Merck Luncurkan Edukasi Diabetes

Selasa, 24 Februari 2015 - 09:59 WIB
Merck Luncurkan Edukasi...
Merck Luncurkan Edukasi Diabetes
A A A
BERMITRA dengan Universitas Indonesia (UI), Merck sebagai perusahaan terkemuka yang terkenal akan inovasi dan kualitas produk berteknologi tinggi di sektor farmasi, kimia, dan life science (ilmu hayati), meluncurkan Program Peningkatan Kapasitas (Capacity Advancement Program /CAP) dalam edukasi penanganan diabetes dan disfungsi tiroid.

CAP ini ditujukan bagi mahasiswa kedokteran dan farmasi serta penyedia layanan kesehatan primer yang bertujuan menjadikan mereka sebagai duta kesehatan di Indonesia. Program lima tahun ini disusun oleh Excellence in Medical Education (EXCEMED) bersama Badan Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan (BP2KB) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan akan diakreditasi oleh Dewan Akreditasi Pendidikan Kedokteran Lanjutan Eropa (European Accrediation Council of ContinousMedical Education/EACCME) serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Rangkaian pendidikan dalam program CAP melibatkan dosen senior Universitas Newscastle yang juga merupakan konsultan endokrin di Rumah Sakit Queen Elizabeth di Gateshead, Inggris, serta para ahli diabetes dan tiroid di Indonesia. Vice Chairman and Deputy CEO Merck, Stefan Oschman, mengatakan pihaknya sangat gembira dengan program kemitraan ini.

”Menjadi bagian dari komitmen kami untuk ikut meningkatkan kualitas layanan kesehatan serta membantu menyediakan akses berkelanjutan terhadap solusi kesehatan dan obat-obatan yang berkualitas. Merck bekerja sama dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lain berupaya mewujudkan pembangunan kapasitas di bidang kesehatan yang berfokus pada penanganan penyakit tidak menular di sejumlah negara di kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin,” tuturnya.

Dekan Fakultas Farmasi UI Dr Mahdi Jufri MSi Apt mengemukakan, dalam beberapa tahun terakhir, pihaknya melihat adanya peningkatan pesat pada temuan kasus diabetes melitus tipe 2 di semua kelompok umur di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik.

”Dengan demikian, terdapat kebutuhan mendesak untuk mengembangkan program edukasi terakreditasi bagi mahasiswa ilmu kesehatan. Penanganan diabetes harus melibatkan pendekatan holistik bersama penyedia layanan kesehatan primer lain di samping dokter, seperti apoteker, perawat, dan pelaku kesehatan masyarakat,” sebutnya.

Rendra
(ars)
Berita Terkait
Penunjang Kinerja Profesional...
Penunjang Kinerja Profesional dengan Mobilitas Tinggi
Fasilitasi Anak Hadapi...
Fasilitasi Anak Hadapi Dunia Digital Tanpa Tekanan
Perjuangan Nicky Sonjaya...
Perjuangan Nicky Sonjaya Berdayakan Masyarakat Tuai Hasil Manis
Ingin Bermanfaat buat...
Ingin Bermanfaat buat Orang Lain, Septia Yetri Opani Lakukan Ini
Layanan Teknologi Bantu...
Layanan Teknologi Bantu RS di Vietnam Tangani Pasien Covid-19
5 Tips dan Trik Bekerja...
5 Tips dan Trik Bekerja atau Belajar Produktif di Rumah
Berita Terkini
Insting Buruknya Jadi...
Insting Buruknya Jadi Nyata! Pengemudi Ojol Ngaku Jadi Target Ilmu Hitam hingga Alami Kecelakaan
27 menit yang lalu
Sinopsis Sinetron Tobat...
Sinopsis Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 4: Tingkah Lucu Warga Kampung Sindang Barang Tetap Mewarnai Suasana
33 menit yang lalu
Sarwendah Undang Ruben...
Sarwendah Undang Ruben Onsu Bertemu 11 Juli, Konflik Keluarga Diharapkan Berakhir Damai
1 jam yang lalu
Stephanie MCI Ungkap...
Stephanie MCI Ungkap Pengalaman Seram saat Menginap di Vila Bali
1 jam yang lalu
Perluas Lini Produk,...
Perluas Lini Produk, SOME BY MI Luncurkan Cica Anti Hair Loss Hair Serum
1 jam yang lalu
Menkes Soroti Konsumsi...
Menkes Soroti Konsumsi Mayones Berlebihan, Satu Sendok Mengandung 100 Kalori
1 jam yang lalu
Infografis
Pakistan Balas Serangan...
Pakistan Balas Serangan India, Luncurkan Operasi Bunyan Marsoos
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved