Devil President:...
My Devil President: Microdrama CEO yang Penuh Plot Twist
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Swift Vows Love Story Unfolds di V+Short, Kisah Cinta CEO
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved