Anda Harus Tahu! Peran Immunomodulator di Era New Normal
Minggu, 12 Juli 2020 - 11:02 WIB
loading...
A
A
A
Konsumsi suplemen immunomodulator menjadi penting, sebab saat PSBB diperlonggar, banyak orang beraktivitas, termasuk Orang Tanpa Gejala (OTG). Walau tanpa gejala, tetap saja OTG memiliki potensi untuk menularkan orang di sekitar, terutama yang daya tahannya lemah. Terkadang gejalanya tidak ringan atau bisa sedang hingga berat.
“Justru saat ini yang mengkhawatirkan itu OTG. Di sinilah pentingnya menjaga daya tahan secara optimal di samping menerapkan protokol kesehatan," imbuh dr. Inggrid. (Baca Juga: Waspada! Diabetes Juga Bisa Serang Orang dengan Berat Badan Ideal )
Immunomodulator yang bersifat immuno stimulan kuat atau imun booster kuat, bisa dikonsumsi setiap hari antara 8-16 minggu.
"Biasanya jeda dua minggu sudah cukup, setelah itu konsumsi kembali. Hal ini untuk menghindari kemungkinan timbulnya efek samping, seperti imuno supresan dan sebagainya, meski belum ada bukti kuat," ujar dr. Inggrid.
Sementara itu VP Research & Development and Regulatory SOHO Global Health DR. Raphael Aswin Susilowidodo, M.Si mengatakan, immunomodulator yang baik mengandung ekstrak echinacea pupurea dan zinc picolinate. Kandungan ekstrak echinacea purpurea telah terbukti secara klinis dapat memodulasi atau mengatur sistem daya tahan tubuh sekaligus mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut. Sementara zinc picolinate berperanan aktif dan bekerja sinergis pada sistem imun tubuh.
“Justru saat ini yang mengkhawatirkan itu OTG. Di sinilah pentingnya menjaga daya tahan secara optimal di samping menerapkan protokol kesehatan," imbuh dr. Inggrid. (Baca Juga: Waspada! Diabetes Juga Bisa Serang Orang dengan Berat Badan Ideal )
Immunomodulator yang bersifat immuno stimulan kuat atau imun booster kuat, bisa dikonsumsi setiap hari antara 8-16 minggu.
"Biasanya jeda dua minggu sudah cukup, setelah itu konsumsi kembali. Hal ini untuk menghindari kemungkinan timbulnya efek samping, seperti imuno supresan dan sebagainya, meski belum ada bukti kuat," ujar dr. Inggrid.
Sementara itu VP Research & Development and Regulatory SOHO Global Health DR. Raphael Aswin Susilowidodo, M.Si mengatakan, immunomodulator yang baik mengandung ekstrak echinacea pupurea dan zinc picolinate. Kandungan ekstrak echinacea purpurea telah terbukti secara klinis dapat memodulasi atau mengatur sistem daya tahan tubuh sekaligus mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut. Sementara zinc picolinate berperanan aktif dan bekerja sinergis pada sistem imun tubuh.
(tsa)
Lihat Juga :