Dua Pasang Hati

Minggu, 24 Mei 2015 - 09:55 WIB
Dua Pasang Hati
Dua Pasang Hati
A A A
Lantas dokter itu menepuk pundak anak buah Lara dan bertanya, ”Ada apa, ya?” Gadis itu mengatur nafasnya lebih dulu sebelum ia menjawab, ”Ng.. anu Pak dokter, teman saya...” belum sempat Keenan dapat jawaban, gadis itu sudah disibukkan dengan pria yang nampaknya juga salah satu anak buah Lara.

Pria berambut keriting itu menarik lengannya, lalu menyuruhnya untuk ikut membantu mengevakuasi korban yang ada di dalam gudang. Kalo dua anak buah Lara berada di luar, sementara ia belum melihat batang hidung Lara sejak tadi, itu artinya... Perasaan Keenan berubah kalut, takut apa yang dipikirkannya benar terjadi. Dengan segera, Keenan mengikuti langkah dua anak buah Lara.

Suasana semakin kisruh, ketika salah satu petugas berkata ada kerusakan yang terjadi dengan daun pintu gudang, selain itu ada sebuah benda berat yang menahan pintu dari dalam. Sehingga korban tidak dapat dikeluarkan dari dalam gudang, meskipun sudah menggunakan kunci gudang tersebut. Keenan menjadi satu-satunya dokter yang turut membantu evakuasi korban yang terkunci dari dalam hari itu.

Setelah beberapa saat, Ardio menyusul dan ikut membantunya, membobrok pintu gudang yang sudah terikat dari dalam. Keenan tak lagi dapat berpikir jernih, kalau sampai benar Lara adalah korban dari kelalaian pihak rumah sakit, ia tak segan-segan memarahi pihak rumah sakit yang memberikan ruangan ini untuk menyimpan barang.

Keenan tahu betul penyakit apa yang diidap Lara sejak kecil dan itu sangat membahayakan kondisi kesehatan maupun jiwanya. Setelah hampir satu setengah jam, akhirnya pintu sudah terbuka dengan bantuan sebuah alat pendorong yang dikerahkan petugas. Ruangan itu begitu gelap, sempit dan berdebu, belum lagi banyaknya barang-barang bekas yang diletakkan berdesakan dengan lemari bekas yang diletakkan di dalamnya.

Salah seorang dokter jaga juga turut membantu menemukan Lara yang terhimpit di gudang tersebut, tapi Keenan tidak peduli meskipun dokter jaga itu berusaha menemukan Lara, tanpa pikir panjang Keenan juga turut masuk ke gudang dan membantu menemukan Lara. Tubuh Lara ditemukan terkulai lemas di himpitan lemari bekas penyimpanan alatalat kedokteran yang digunakan rumah sakit. Keenan-lah yang berhasil menemukan gadis itu pingsan dalam keadaan duduk. Ia menggenggam pergelangan tangan Lara dan mencari denyut nadi gadis itu. Ia mampu bernapas lega, Lara masih bisa selamat walaupun kondisinya sangat lemah.

Jadilah si dokter jaga itu malah keluar lebih dulu dibanding Keenan yang sibuk menggendong tubuh Lara yang tidak sadarkan diri. Sementara Silvia dan Dodo hanya mampu terdiam melihat kondisi rekannya yang sudah pingsan seperti itu. Terutama Dodo, sejumput perasaan bersalah menghinggap di benaknya, tak berhenti ia menyalahkan dirinya karena kelalaiannya. Tubuh Lara diletakkan di sebuah kasur dan segera dibawa ke ruang UGD untuk diberi pertolongan pertama.

Keenan tetap berada di sisinya selama ia membutuhkan bantuan. Entah mengapa hati Keenan tak kuat melihat keadaan Lara yang sangat terpuruk saat itu. Maka ia bertekad untuk menjaga Lara, meski nanti ia tak diizinkan masuk ke UGD oleh dokter yang berwenang. ”Dokter Keenan, sebaiknya Dokter tunggu di luar,” tegas seorang perawat yang hendak menutup pintu UGD.

”Sus, saya harus berada di dalam. Saya tahu penyebab korban pingsan seperti itu.” ”Apa maksud Dokter Keenan?” Suster itu tampak tak percaya. ”Dokter, Dokter Keenan itu spesialis kandungan. Jadi saya mohon, jangan mempersulit keadaan.” Mata Keenan terbelalak lebar, mendengar apa yang dikatakan oleh Suster tersebut. Memangnya kenapa kalau dia cuma dokter kandungan?

Bukankah dulu ia hampir menjadi dokter ahli bedah syaraf dan otak? Sudah keadaan getir seperti ini, perawat itu malah cari masalah! ”Suster, korban yang barusan kekunci itu pengidap claustrophobia1 ! Masa hanya dikasih perawatan yang nggak cukup memadai kayak gitu?” omel Keenan kesal. Wajah perawat itu mendadak ketakutan ketika Keenan membentaknya hanya karena satu pasien. (bersambung)

Oleh:
Vania M. Bernadette
(ars)
Berita Terkait
Bikin Sulit Bernapas,...
Bikin Sulit Bernapas, Hindari Pemicu Asma dengan Mosehat
Kejutkan Pelanggan,...
Kejutkan Pelanggan, Brand Fashion Lokal Ini Bagikan Pandora Box
Mengandung Ekstrak Daun...
Mengandung Ekstrak Daun Kelor, Mosehat Diyakini Mampu Luruhkan Batu Ginjal
Jaga Kebersihan Lantai...
Jaga Kebersihan Lantai agar Selalu Nyaman Berada di Rumah
Dukung Pemulihan Pariwisata,...
Dukung Pemulihan Pariwisata, Eazy Property Lavaya Bali Gelar Soft Launching
Penunjang Kinerja Profesional...
Penunjang Kinerja Profesional dengan Mobilitas Tinggi
Berita Terkini
INDOFEST 2026 Digelar,...
INDOFEST 2026 Digelar, Taffware Tawarkan Diskon Perlengkapan Outdoor Besar-besaran
2 jam yang lalu
Pendakian Gunung Meningkat,...
Pendakian Gunung Meningkat, Menhut Siapkan Pengaturan untuk Cegah Kecelakaan dan Sampah
9 jam yang lalu
Clara Shinta Tegaskan...
Clara Shinta Tegaskan Tak Punya Catatan Kriminal, SKCK Jadi Bukti di Tengah Polemik
10 jam yang lalu
Latihan Kaki Tak Hanya...
Latihan Kaki Tak Hanya Bakar Kalori, Ternyata Penting untuk Keseimbangan Hormon
10 jam yang lalu
Rencanakan Liburan dengan...
Rencanakan Liburan dengan Lebih Fleksibel Melalui Paylater
10 jam yang lalu
Sinopsis Terikat Janji...
Sinopsis 'Terikat Janji' 4 Juni 2026: Identitas Aslinya Runtuh, Sena Rela Pikul Kesalahan Sendiri demi Lindungi Davina
13 jam yang lalu
Infografis
Hati-hati! Ini 10 Tanda...
Hati-hati! Ini 10 Tanda Kolesterol Tinggi yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved