Dua Pasang Hati

Senin, 29 Juni 2015 - 11:05 WIB
Dua Pasang Hati
Dua Pasang Hati
A A A
Awas aja nih, kalo dia sengaja ngomong deketdeket Lara, disumpel es, baru tahu! ”Nggak usah kelamaan gitu ngeliatin gue, lama-lama mata lo jereng kalo keterusan,” gumam Keenan tanpa menoleh pada Lara setitikpun.

Ya ampun, orang ini ternyata notice -nya cepet banget, ya? Nggak nyangka, padahal orangnya cuek bebek begitu. ”Hahaha, apaan sih lo. Pede jaya banget ya. Inget lo itu udah tua, masih aja niru-niru anak muda,” sindir Lara sambil tertawa. ”Biar tua-tua gini, sembilan tahun lalu juga lo cinta banget kan sama gue?” Skak, Lara! Skak! Habis sudah otak Lara untuk mencari bahan sanggahan yang terlontar dari cowok berdarah Jawa-Inggris ini.

Keenan selalu tahu di mana letak kelemahan Lara, dan membuatnya mati kutu nggak berdaya. ”Itu kan dulu...” Lara mulai membela diri, tapi tetap nggak bisa tertipu dari nada bicaranya yang ragu, akibatnya kebimbangan Lara ini mengundang senyum kemenangan dari Keenan dan lagi-lagi pertanyaan menyebalkan dari si ibu-ibu tadi. ”Mas ini mantan suaminya?” tanyanya dengan wajah tanpa bersalah yang disertai senyumsenyum menggoda. Si ibu ini, menepuk pundak belakang Keenan, lalu memberi saran, ”Makanya yang romantis dong, Mas.

Biar cepet rujuk sama mantan istrinya si Mas.” Ih! Lara udah nggak tahan lagi dengan kicauan si Ibu-ibu kepo ini, dalem hati Lara udah merutuk, urusin aja anak lo ndiri! Rasanya pengen banget nabok mulut jahil ibuibu ini. ”Bu, dia ini cuma..” Baru saja Lara meralat semuanya, tiba-tiba Keenan menarik tubuh gadis itu berdekatan dengannya. ”Saya mantan pacarnya, Bu. Saya nggak perlu jadi orang romantis untuk bahagiain dia. Mantan saya ini, cinta saya apa adanya,” ucap Keenan sambil menatap lurus ibu-ibu itu.

Pandangan matanya itu, beda dari yang biasanya, bagi Lara sih, ya. Meskipun tetep terlihat datar dan dingin, tapi nggak tahu kenapa, Keenan mengatakannya dengan sungguh-sungguh, seperti nggak punya beban dengan ucapannya tersebut, apalagi sampe si ibu-ibu ini percaya seratus persen padanya. Tensi darah Lara seolah bergejolak naikturun, seusai mendengar ucapan Keenan demi menutup mulut si ibuibu ini. Dan karena itu, organ-organ vital Lara seolah dilumpuhkan oleh satu nama yaitu, Keenan.

Daya pikatnya yang mahadahsyat itu, benar-benar mengorek kenangan indah mereka, sewaktu Lara masih SMA dulu. Tapi akibat ulah Keenan ini, si ibuibu itu beneran tutup mulut, lho. Dia udah nggak banyak komentar aneh-aneh soal Keenan lagi, kayaknya kali ini Keenan sukses lagi. Selain menyihir ibu-ibu itu sampe kagum dengannya, tapi juga kembali menyihir Lara dengan daya pikatnya itu.

Mungkin, malam ini akan menjadi malam pertama untuk Lara, menyusuri jalan pinggiran Ibu Kota yang biasanya riuh ramai dengan kemacetan-dan sekarang, beranjak sepi dari masalah paling pelik di Jakarta itu, bersama dengan seseorang yang juga ikutan membuat keadaan hatinya pelik. Kalau aja Lara boleh jujur, sejak tadi sebenernya gadis itu merasa bahagia hari ini. Bukan karena kelakuan Keenan yang membuat jantungnya berdebar kencang tadi, tapi karena pria yang dulu sempat mengisi hatinya itu, sepertinya sudah mulai beradaptasi terhadap sisi pribadi Lara yang lain.

Walaupun Keenan terlihat anteng-anteng aja dari tadi, Lara memerhatikan sikap Keenan sedikit berubah padanya. Dia tidak lagi menyunggingkan senyum sinisnya atau mengomentari Lara dengan kata-kata cabenya itu, melainkan senyum lima detik, nunduk malu, atau memerhatikan Lara yang sedang serius berbicara padanya. Pokoknya, beda banget deh dari pribadi Keenan yang terkenal arogan, ketus dan dingin itu.

Seperti tadi misalnya, ketika Lara memanggilnya dengan sebutan Dokter Tua dia malah senyum-senyum aja, dan as always ya, mengkhawatirkan kerutankerutan di wajahnya. Wait, since when this cold guy being concern about his age? ”Ehrm, gue liat-liat ada yang nyukur abis the moustache and beard , nih?” sindir Lara, ketika mereka berjalan berdampingan.

Cowok itu mengumbar senyum tulusnya kemudian menjawab, ”Kenapa, gue kelihatan ganteng ya? Lebih muda dua tahun, kan?” Terang saja jawaban oh-soconfident -­nya Keenan membuat Lara tergelak. ”Hahaha, pede banget sih lo. Begini nih, kalo dokter tua maunya dibilang muda terus...” ”Buat gue tiga puluh itu belum tua. Umur segini, cowok lebih seneng cari duit, daripada cari bini,” sahutnya dengan alasan logis.

(bersambung)
(ars)
Berita Terkait
Bikin Sulit Bernapas,...
Bikin Sulit Bernapas, Hindari Pemicu Asma dengan Mosehat
Kejutkan Pelanggan,...
Kejutkan Pelanggan, Brand Fashion Lokal Ini Bagikan Pandora Box
Mengandung Ekstrak Daun...
Mengandung Ekstrak Daun Kelor, Mosehat Diyakini Mampu Luruhkan Batu Ginjal
Jaga Kebersihan Lantai...
Jaga Kebersihan Lantai agar Selalu Nyaman Berada di Rumah
Dukung Pemulihan Pariwisata,...
Dukung Pemulihan Pariwisata, Eazy Property Lavaya Bali Gelar Soft Launching
Penunjang Kinerja Profesional...
Penunjang Kinerja Profesional dengan Mobilitas Tinggi
Berita Terkini
Indonesia Manufacturing...
Indonesia Manufacturing Symposium 2026, Membangun Sistem Enterprise
10 jam yang lalu
Album Baru Slank Republik...
Album Baru Slank Republik Fufu Fafa Resmi Meluncur, Sarat Kritik Sosial
10 jam yang lalu
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh dengan Keseruan: Menjelajahi Pesona Malaysia, Singapura & Thailand
11 jam yang lalu
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 62: Dipa Terus Memprovokasi Novan, Sementara Davina Merasakan Firasat Buruk
11 jam yang lalu
Shopee Campus Cup Diperpanjang!...
Shopee Campus Cup Diperpanjang! Waktunya All Out & Kumpulkan Poin untuk Bawa Kampus Kamu Jadi Juara!
12 jam yang lalu
Kini Merawat Kulit Jadi...
Kini Merawat Kulit Jadi Lebih Personal, Teknologi EXO3 Siap Manjakan Kulitmu dari Rumah
12 jam yang lalu
Infografis
Lauren Sanchez, Jurnalis...
Lauren Sanchez, Jurnalis dan Pilot yang Taklukkan Hati Jeff Bezos
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved