Anda Harus Tahu! Peran Immunomodulator di Era New Normal

Minggu, 12 Juli 2020 - 11:02 WIB
loading...
Anda Harus Tahu! Peran...
Tubuh memerlukan tambahan suplemen dari luar, salah satunya suplemen immunomodulator, demi mencegah terpapar virus. Foto Ilustrasi/Vitacost
A A A
JAKARTA - Meningkatkan daya tahan adalah pertahanan tubuh yang amat krusial di saat pandemi, mengingat angka kepositifan virus terus meningkat di era new normal di mana artinya virus bermutasi makin banyak.

Dr. Budhi Antariksa Ph.(D), Sp.P(K) dari Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI dan RS Persahabatan mengatakan, belum diketahui sampai kapan virus akan berakhir, begitu juga dengan penemuan vaksin. Maka, suplemen seperti immunomodulator dan multivitamin amat diperlukan.

"Tidak semua virus RNA itu bisa dibuatkan vaksinnya. Contoh, HIV dan Hepatitis C. Ada beberapa virus memang tidak ada vaksinnya. Dan kebetulan, corona itu masuk virus RNA, jadi belum tentu bisa dibentuk vaksinnya. Semoga sih bisa. Tapi, sampai sekarang belum ada buktinya," kata Dr. Budhi dalam sebuah diskusi online yang diadakan IMBOOST, belum lama ini. (Baca Juga: Gargle dengan Antiseptik Kandungan PVP-I Efektif Lawan Virus Corona )

DR. (Cand) dr. Inggrid Tania, M.Si menambahkan, tubuh memerlukan tambahan suplemen dari luar, salah satunya suplemen immunomodulator. Zat ini memengaruhi sistem imun, di mana sistem tubuh diaktivasi dan dimodulasi.

“Di masa new normal justru perlu mengonsumsi suplemen immunomodulator. Walaupun new normal, kita tetap beraktivitas, tingkat stres tinggi baik stres fisik maupun stres mental. Ketika berada di luar rumah, maka kita semakin tidak terlindungi sehingga potensi tertular COVID-19 juga tinggi," papar Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) itu.

Dr. Inggrid melanjutkan, immunomodulator bisa didapat dari subtansi natural ataupun sitentik. Untuk perlindungan imun yang maksimal, perlu mengonsumsi keduanya, baik immunomodulator natural contohnya echinacea maupun yang sitentik.

"Contoh yang sitentik itu misalnya vitamin C, vitamin D. Kemudian, yang dari bahan natural, tentu saja akan lebih bagus karena lebih baik diterima oleh tubuh. Sehingga, kita berharap lebih mudah diabsorpsi," katanya.

Konsumsi suplemen immunomodulator menjadi penting, sebab saat PSBB diperlonggar, banyak orang beraktivitas, termasuk Orang Tanpa Gejala (OTG). Walau tanpa gejala, tetap saja OTG memiliki potensi untuk menularkan orang di sekitar, terutama yang daya tahannya lemah. Terkadang gejalanya tidak ringan atau bisa sedang hingga berat.

“Justru saat ini yang mengkhawatirkan itu OTG. Di sinilah pentingnya menjaga daya tahan secara optimal di samping menerapkan protokol kesehatan," imbuh dr. Inggrid. (Baca Juga: Waspada! Diabetes Juga Bisa Serang Orang dengan Berat Badan Ideal )

Immunomodulator yang bersifat immuno stimulan kuat atau imun booster kuat, bisa dikonsumsi setiap hari antara 8-16 minggu.

"Biasanya jeda dua minggu sudah cukup, setelah itu konsumsi kembali. Hal ini untuk menghindari kemungkinan timbulnya efek samping, seperti imuno supresan dan sebagainya, meski belum ada bukti kuat," ujar dr. Inggrid.

Sementara itu VP Research & Development and Regulatory SOHO Global Health DR. Raphael Aswin Susilowidodo, M.Si mengatakan, immunomodulator yang baik mengandung ekstrak echinacea pupurea dan zinc picolinate. Kandungan ekstrak echinacea purpurea telah terbukti secara klinis dapat memodulasi atau mengatur sistem daya tahan tubuh sekaligus mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut. Sementara zinc picolinate berperanan aktif dan bekerja sinergis pada sistem imun tubuh.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Tanda Kuku yang Bisa...
5 Tanda Kuku yang Bisa Jadi Gejala Penyakit, Jangan Diabaikan!
Gigi Hilang Jangan Dibiarkan,...
Gigi Hilang Jangan Dibiarkan, Bisa Ganggu Fungsi Kunyah dan Susunan Gigi
Indonesia Siapkan Bank...
Indonesia Siapkan Bank Plasma Nasional, Target Beroperasi pada 2027
Sering Dikira Daki,...
Sering Dikira Daki, Bercak Hitam di Leher Bisa Jadi Tanda Resistensi Insulin
Menjaga Sendi Tetap...
Menjaga Sendi Tetap Sehat agar Nyaman Bergerak di Setiap Usia
Studi: 2 dari 5 Orang...
Studi: 2 dari 5 Orang Kardiovaskular Berisiko Serangan Jantung dan Stroke
DeRUCCI Resmi Hadir...
DeRUCCI Resmi Hadir di Indonesia, Perkenalkan Kasur AI Pertama
6 Negara dengan Sistem...
6 Negara dengan Sistem Pelayanan Kesehatan Terbaik di Dunia, 3 Ada di Asia
Robot Humanoid Cetak...
Robot Humanoid Cetak Sejarah, Berhasil Melakukan Operasi Jarak Jauh Pertama di Dunia
Rekomendasi
Apa Itu Universitas...
Apa Itu Universitas Republik Indonesia yang Dibentuk Prabowo dan Dipimpin Donny Ermawan?
Yusril Berkunjung ke...
Yusril Berkunjung ke MUI Malam Ini, Jelaskan Penangkapan WNA Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
Berita Terkini
Sah! Nathalie Holscher...
Sah! Nathalie Holscher Resmi Menikah dengan Arief Fadli, Jawaban Doa Umrah
Sambangi Polres Jakarta...
Sambangi Polres Jakarta Selatan, Amanda Manopo Siap Laporkan Pihak Manajemen
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps 20: Kedekatan Elio dan Arumi Semakin Menjadi Sorotan
My Chef In Crime, Serial...
My Chef In Crime, Serial Thriller Kriminal Kuliner Pertama di Indonesia yang Siap Hadir di VISION+
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 31: Bunda Latifah Terus Mendesak Mining Untuk Segera Mencari Jaka
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama The Stolen Fairytale di V+Short, Dibintangi Dinda Mahira hingga Venly Arauna
Infografis
Jurusan Kuliah dengan...
Jurusan Kuliah dengan Prospek Kerja Bagus di Era 5.0
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved