Dua Pasang Hati

Selasa, 09 Juni 2015 - 08:56 WIB
Dua Pasang Hati
Dua Pasang Hati
A A A
Selasa... ”Wah, Mbak Lara. Akhirnya, udah sehat. Maafin saya ya, Mbak. Udah ninggalin Mbak begitu aja, waktu kejadian kemaren.

Maaf Mbak, beneran deh.” Dodo pagi-pagi menyampaikan permohonan maafnya. Lara tersenyum padanya, memaklumkan kejadian waktu itu. Ia menilai Dodo begitu tulus dan merasa bersalah padanya. ”Nggak apa-apa, Do. Namanya juga insiden, udah takdir. Lagian emang gudangnya aja yang udah reyot, jadi ya... yang kena saya, deh.” Lara menepuk pundak cowok itu yang masih murung.

”Makasih ya, Mbak. Nggak ngusir saya cuma gara-gara gitu doang. Kirain si Mbak, bakal nggak mau kerja sama dengan saya,” ujar cowok itu lagi. ”Nggak sampe segitunya juga kali, Do. Kan saya udah bilang, semuanya itu insiden. Jangan berlarut-larut gitu.” Lara memamerkan lengan kecilnya, seolah ia punya otot besar. ”Saya udah sehat gini kok, masih aja dikhawatirin?” Dodo tersenyum lugu.

”Gitu dong, jangan sedih terus. Yuk, sekarang kita kerja, lagi. Semangat!” pekik Lara, tanpa sadar suaranya membuat orang-orang di sekitarnya menatap tajam ke arahnya-bahkan, sampe ada anak bayi yang nangis. Lara menunduk malu, aduh... mampus deh gue, gumamnya dalam hati. Dodo hanya terkikik geli melihat rekannya yang satu ini. Dari kejauhan Keenan tampak sedang berjalan menuju mereka. Lagi-lagi sekarang, jantung Lara melompat nggak karuan, dan cheerleaders di hatinya juga menari-nari kegirangan. Keenan berhenti tepat di depan Lara.

Tubuh tinggi tegapnya hanya berkisar satu meter saja. Cowok itu menatap mata Lara tajam, lalu berkata padanya. ”Nggak tau ya, kalo ini rumah sakit?” omelnya langsung tanpa basabasi. ”Maaf, Nan. Gue kan nggak sengaja,” balas cewek itu menyesal. Tapi sepertinya Keenan belum puas menyerangnya, kembali ia menghujani Lara dengan kata-katanya yang pedes, plus senyum menyebalkannya.

”Kalo lo mau teriak-teriak, sana di hutan. Jangan di sini. Ngerti?” Lara mengumpat sebal, memaki cowok itu diam-diam. Idih! Lara menarik ucapannya beberapa waktu lalu, soal kebaikan Keenan. That is the bullshit thing about him ! Setelahnya cowok itu melenggang acuh di depannya, seolah dia tak memiliki kesalahan pada ucapannya.

Nyebelin banget sih orang itu! Lara nggak berhenti memaki dirinya sendiri. Kontan pemandangan itu mengundang rasa penasaran di benak Dodo. Sepertinya dia pernah lihat wajah dokter itu di suatu tempat, di mana ya? Cowok itu berkata dalam hati. Diam-diam, Dodo memerhatikan mimik wajah Lara yang sedikit kesal dengan omelan dokter tersebut. ”Mbak, jangan marah-marah ya. Biarin aja, dokter itu. Mungkin dia lagi berantem kali sama istrinya, makanya meledak sana-sini,” gumam Dodo sambil tertawa.

”Dia belum nikah kok!” tukas Lara pada Dodo. Raut wajah Lara seolah berkata jika dia tidak suka dengan gurauan Dodo barusan. ”Mbak kenal sama dokter tadi? Siapanya Mbak sih, mantan ya, Mbak? Syukur deh, Mbak nggak jadi sama dia. Bisa-bisa Mbak dimarahin terus kalo jadi istrinya,” cerocos Dodo padanya. Selanjutnya, tiba-tiba Dodo mengeluarkan sisir kecil dari saku celananya, merapikan rambut keritingnya lalu berkata, ”Mbak Lara, kalo saya jadi suami Mbak Lara, saya nggak akan pernah marah-marahin Mbak kayak gitu. Saya pasti, sayaaaang banget sama Mbak Lara.

” Lara bergidik geli melihat Dodo yang tiba-tiba aja menyatakan perasaannya yang, ehm.. agak norak sih menurutnya. Lara refleks membalikkan tubuhnya ke belakang, namun tahu-tahu dahi Lara tertabrak pada dada bidang milik cowok itu. yang berjalan di depannya, baru saja kembali dari ruang praktiknya di lantai bawah. Mata Keenan menatap dingin kepala cewek itu yang masih menempel di dadanya. Dengan jari telunjuknya, cowok itu menoyor kepala Lara dan mendorongnya jauh dari dadanya.

Lara juga tidak sadar jika yang ditabraknya adalah Keenan. Ketika ia tahu, cewek itu sengaja melotot ke arahnya. Alis cowok itu sontak terangkat sebelah. ”Ngapain sih lo balik lagi?” omel Lara kesal. ”Gue mau ke arah sana,” cowok itu menjawab dengan wajah ketatnya. Tanpa seulas senyum di bibirnya. (bersambung)

Oleh:
Vania M. Bernadette
(ars)
Berita Terkait
Bikin Sulit Bernapas,...
Bikin Sulit Bernapas, Hindari Pemicu Asma dengan Mosehat
Kejutkan Pelanggan,...
Kejutkan Pelanggan, Brand Fashion Lokal Ini Bagikan Pandora Box
Mengandung Ekstrak Daun...
Mengandung Ekstrak Daun Kelor, Mosehat Diyakini Mampu Luruhkan Batu Ginjal
Jaga Kebersihan Lantai...
Jaga Kebersihan Lantai agar Selalu Nyaman Berada di Rumah
Dukung Pemulihan Pariwisata,...
Dukung Pemulihan Pariwisata, Eazy Property Lavaya Bali Gelar Soft Launching
Penunjang Kinerja Profesional...
Penunjang Kinerja Profesional dengan Mobilitas Tinggi
Berita Terkini
Wardatina Mawa Tuntut...
Wardatina Mawa Tuntut Nafkah Anak Rp25 Juta, Bukan Rp500 Ribu
16 menit yang lalu
Mengenal HYROX, Olahraga...
Mengenal HYROX, Olahraga yang Disebut Mulai Geser Padel di Indonesia
43 menit yang lalu
Gold Medalist Berterima...
Gold Medalist Berterima Kasih kepada Penggemar yang Tetap Mendukung Kim Soo-hyun
1 jam yang lalu
Kangen Dono dan Kasino,...
Kangen Dono dan Kasino, Indro Warkop Ciptakan Lagu 'Dan Aku Rindu'
2 jam yang lalu
Tio Pakusadewo Dirawat...
Tio Pakusadewo Dirawat Akibat Gangguan Jantung, Dewi Irawan Buka Donasi
2 jam yang lalu
Rayakan 10 Tahun, INDOFEST...
Rayakan 10 Tahun, INDOFEST 2026 Targetkan 60.000 Pengunjung dan Transaksi Rp60 Miliar
2 jam yang lalu
Infografis
Hati-hati! Ini 10 Tanda...
Hati-hati! Ini 10 Tanda Kolesterol Tinggi yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved