Mengapa Penting Menghitung Tendangan Bayi Selama Kehamilan?

Sabtu, 12 Oktober 2019 - 11:11 WIB
Mengapa Penting Menghitung...
Mengapa Penting Menghitung Tendangan Bayi Selama Kehamilan?
A A A
JAKARTA - Anda tentu merasa senang saat bayi dalam kandungan bergerak dan menendang. Ini adalah pertanda bahwa bayi tumbuh dengan aman di dalam diri Anda dan segera lahir dan Anda gendong.

Bayi tidak hanya mulai menendang rahim. Pertama, mereka menekuk leher yang biasanya dimulai sekitar minggu ke-7 kehamilan, kemudian mulai memindahkan bagian lain. Sekitar 16 hingga 18 bulan dalam kehamilan, mereka mulai menendang.

Menendang adalah bukti bahwa si kecil tumbuh dan berkembang. Untuk alasan yang sama, sangat penting untuk menjaga jumlah tendangan bayi Anda selama kehamilan.

Hitungan tendangan pada dasarnya menghitung berapa kali bayi bergerak selama periode waktu tertentu. Penurunan gerakan bisa menjadi pertanda masalah.

Penurunan pergerakan janin juga menunjukkan penurunan cairan ketuban atau kantung ketuban pecah. Jadi, sebagian besar wanita hamil dianjurkan untuk memantau atau memetakan tendangan bayi mereka mulai pada minggu ke-28 kehamilan. Hal ini untuk menghindari komplikasi.

Lalu, bagaimana cara menghitung tendangan bayi? Seperti dilansir Times of India, ambil waktu ketika bayi Anda paling aktif. Mungkin di sore hari atau setelah makan ringan. Setelah Anda yakin bahwa bayi sudah bangun, duduklah dengan nyaman dengan kaki tegak atau berbaring miring dan mulailah menghitung gerakan.

Hitung setiap gerakan yang dilakukan bayi di dalam rahim Anda. Catat jumlah waktu yang digunakan untuk menghitung 10 gerakan. Secara umum, melakukan penghitungan tendangan membutuhkan waktu 10 hingga 15 menit, tetapi kadang-kadang bahkan memakan waktu dua jam. Wanita yang kelebihan berat badan mungkin memiliki waktu lebih sulit untuk merasakan tendangan bayi.

Catatan, jika tendangan bayi memakan waktu lebih dari 2 jam untuk menghitung 10 tendangan, Anda harus mendiskusikannya dengan dokter sehingga dokter dapat melakukan tes non-stres untuk memeriksa detak jantung bayi. Situasi ini bukan keadaan darurat yang mengancam jiwa, tetapi baik untuk berhati-hati. Juga jika Anda melihat penurunan tajam dalam gerakan bayi Anda, maka kunjungi dokter Anda.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Indonesia Manufacturing...
Indonesia Manufacturing Symposium 2026, Membangun Sistem Enterprise
10 jam yang lalu
Album Baru Slank Republik...
Album Baru Slank Republik Fufu Fafa Resmi Meluncur, Sarat Kritik Sosial
11 jam yang lalu
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh dengan Keseruan: Menjelajahi Pesona Malaysia, Singapura & Thailand
11 jam yang lalu
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 62: Dipa Terus Memprovokasi Novan, Sementara Davina Merasakan Firasat Buruk
12 jam yang lalu
Shopee Campus Cup Diperpanjang!...
Shopee Campus Cup Diperpanjang! Waktunya All Out & Kumpulkan Poin untuk Bawa Kampus Kamu Jadi Juara!
12 jam yang lalu
Kini Merawat Kulit Jadi...
Kini Merawat Kulit Jadi Lebih Personal, Teknologi EXO3 Siap Manjakan Kulitmu dari Rumah
13 jam yang lalu
Infografis
Ini Penjelasan Mengapa...
Ini Penjelasan Mengapa Hajar Aswad di Kakbah Berwarna Hitam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved