Perjuangan Nicky Sonjaya Berdayakan Masyarakat Tuai Hasil Manis
Senin, 07 September 2020 - 19:33 WIB
loading...
Nicky Sonjaya membeikan edukasi kepada masyarakat sekitarnya terkait bagaimana cara membuat produk yang bagus, unik dan bernilai. / Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Berupaya membantu memberdayakan masyarakat sekitarnya, seorang pengusaha muda Nicky Sonjaya mendirikan usaha Casiber Houseware di Majalaya, Kabupaten Bandung. Dalam bisnis yang dirintis sejak 2014 ini mengajak masyarakat memanfaatkan kain sisa dari pabrik untuk dijadikan sebuah produk yang bernilai jual tinggi.
(Baca juga: Di Tengah Badai Covid-19, Overkill Bersiap Garap Album Baru )
Melalui bisnis Nicky tersebut, para pengrajin masih bisa bertahan dalam menghadapi pandemi Covid-19 . Nicky sendiri sangat peduli dalam membangun dan mempertahankan ekosistem para pengrajin di wilayahnya. Hingga saat ini, dia telah membangun ekosistem para pengrajin di lebih dari 40 desa di Pulau Jawa, khususnya Jawa Barat.
Dalam menjalankan bisnisnya ini, Nicky dalam pengadaan bahan baku dan memberikan edukasi bagaimana cara membuat produk yang bagus, unik dan bernilai. Ketika produk tersebut sudah siap dijual, maka Nicky membelinya kembali untuk dia distribusikan. Para pengrajinnya pun sudah cukup piawai dalam membuat kerajinan homemade seperti keset anyam, lap pel, cempal dan kerajinan lainnya.
"Selama ini kendala para pengrajin adalah mereka membuat suatu produk yang asal jadi saja, sehingga susah untuk menjualnya. Dengan adanya edukasi dan arahan, maka saat ini mereka sudah tidak ada lagi permasalahan dalam pengadaan bahan baku ataupun penjualannya, sehingga bisa bertahan di tengah Covid-19," papar Nicky dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/9).
(Baca juga: Di Tengah Badai Covid-19, Overkill Bersiap Garap Album Baru )
Melalui bisnis Nicky tersebut, para pengrajin masih bisa bertahan dalam menghadapi pandemi Covid-19 . Nicky sendiri sangat peduli dalam membangun dan mempertahankan ekosistem para pengrajin di wilayahnya. Hingga saat ini, dia telah membangun ekosistem para pengrajin di lebih dari 40 desa di Pulau Jawa, khususnya Jawa Barat.
Dalam menjalankan bisnisnya ini, Nicky dalam pengadaan bahan baku dan memberikan edukasi bagaimana cara membuat produk yang bagus, unik dan bernilai. Ketika produk tersebut sudah siap dijual, maka Nicky membelinya kembali untuk dia distribusikan. Para pengrajinnya pun sudah cukup piawai dalam membuat kerajinan homemade seperti keset anyam, lap pel, cempal dan kerajinan lainnya.
"Selama ini kendala para pengrajin adalah mereka membuat suatu produk yang asal jadi saja, sehingga susah untuk menjualnya. Dengan adanya edukasi dan arahan, maka saat ini mereka sudah tidak ada lagi permasalahan dalam pengadaan bahan baku ataupun penjualannya, sehingga bisa bertahan di tengah Covid-19," papar Nicky dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/9).
Lihat Juga :