Antusias Datangi FTT 2019, Pelancong Datang Lebih Awal

Sabtu, 20 April 2019 - 15:46 WIB
Antusias Datangi FTT...
Antusias Datangi FTT 2019, Pelancong Datang Lebih Awal
A A A
SULTENG - Gaung Festival Teluk Tomini (FTT) 2019 sudah terdengar sejak jauh hari. Bukan hanya di kalangan masyarakat setempat, tetapi sampai ke wisatawan dari berbagai penjuru Nusantara. Sejumlah pelancong bahkan datang lebih awal, beberapa hari sebelum FTT dibuka.

FTT 2019 digelar di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, tanggal 19-23 April. Untuk sampai ke lokasi, pelancong harus menempuh jarak sekitar 60 km menggunakan kendaraan jenis travel yang bisa dipesan di hari sebelumnya.

Seorang wisatawan asal Lampung, Jay, mengaku sejak lama penasaran dengan FTT. Terlebih, event ini pernah mendunia dan menjadi kegiatan berskala internasional bertajuk Sail Tomini, tahun 2015 silam.

"Perjalanan dari Palu ke Parigi Moutong menjadi daya tarik sendiri bagi pecinta wisata alam seperti saya. Akses jalan relatif mudah, namun berkelok-kelok melewati jalanan khas perbukitan," ujarnya, Jumat (19/4/2019).

Untuk amenitas, ada banyak guest house yang tersedia dengan tarif relatif terjangkau. Sementara untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, pengunjung bisa berburu kuliner berupa olahan laut seperti ikan bakar yang merupakan kuliner khas daerah ini. Hampir semua rumah makan menyediakan menu ikan bakar, karena Parigi Moutong dikenal sebagai penghasil ikan laut yang melimpah.

Kepala Dinas Pariwisata Parigi Moutong Zulfinachri Achmad mengatakan, FTT sudah digelar sejak tahun 2012. Tingginya minat masyarakat dan wisatawan pada kegiatan tersebut, akhirnya mendorong pemerintah setempat untuk menjadikannya event tahunan.

"Tahun ini, pembukaan FTT digelar di halaman Kantor Bupati Parigi Moutong. Kegiatan yang menjadi agenda pada pelaksanaan FTT 2019, antara lain Pemilihan Putra Putri Bahari Teluk Tomini, Lomba Fotografi Objek Wisata, Parade Tomini Fashion Carnival, Festival Musik Tradisional, serta Festival Kuliner dan Pameran Kerajinan Rakyat. Di lokasi juga berdiri stand-stand pameran dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah," jelas Zulfinachri.

Menurut Kadis Pariwisata, kegiatan ini memiliki keterkaitan erat dengan kegiatan pariwisata lainnya. Keseluruhan dari kegiatan ini mempunyai arah dan tujuan yang jelas yaitu menciptakan daya tarik dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kemenpar Esthy Reko Astuti menyatakan, FTT adalah kegiatan rutin tahunan yang masuk Calendar of Event (CoE) Kementerian Pariwisata. Sesuai nama kegiatan, FTT ini digelar untuk mengeksplor Teluk Tomini agar lebih dikenal masyarakat luas. Dengan festival ini, diharapkan kunjungan wisatawan semakin meningkat, baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

"Teluk Tomini adalah aset berharga bagi sektor pariwisata Indonesia. Di sini, wisatawan bisa melakukan aktivitas snorkeling untuk menikmati keindahan bawah laut. Bagi yang suka memancing, Teluk Tomini juga memiliki spot-spot yang bagus untuk berburu strike," ungkapnya.

Festival Teluk Tomini masuk dalam kategori wisata bahari dan budaya. Jenis wisata bahari sangat digandrungi karena banyak aktivitas yang bisa dilakukan. Tak hanya bersantai menikmati keindahan pantai, wisatawan juga bisa melakukan kegiatan lain sesuai dengan potensi objek wisata yang bersangkutan. Bisa diving, snorkeling, memancing, bahkan di pantai-pantai tertentu bisa digunakan untuk surfing.

"Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki banyak objek wisata pantai yang indah dan potensial. Pantai dan laut menjadi salah satu kekayaan yang bisa digarap untuk menopang sektor pariwisata Indonesia, seiring dengan meningkatnya target kunjungan wisman sebesar 20 juta sepanjang tahun 2019," terangnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, potensi pariwisata bahari Indonesia perlu dikembangkan lebih maksimal. Sebagai negara kepulauan, wisata bahari dinilai mampu memberi pemasukan yang cukup signifikan bagi Indonesia.

“Kekayaan bahari Indonesia amat beragam. Selain pantai, 70 persen jenis koral yang hidup di dunia terdapat di Indonesia. Sayangnya, kelebihan itu belum dikelola dengan baik, sehingga tidak memberi dampak positif bagi perekonomian negara dan kesejahteraan masyarakat. Perlu terobosan yang lebih efektif untuk mendorong kemajuan wisata bahari kita,” tegasnya.
(alf)
Berita Terkait
Lestarikan Kuliner Nusantara...
Lestarikan Kuliner Nusantara Melalui Festival Glodok Pancoran
WTF 2022 Suguhkan Ruang...
WTF 2022 Suguhkan Ruang untuk Anak Muda Mengeksplorasi Kreativitas
Meriahkan Ramadan, Ayomakan...
Meriahkan Ramadan, Ayomakan Gelar Festival Kuliner Fast, Feast, Festive
FFWI XI Rampungkan Seleksi...
FFWI XI Rampungkan Seleksi 35 Film untuk Jadi Unggulan
Talkshow dan Bioskop...
Talkshow dan Bioskop Rakyat Ramaikan Gelaran VVF 2020
Localfest 2022 Hadirkan...
Localfest 2022 Hadirkan Brand Lokal Berpadu Panggung Musik Musisi Tanah Air
Berita Terkini
Mau Nyaman Liburan ke...
Mau Nyaman Liburan ke Bali? Perhatikan Ini Sebelum Memilih Tour Wisata
2 jam yang lalu
Dari Sopir Bus Mendadak...
Dari Sopir Bus Mendadak Jadi Pemimpin Negara? Ini Serunya Microdrama Love In A Fallen Nation di V+Short
2 jam yang lalu
Wujudkan Liburan Impian...
Wujudkan Liburan Impian Tanpa Beban dengan Cashback Rp350.000
3 jam yang lalu
Sneaker Louis Vuitton...
Sneaker Louis Vuitton Combi Rancangan Pharrell Williams Dikritik, Disebut Mirip Vans Authentic
4 jam yang lalu
Quick Marriage with...
Quick Marriage with Twins: A Dazzling Mom's Tale di V+Short, Kisah Ibu Tangguh yang Menemukan Cinta Lamanya
4 jam yang lalu
Jangan Cuma Istri, Suami...
Jangan Cuma Istri, Suami Juga Harus Periksa Kesuburan saat Program Hamil
5 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved