Merokok dan Nge-Vape Sama Buruknya untuk Kesehatan Tubuh
Rabu, 08 Juli 2020 - 12:02 WIB
loading...
Merokok rokok biasa dan vape sama-sama buruk bagi kesehatan manusia. Keduanya menyebabkan peradangan, merusak DNA dan meningkatkan risiko komplikasi Covid-19. (American Heart Association)
A
A
A
Merokok dan vape buruk bagi kesehatan manusia. Itulah hasil dari studi baru yang dipimpin oleh Dr. Thomas Munzel, kepala kardiologi di Pusat Medis di Universitas Johannes Gutenberg di Mainz, Jerman.
Studi tersebut mengatakan merokok dan vape menyebabkan peradangan, dan merusak DNA. Selain itu, para peneliti mengatakan merokok dan vape meningkatkan risiko komplikasi COVID-19 yang serius.
Para ilmuwan mengatakan ini adalah studi besar pertama yang membandingkan tiga bentuk merokok dan vape yakni tembakau, e-rokok, dan water pipe. (Baca Juga: Nikotin pada Rokok Dorong Penyebaran Sel Kanker Paru ke Otak )
"Studi ini, bersama dengan banyak penelitian lain, telah menemukan bahwa merokok dan vape menyebabkan kerusakan signifikan pada sistem kardiovaskular dan merusak fisiologi paru yang merusak sistem pernapasan," kata Dr. Osita Onugha selaku direktur laboratorium inovasi bedah di John Wayne Cancer, di Santa Monica, California.
"Mereka semua berbahaya. Rokok lebih banyak dipelajari, jadi ada lebih banyak data untuk menunjukkan semua efek merusak pada tubuh. Vape relatif baru dan belum dipelajari secara ekstensif," sambungnya.
Studi tersebut mengatakan merokok dan vape menyebabkan peradangan, dan merusak DNA. Selain itu, para peneliti mengatakan merokok dan vape meningkatkan risiko komplikasi COVID-19 yang serius.
Para ilmuwan mengatakan ini adalah studi besar pertama yang membandingkan tiga bentuk merokok dan vape yakni tembakau, e-rokok, dan water pipe. (Baca Juga: Nikotin pada Rokok Dorong Penyebaran Sel Kanker Paru ke Otak )
"Studi ini, bersama dengan banyak penelitian lain, telah menemukan bahwa merokok dan vape menyebabkan kerusakan signifikan pada sistem kardiovaskular dan merusak fisiologi paru yang merusak sistem pernapasan," kata Dr. Osita Onugha selaku direktur laboratorium inovasi bedah di John Wayne Cancer, di Santa Monica, California.
"Mereka semua berbahaya. Rokok lebih banyak dipelajari, jadi ada lebih banyak data untuk menunjukkan semua efek merusak pada tubuh. Vape relatif baru dan belum dipelajari secara ekstensif," sambungnya.
Lihat Juga :