Merokok dan Nge-Vape Sama Buruknya untuk Kesehatan Tubuh
Rabu, 08 Juli 2020 - 12:02 WIB
loading...
A
A
A
Para ilmuwan menemukan beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa rokok tembakau lebih berbahaya daripada e-rokok. Namun, beberapa penelitian besar menangani efek water pipe, yang juga disebut hookah, shisha, dan narghile.
Meskipun penyelidikan lebih lanjut diperlukan, penelitian ini menyimpulkan bahwa merokok water pipe tidak kalah berbahaya dari merokok tembakau. Dengan demikian, water pipe juga tidak dapat dianggap sebagai alternatif yang sehat.
"Menghirup uap air memiliki risiko juga, karena Anda masih menghirup bahan kimia yang dipanaskan ke suhu yang lebih tinggi," ujar Dr. Alvin Singh, seorang ahli paru anak di Children's Mercy Hospital di Kansas City, Missouri dilansir dari Health Line.
Singh memecahkan beberapa perbedaan di antara ketiganya. Rokok memiliki lebih banyak bahan kimia, yang jika dipanaskan pada suhu yang lebih tinggi meningkatkan risiko kerusakan yang lebih parah dari waktu ke waktu. Rokok elektrik dipanaskan pada suhu yang lebih rendah, yaitu 400 derajat dibandingkan dengan 700—800 derajat pada rokok. Namun, rokok jenis ini masih dapat menyebabkan beberapa cedera. Efek jangka panjang masih belum diketahui, tapi tidak terlihat bagus.
Efek merokok dan vape juga membuat efek COVID-19 semakin serius bagi mereka yang sudah memiliki kerusakan paru-paru. “Pandemi COVID-19 mengharuskan kami untuk fokus mempelajari hal-hal baru dengan cepat,” papar Dr. Loren Wold selaku asisten dekan untuk penelitian kesehatan biologis di The Ohio State University. (Baca Juga: Ini Sebab Rokok Tingkatkan Risiko Terkena Infeksi Covid-19 )
Meskipun penyelidikan lebih lanjut diperlukan, penelitian ini menyimpulkan bahwa merokok water pipe tidak kalah berbahaya dari merokok tembakau. Dengan demikian, water pipe juga tidak dapat dianggap sebagai alternatif yang sehat.
"Menghirup uap air memiliki risiko juga, karena Anda masih menghirup bahan kimia yang dipanaskan ke suhu yang lebih tinggi," ujar Dr. Alvin Singh, seorang ahli paru anak di Children's Mercy Hospital di Kansas City, Missouri dilansir dari Health Line.
Singh memecahkan beberapa perbedaan di antara ketiganya. Rokok memiliki lebih banyak bahan kimia, yang jika dipanaskan pada suhu yang lebih tinggi meningkatkan risiko kerusakan yang lebih parah dari waktu ke waktu. Rokok elektrik dipanaskan pada suhu yang lebih rendah, yaitu 400 derajat dibandingkan dengan 700—800 derajat pada rokok. Namun, rokok jenis ini masih dapat menyebabkan beberapa cedera. Efek jangka panjang masih belum diketahui, tapi tidak terlihat bagus.
Efek merokok dan vape juga membuat efek COVID-19 semakin serius bagi mereka yang sudah memiliki kerusakan paru-paru. “Pandemi COVID-19 mengharuskan kami untuk fokus mempelajari hal-hal baru dengan cepat,” papar Dr. Loren Wold selaku asisten dekan untuk penelitian kesehatan biologis di The Ohio State University. (Baca Juga: Ini Sebab Rokok Tingkatkan Risiko Terkena Infeksi Covid-19 )
Lihat Juga :