Podcast Aksi Nyata: Begini Cara Membagi Waktu Antara Profesi dan Hobi

Senin, 31 Oktober 2022 - 21:01 WIB
loading...
Podcast Aksi Nyata: Begini Cara Membagi Waktu Antara Profesi dan Hobi
dr. Ibnu Faisal, seorang pria yang berprofesi sebagai dokter umum dalam Podcast Aksi Nyata di YouTube Partai Perindo, Senin, (31/10/2022). Foto/YouTube Partai Perindo
A A A
JAKARTA - Profesi dan hobi adalah dua hal yang berbeda. Namun, keduanya bisa dimiliki secara bersamaan dalam diri seseorang. Salah satunya seperti dr. Ibnu Faisal, seorang pria yang berprofesi sebagai dokter umum dengan segudang hobinya.

Sama halnya dengan orang-orang dengan berbagai profesinya, dokter yang kerap disapa dr. Faisal ini menjadikan hobi sebagai suatu wujud dari kesenangan yang menurutnya terkadang didukung oleh passion yang terpendam.

Sebagai seorang dokter, dr. Faisal ternyata memiliki sederet hobi yang sebenarnya cukup menyita tenaga dan waktu. Mulai dari musik, olahraga, hingga otomotif. Stigma terkait profesi dokter yang tidak punya banyak waktu untuk menyalurkan hobi dan passion pun ia patahkan.

“Sebenarnya nggak sepadet yang dibayangin kebanyakan orang-orang sih ya. Jadi misalnya dokter itu punya jam-jam kerjanya masing-masing, ada yang 12 jam, ada yang 24 jam. Jadi kalau misalnya lagi dapet jadwal yang nggak full time gitu, lagi gak dapet 24 jam, di sela-sela itu kita bisa melakukan kegiatan yang lain sih. Gimana orangnya aja nyempetin waktunya sebenarnya,” ujarnya, dalam Podcast Aksi Nyata di YouTube Partai Perindo, Senin, (31/10/2022).

Baca Juga: Podcast Aksi Nyata: Mengenal Dokter Hewan dan Spesialisasinya

“Mungkin kalo dibilang padet itu, mungkin kalau dia lagi cerita pasiennya lagi terlalu rame mungkin. Jadi keliatannya dia capek banget,” imbuhnya.

Bahkan, dr. Faisal menilai, sederet hobi yang ia lakukan merupakan salah satu bentuk ‘healing’ dirinya sebagai seorang dokter yang memiliki rutinitas padat dan dilakukan berulang setiap harinya. Bahkan, ia mengaku akan merasa stress jika tak menyalurkan hobinya itu.

“Kalau dibilang healing dari kebanyakan orang, mungkin liburan atau apa gitu ya. Tapi kalau buat saya sendiri itu hobi sudah termasuk healing ya. Jadi ngelakuin hobi itu tanpa ada rasa kaya ada dipaksa gitu. Jadi ngelakuinnya emang bener-bener dari hati aja. Malah kalau nggak ngelakuin hobi-hobi itu kayaknya bisa jadi stress gitu ya ntar,” ungkapnya.

Meski kerap merasakan stress dan bosan dengan segala rutinitasnya, dr. Faisal juga mengaku tetap berusaha menjaga profesionalitasnya sebagai seorang dokter, meskipun memiliki sederet hobi yang menyita waktu dan tenaga.

“Dibilang muak sih nggak. Setiap hari kan kayak ketemunya orang yang ngasih keluhan. Jadi ada aja kayak titik-titik dimana kaya kita ngerasa capek juga ngedengerin keluhan sakitnya orang setiap hari gitu. Tapi mau nggak mau kan harus tetap ngasih yang terbaik buat pasiennya,” tuturnya.

Bahkan, ia kini mengaku mulai memfokuskan beberapa hobinya, salah satunya di bidang otomotif. Setelah menekuni sederet hobi-hobinya itu, dr. Faisal merasa telah menemukan passion di dunia otomotif, khususnya motor.

“Motoran sih sekarang yang makin kesini tuh makin kerasa oh ini nih kaya ada passionnya. Jadi ngelakuin motoran itu bener-bener nyenengin. Kalau nggak motoran badannya malah lebih capek gitu,” katanya.
(hri)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3380 seconds (11.97#12.26)