Awas! Jajanan Anak Sekolah Tercemar Mikrobiologi

Kamis, 02 November 2017 - 14:05 WIB
Awas! Jajanan Anak Sekolah...
Awas! Jajanan Anak Sekolah Tercemar Mikrobiologi
A A A
JAKARTA - Laporan Aksi Nasional PJAS 2014 menyebutkan, 23,82% pangan jajan anak sekolah yang diuji sampel BPOM masih tidak memenuhi syarat akibat cemaran mikrobiologi.

Fakta juga menunjukkan bahwa 40% anak masih belum membiasakan sarapan. Hal ini semakin mendorong anak untuk jajan di sekolah.

“Kondisi tersebut perlu diatasi melalui upaya seluruh masyarakat sekolah untuk memperbaiki pola makan, termasuk jajan yang sehat, aman, dan bergizi,” ungkap Dr Ir Sri Anna Marliyati MAS, Sekretaris Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB dalam acara Media Program bertema “Warung Anak Sehat (WAS)” yang diadakan Sarihusada.

Dia melanjutkan, masih banyak anak sekolah yang mengonsumsi makanan tinggi energi, tinggi lemak, tinggi gula dan garam, serta kurangnya konsumsi buah dan sayur. Hal ini memicu semakin meningkatnya obesitas di kalangan anak-anak.

Sebaliknya, banyak pula anak yang mengonsumsi pangan jajanan yang hanya mengandung karbohidrat sehingga asupan gizinya tidak tercukupi. Guna mendukung upaya pemerintah memperbaiki status gizi anak, Sarihusada mengadakan program WAS yang memiliki target memperbaiki kebiasaan anak sekolah dalam mengonsumsi makanan/jajanan bersih dan sehat di lingkungan sekolah.

“Dalam kesehariannya, anak lebih banyak menghabiskan waktu di sekolah. Untuk itu, intervensi makanan/jajanan sehat di sekolah amat penting. Kami melihat, bila status gizi anak baik, anak dapat mengembangkan kemampuan fisik, kognitif, dan sosialemosional yang optimal.

Sesuai misi, kami menciptakan Anak Generasi Maju,” beber Talitha Andini, WAS Project Manager Sarihusada. Program WAS telah menjangkau 350 SD di empat kota di Indonesia, yaitu Bogor, Bandung, Yogyakarta, dan Ambon.

Lebih jauh, anak usia 5-12 tahun membutuhkan energi dan zat gizi yang cukup atau seimbang untuk konsentrasi belajar. Asupan gizi yang tidak tercukupi akan menimbulkan risiko, antara lain anemia yang dapat menurunkan daya tahan dan konsentrasi pada anak.

Selain itu, anak menjadi rentan terhadap berbagai penyakit, baik menular maupun tidak menular. Gangguan kesehatan tersebut dapat memengaruhi produktivitas anak di sekolah yang kelak dapat menentukan kualitas hidupnya, bahkan pendapatan anak kala dewasa.

Maraknya penggunaan kandungan bahan tambahan pangan dalam jajanan anak membuat orang tua harus lebih memperhatikan kebiasaan jajan anak. Terlebih, jajanan yang tidak sehat berisiko membayakan kesehatan.

Tidak sedikit jajanan anak yang beredar luas di masyarakat mengandung bahan tambahan pangan (BTP) yang berbahaya. Seperti pewarna sintesis dan pengawet berlebih yang melewati batas yang diperbolehkan BPOM.

Banyak pula di antaranya yang mengandung bahan tambahan bukan untuk pangan, seperti boraks, formalin, hingga pewarna tekstil, yang bila dikonsumsi akan memiliki efek samping yang berbeda pada setiap orang.

Bekerja sama dengan Fema dan CARE International Indonesia, WAS fokus pada pemenuhan gizi sesuai Pedoman Gizi Seimbang dan pemberdayaan perempuan melalui usaha mikro. (Sri Noviarni)
(nfl)
Berita Terkait
Stimulasi Motorik si...
Stimulasi Motorik si Kecil dengan Camilan Bernutrisi
Aturan Pemberian MPASI...
Aturan Pemberian MPASI Anak agar Tumbuh Kembangnya Optimal
Tak Sekadar Jaga Imunitas,...
Tak Sekadar Jaga Imunitas, Asupan Bergizi juga Buat Anak Unggul
Alternatif Makanan Instan...
Alternatif Makanan Instan yang Sehat untuk Anak
Kebiasaan Makan Serat...
Kebiasaan Makan Serat Dukung Kesehatan Pencernaan Anak
Empat Nutrisi Ini Sangat...
Empat Nutrisi Ini Sangat Dibutuhkan Anak untuk Tumbuh Optimal
Berita Terkini
Cara Mengatasi Morning...
Cara Mengatasi Morning Sickness agar Ibu Hamil Tetap Terpenuhi Nutrisinya
38 menit yang lalu
Aletha Abew Ajak Anak...
Aletha Abew Ajak Anak Rajin Mandi Lewat Lagu Ceria yang Sarat Pesan Positif
11 jam yang lalu
Kenyamanan Menginap...
Kenyamanan Menginap di Berbagai Pilihan Hotel yang Favorit
11 jam yang lalu
Sinopsis The Value of...
Sinopsis The Value of Patience: Perjuangan Alex Mengejar Cinta dan Masa Depan
11 jam yang lalu
Datangi Bareskrim, Dude...
Datangi Bareskrim, Dude Harlino Kembalikan Uang Rp5,2 Miliar Honor PT DSI
13 jam yang lalu
Trisno Pas Band Abaikan...
Trisno Pas Band Abaikan Kaki Bengkak sebelum Divonis Gagal Ginjal Kronis
13 jam yang lalu
Infografis
Aturan Seragam Sekolah...
Aturan Seragam Sekolah 2026: Panduan Lengkap SD, SMP, hingga SMA/SMK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved