Yoo In Suk Akui Ada Mediasi Prostitusi, Seungri Menyangkal

Kamis, 25 April 2019 - 10:07 WIB
Yoo In Suk Akui Ada...
Yoo In Suk Akui Ada Mediasi Prostitusi, Seungri Menyangkal
A A A
SEOUL - Yoo In Suk, mantan CEO Yuri Holdings dan mitra bisnis Seungri mengaku kepada polisi bahwa Pekerja Seks Komersil (PSK) dipanggil untuk investor Jepang pada Desember 2015 dan ada pembayaran untuk layanan seksual. Hal itu terungkap dalam laporan eksklusif Chosun pada 24 April lalu.

Seungri dan Yoo In Suk dipanggil untuk diinterogasi oleh polisi pada 23 April mengenai kecurigaan dari mereka yang menjadi perantara prostitusi. Secara khusus, mereka ditanyai tentang investor Jepang dan pihaknya yang beranggotakan tujuh hingga sembilan yang mengunjungi Korea pada Desember 2015.

Sebelum 23 April, Seungri dan Yoo In Suk menyatakan tidak menyediakan layanan prostitusi. Namun, saat polisi menunjukkan Yoo In Suk mencatat transaksi antara dia dan seorang wanita yang mengelola pelacur, dia berkata "Maafkan aku" dan mengakui tuduhan itu.

Seungri berpendapat bahwa dia tidak terlibat dalam mediasi prostitusi. Ketika polisi menyatakan bahwa Seungri membayar (30 juta Won; sekitar USD25.900) untuk hotel tempat investor itu ditampung pelacur dengan kartu perusahaan YG Entertainment, Seungri mengakui hal itu, tetapi bukan untuk menyediakan PSK. "Itu bukan untuk menyediakan layanan prostitusi," kata Seungri.

Dia mengaku menerima keramahan yang baik dari investor saat berada di luar negeri dan dia ingin membalas budi dengan membayar untuk masa tinggalnya di Korea. "Saya tidak tahu ada pelacuran,” ujarnya. (Baca juga: Terbukti Narkoba, Park Yoochun Siap Pensiun dari Dunia Hiburan ).

Sumber dari YG menanggapi laporan Seungri menggunakan kartu perusahaan untuk membayar hotel investor Jepang. "Pengeluaran pribadi [yang tertera di kartu] yang tidak terkait dengan pekerjaan Seungri dibayar oleh Seungri,” beber orang dalam YG seperti dilansir Soompi.

Sementara saat ini, polisi masih menyelidiki apakah ada pelacuran di pesta ulang tahun Seungri di Palawan pada Desember 2017. Sebelumnya, sumber dari pihak Seungri menyatakan pembayaran kepada pengawalan perempuan semata-mata untuk biaya perjalanan, dan pengawalan tersebut menguatkan dengan mengatakan bahwa setiap kegiatan seksual bersifat sukarela dan mereka hanya dibayar untuk biaya perjalanan.
(tdy)
Berita Terkait
Kasus Hukum, Seungri...
Kasus Hukum, Seungri Akui 1 dari 8 Dakwaan di Sidang Pertama
G-Dragon Sibuk Buat...
G-Dragon Sibuk Buat Lagu, BIGBANG Comeback?
Sibuk di Studio, G-Dragon...
Sibuk di Studio, G-Dragon Siapkan Album Baru
Rilis Film Dokumenter...
Rilis Film Dokumenter Kedua, Big Bang Tampilkan Kisah Hidup Taeyang
Nostalgia Konser Solo...
Nostalgia Konser Solo Taeyang di Indonesia lewat LMAC MUSIC FORALL FEST 2023
Penerapan Protokol Kesehatan...
Penerapan Protokol Kesehatan di Big Bang Jakarta
Berita Terkini
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
10 jam yang lalu
Tak Hanya Ganggu Mental,...
Tak Hanya Ganggu Mental, Sering Marah-marah Bisa Melemahkan Daya Tahan Tubuh
11 jam yang lalu
Babak Baru Kasus Erin...
Babak Baru Kasus Erin Wartia, Pelapor Serahkan Dokumen LPSK ke Penyidik
12 jam yang lalu
Pesona China yang Berbeda:...
Pesona China yang Berbeda: Eksplor Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie
12 jam yang lalu
Cut Meyriska Syok Hanania...
Cut Meyriska Syok Hanania Travel Bermasalah, Padahal Sudah Kantongi Akreditasi dan Rekor MURI
13 jam yang lalu
Desainer Indonesia Ditantang...
Desainer Indonesia Ditantang Jadi Agen Perubahan, Tak Lagi Sekadar Estetika
13 jam yang lalu
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved