Kaesang dan Erina Gelar Prosesi Bubak Kawah di Pernikahan, Ini Maknanya
Sabtu, 10 Desember 2022 - 12:49 WIB
loading...
Kaesang Pangarep dan Erina Gudono menggelar prosesi bubak kawah di hari pernikahan. Bubak kawah tradisi pernikahan adat Jawa yang bahasa berasal dari bubak. Foto/Instagram Kaesang Pangarep
A
A
A
JAKARTA - Kaesang Pangarep dan Erina Gudono menggelar prosesi bubak kawah di hari pernikahan, Sabtu (10/12/2022). Bubak kawah merupakan tradisi pernikahan adat Jawa yang secara bahasa berasal dari bubak atau mbukak yang berarti membuka. Sedangkan kawah artinya adalah air yang keluar sebelum kelahiran bayi.
Secara istilah bubak kawah memiliki makna membuka jalan mantu sekaligus sebagai bentuk rasa syukur dari kedua orang tua dapat membuka jalan untuk menikahkan anaknya. Tradisi bubak kawah dilaksanakan ketika orang tua mengadakan mantu atau menikahkan anaknya untuk pertama kali.
Dirangkum dari berbagai sumber, tidak selalu anak yang sulung tetapi bisa anak yang ke dua atau seterusnya. Jadi ketika orang tua akan mengadakan mantu lagi maka tidak akan ada tradisi bubak kawah lagi.
Bubak kawah sendiri sebenarnya termasuk dalam satu rangkaian dengan upacara panggih atau temu manten. Tradisi ini biasa dilakukan setelah sungkeman selesai. Namun biasanya bisa dilakukan pada saat prosesi siraman.
Baca Juga: Mengenal Upacara Injak Telur, Prosesi Adat yang Dilakukan Kaesang dan Erina di Pernikahan
Setelah rangkaian upacara panggih selesai, akan ada seorang laki-laki dari pihak pengantin wanita datang dengan membawa pikulan berisi beberapa peralatan dapur. Peralatan dapur ini nantinya akan diperebutkan oleh para tamu undangan yang hadir.
Mitosnya, siapapun yang mendapatkan peralatan dapur tersebut, bagi yang masih single akan enteng jodoh. Sedangkan bagi yang sudah menikah akan enteng mantu jika ia memiliki anak gadis.
Secara istilah bubak kawah memiliki makna membuka jalan mantu sekaligus sebagai bentuk rasa syukur dari kedua orang tua dapat membuka jalan untuk menikahkan anaknya. Tradisi bubak kawah dilaksanakan ketika orang tua mengadakan mantu atau menikahkan anaknya untuk pertama kali.
Dirangkum dari berbagai sumber, tidak selalu anak yang sulung tetapi bisa anak yang ke dua atau seterusnya. Jadi ketika orang tua akan mengadakan mantu lagi maka tidak akan ada tradisi bubak kawah lagi.
Bubak kawah sendiri sebenarnya termasuk dalam satu rangkaian dengan upacara panggih atau temu manten. Tradisi ini biasa dilakukan setelah sungkeman selesai. Namun biasanya bisa dilakukan pada saat prosesi siraman.
Baca Juga: Mengenal Upacara Injak Telur, Prosesi Adat yang Dilakukan Kaesang dan Erina di Pernikahan
Setelah rangkaian upacara panggih selesai, akan ada seorang laki-laki dari pihak pengantin wanita datang dengan membawa pikulan berisi beberapa peralatan dapur. Peralatan dapur ini nantinya akan diperebutkan oleh para tamu undangan yang hadir.
Mitosnya, siapapun yang mendapatkan peralatan dapur tersebut, bagi yang masih single akan enteng jodoh. Sedangkan bagi yang sudah menikah akan enteng mantu jika ia memiliki anak gadis.
Lihat Juga :