Desa Wisata, Merangsang Orang Kota Pelesir ke Desa

Senin, 04 Desember 2017 - 08:30 WIB
Desa Wisata, Merangsang...
Desa Wisata, Merangsang Orang Kota Pelesir ke Desa
A A A
BALI yang eksotis memang sudah mendunia. Tak hanya hamparan pantai nan indah dengan sensasi matahari senja, budaya tradisional yang unik, hingga keramahan penduduknya menjadi pesona yang kerap disandingkan dengan Pulau Dewata. Lebih dari itu, sesungguhnya banyak keelokan di pulau ini. Salah satunya ada di Desa Blimbingsari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana.

Desa ini populer dengan wisata rohani. Bentuk bangunan dan tradisi budaya melekat pada masyarakat setempat. Di kawasan seluas 450 hektare tersebut, berdiri dua gereja megah dengan gaya arsitektur yang sangat unik. Gereja Imanuel di Banjar Blimbingsari dan Gereja Pniel di Banjar Ambyarsari. Berbeda dengan bangunan gereja pada umumnya yang bergaya arsitektur Eropa nan megah, bentuk kedua gereja ini justru menyerupai pura. Tak ayal, pada era 1970-an penduduk setempat mulai menyebutnya sebagai "Pura Gereja".

Sekretaris Komite Desa Blimbingsari Wayan Murtiyasa mengungkapkan, selain dikenal sebagai gereja tertua, kedua bangunan tersebut juga menjadi bangunan terunik di Bali. Tak hanya bentuknya saja, keunikannya juga terletak pada ornamen ukir-ukiran bercirikan khas Bali di setiap sudut gedung.

Jika pada umumnya gereja menggunakan lonceng dalam memanggil para umat untuk melaksanakan ibadah, berbeda dengan di Blimbingsari. Gereja menggunakan kulkul yang terbuat dari kayu atau umumnya dikenal kentongan. "Mayoritas (penduduk) memang Kristen Protestan. Tapi, karena ini ada di Bali, jadi bangunannya masih berciri khas tradisional Bali," ujar Wayan kepada SINDO Weekly, Kamis (30/11/2017) pekan lalu.

Keunikannya tak berhenti di situ. Wayan menceritakan, pada saat mengadakan kebaktian di gereja, jemaat datang dengan mengenakan pakaian adat Bali, seperti kamben, udeng, kebaya, dan perlengkapan lainnya. Termasuk juga pendeta yang akan membawakan firman atau memimpin acara kebaktian, wajib mengenakan pakaian tradisional dan menggunakan bahasa Bali saat berkhotbah. Nah, dipakainya gamelan Bali sebagai alat untuk mengiringi Liturgi atau puji-pujian makin melengkapi keunikan tersebut. "Ini memang sudah jadi tradisi Minggu pertama setiap bulan dan hari raya," ujarnya.

Bagaimana Blimbingsari memulai statusnya sebagai desa wisata? Dan bagaimana cerita desa wisata lainnya di Indonesia. Simak laporan selengkapnya di Majalah SINDO Weekly Edisi 40/VI/2017 yang terbit Senin (4/12/2017).
(amm)
Berita Terkait
Pariwisata Mulai Bangkit,...
Pariwisata Mulai Bangkit, Saatnya Desa Wisata Jadi Andalan
Wisata Argosari Lumajang,...
Wisata Argosari Lumajang, Desa di Atas Awan dengan Banyak Pesona
Pokdarwis Kembangkan...
Pokdarwis Kembangkan Kawasan Wisata Hutan Pinus di Maros
Kembangkan Destinasi...
Kembangkan Destinasi Wisata, PMI Promosikan Desa Wisata di Fakfak
Sandiaga Uno Apresiasi...
Sandiaga Uno Apresiasi Kreativitas Warga Desa Perlang Babel Manfaatkan Lokasi Bekas Tambang Jadi Destinasi Wisata
Mengintip Keindahan...
Mengintip Keindahan Desa Tilir yang Dijuluki Kampung Mbako, Mirip Namche Bazaar Nepal
Berita Terkini
Ingin Gigi Terlihat...
Ingin Gigi Terlihat Rapi? Alasan Anda Perlu Pasang Behel di Damessa
4 jam yang lalu
Yura Yunita Beri Kejutan...
Yura Yunita Beri Kejutan di Java Jazz 2026, Bawakan Lagu yang Jarang Dinyanyikan
5 jam yang lalu
Harga Bahan Baku Naik,...
Harga Bahan Baku Naik, CW Coffee Justru Luncurkan 4 Menu Baru Seri Tunjangan Produktif
6 jam yang lalu
Manfaat Sunflower Oil...
Manfaat Sunflower Oil Organik untuk Perawatan Kulit Sehari-hari
6 jam yang lalu
Zara Adhisty Akhirnya...
Zara Adhisty Akhirnya Umumkan Pernikahan dengan Tsaqib
7 jam yang lalu
Hari Terakhir Java Jazz...
Hari Terakhir Java Jazz 2026 Pecah! Slank dan Daniel Caesar Bikin Penonton Membludak
7 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved