Dua Pasang Hati

Senin, 22 Juni 2015 - 10:33 WIB
Dua Pasang Hati
Dua Pasang Hati
A A A
”Bagus kalo gitu, Dok. Kebetulan.. hmm, mobil saya lagi di bengkel. Biasa, penyakit bulanan,” guraunya basa-basi. ”Apa... nanti malam kita boleh pulang bareng?” Ratna tanpa malu-malu bertanya.

”Oh gitu. Ya nggak apa-apa sih, tapi saya pulang agak malam. Nggak apa-apa kalo kamu mau nunggu?” Ratna tersenyum mengerti, ”Nggak pa-pa, Dok. Terima kasih banyak ya sebelumnya.” ”No probs.” Lara melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam. Harusnya jam segini, dia sudah berada di rumah, makan cemilan sampe bego sambil nonton film komedi, kesukaannya.

Yang ada sekarang... malah harus berkutat dengan beberapa dokumen dekor yang harus diselesaikan. Lara mengambil napas panjang, rasanya sudah lama sekali nggak ketemu dengan pacar keduanya alias... handphone . Ia mengambil handphone -nya yang diletakkannya di laci meja ruangan rumah sakit itu. Wah, ternyata banyak banget notif yang masuk dari teman-temannya, dan juga dari... KEENAN? Ia sedikit berdeham, ketika nama cowok itu tertera di layar handphone -nya.

Ada apa ya sama si cowok sombong ini? Kok bisa-bisanya dia chat BBM Lara lebih dulu? Cheerleaders di hati Lara mulai menari-nari riang. Jantungnya berdegup lebih kencang, dan tangannya tak berhenti memencet aplikasi BBM-nya. Keenan Saputra: Sori. Oh... my God? Lara mengucekngucek matanya yang tak gatal. Sori? Cowok yang dinginnya lebih parah dari kulkas itu said sorry to her?

Astaga, ini benar-benar sebuah keajaiban buat Lara. Bertahun-tahun mengenal pribadi cowok itu yang begitu acuh, dia nggak pernah meminta maaf bahkan untuk hal kecil saja. Lara tersenyum kecil, melihat perubahan sikap Keenan yang mulai menyentuh pelupuk hatinya. Dan kebetulan... Lara sedari tadi belum keluar ruangan karena berkutat dengan pekerjaannya.

Ada baiknya jika dia menghibur diri dengan keluar ruangan lalu membeli segelas kopi hangat di Seven-Eleven, dekat kantin rumah sakit, terlebih lagi perasaannya sekarang sangat senang. Maka gadis itu bangkit dari kursinya, lalu keluar dari ruangannya. Ia berjalan menyusuri lorong rumah sakit yang sedikit gelap, dan berusaha menguatkan dirinya agar tidak seperti waktu itu.

Lara meremas tangannya kuatkuat, supaya ia diberi kekuatan. Ketika gadis itu sudah sampai di depan pintu lobi rumah sakit, Lara mendapati Keenan tengah berjalan menuju pintu lobi dengan beberapa dokter pria lainnya. Lagi-lagi, jantung Lara berdetak lebih kencang serta hatinya yang terperanjat, melihat wajah Keenan yang sudah mencukur kumis dan janggutnya.

Lara merasakan sengatan aneh yang menguak dari kelakar hatinya, apa dia nyukur kumis dan janggutnya setelah gue bilang dia keliatan tua? Pikir Lara, hanya saja dia menyimpannya dalam hati. Gadis itu tersenyum kecil mendapati perubahan-perubahan Keenan yang mungkin saja disebabkan dirinya. Tangan Lara sudah melambailambai pada Keenan, tapi tetep aja... dia selalu mengacuhkan Lara. Dan.. tau apa yang lebih nyebelin lagi?

Seorang dokter berambut panjang dan berwajah cantik, tiba-tiba saja menyapanya dan ia membalas lambaian tangannya. Oh.. coba lihat itu, tangan Keenan baru saja menepuk pundak perempuan itu! Lara cepat-cepat memalingkan wajahnya ke arah lain, begitu muak dengan kelakuan Keenan yang oh-solame itu. Belum sampai di situ saja, Keenan dan perempuan itu berjalan ke arah Lara, dan didapatinya tangan perempuan itu menyelinap dibalik lengan besar Keenan.

Sori? What the hell is the sorry for? Lara menggerutu dalam hati. Keenan bener-bener playboy dalam selimut! Oh... mungkin dengan sengaja berbuat baik, agar Lara simpati padanya. Lara sepertinya harus menarik kembali ucapannya, kalau Keenan sudah mulai berubah. Ternyata dia masih pribadi yang sama persis sembilan tahun lalu, ketika ia baru tahu Feli merebut Keenan darinya.

Cowok itu obviously menghindari Lara, purapura tidak kenal demi perempuan cantik. Lara dengan sengaja membalikkan badannya, agar Keenan tak menyadari bahwa ia sedari tadi mematung di sana. Melihat perempuan cantik itu masih saja menyelipkan tangannya pada lengan Keenan, dan tidak membuat cowok itu menolaknya... sedikit membuat hati Lara terhenyak. Bukankah beberapa waktu lalu Lara juga menyentuhnya? (bersambung)

Vania M. Bernadette
(ftr)
Berita Terkait
Bikin Sulit Bernapas,...
Bikin Sulit Bernapas, Hindari Pemicu Asma dengan Mosehat
Kejutkan Pelanggan,...
Kejutkan Pelanggan, Brand Fashion Lokal Ini Bagikan Pandora Box
Mengandung Ekstrak Daun...
Mengandung Ekstrak Daun Kelor, Mosehat Diyakini Mampu Luruhkan Batu Ginjal
Jaga Kebersihan Lantai...
Jaga Kebersihan Lantai agar Selalu Nyaman Berada di Rumah
Dukung Pemulihan Pariwisata,...
Dukung Pemulihan Pariwisata, Eazy Property Lavaya Bali Gelar Soft Launching
Penunjang Kinerja Profesional...
Penunjang Kinerja Profesional dengan Mobilitas Tinggi
Berita Terkini
Shopee Campus Cup Diperpanjang!...
Shopee Campus Cup Diperpanjang! Waktunya All Out & Kumpulkan Poin untuk Bawa Kampus Kamu Jadi Juara!
17 menit yang lalu
Pesan Menyentuh Ruben...
Pesan Menyentuh Ruben Onsu untuk Anak di Hari Ulang Tahun, Singgung Kenangan yang Masih Disimpan
1 jam yang lalu
Sarwendah Minta Maaf...
Sarwendah Minta Maaf usai Video Kontroversial Viral, Akui Ucapannya Kurang Tepat
2 jam yang lalu
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Nana Mirdad hingga Maia Estianty Ikut Resah
2 jam yang lalu
Sinopsis Billionaire...
Sinopsis Billionaire Girl vs The Fake Lover, Streaming di Aplikasi V+Short
3 jam yang lalu
Pantai Pasir Putih,...
Pantai Pasir Putih, Junior Chef, dan Petualangan Alam Warnai Liburan Keluarga di HOMM Laguna Bintan
4 jam yang lalu
Infografis
Hati-hati! Ini 10 Tanda...
Hati-hati! Ini 10 Tanda Kolesterol Tinggi yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved