Hancurkan Bangunan Bersejarah

Jum'at, 01 Mei 2015 - 08:19 WIB
Hancurkan Bangunan Bersejarah
Hancurkan Bangunan Bersejarah
A A A
GEMPA berkekuatan 7,9 skala Richter (SR) yang meluluhlantakkan Nepal pada Sabtu (25/4) pukul 11.41 waktu setempat, tak hanya menghilangkan ribuan nyawa. Puluhan peninggalan sejarah yang berusia berabad-abad pun harus lenyap bercampur debu dan puing-puing lainnya.

Beberapa candi atau kelenteng terkenal di Nepal dan sekitar Katmandu hancur tertutup berbagai material, seperti papan, kayu, dan puing-puing lainnya. Dilansir CNN , bangunan bersejarah yang hancur tak bersisa adalah Candi Agung Shiva dan kembarannya, Kuil Narayan, yang mendominasi di wilayah utama Katmandu, Durbar Square.

Sebagai informasi, sejak tahun 1960 hingga saat ini, banyak wisatawan, terutama kalangan backpacker dari Barat yang kerap melancong di rute legendaris di Katmandu tak pernah melewatkan menaiki Candi Shiva yang cukup berat. Setelah sampai di puncak, para pelancong bisa duduk di tempat yang teduh sambil melihat pemandangan di bawahnya. Sekarang dua candi itu telah lenyap ditelan gempa bumi.

Saat ini pemandangan bangunan bersejarah telah tergantikan dengan sejumlah alat berat seperti buldoser yang sedang membersihkan puingpuing bangunan yang roboh. Masih di wilayah Durbar Square, Candi Sihva Parvati yang terbuat dari batu bata dan kayu, tempat bersemayamnya dewa Hindu Shiva dan permaisuri Parvati, dilaporkan selamat dari amukan gempa. Lalu, bagaimana dengan bangunan bersejarah di Lembah Katmandu?

Di sini beberapa candi, stupa, dan kuil lainnya yang dibangun dari bata merah ratusan tahun silam, untungnya hanya mengalami sedikit kerusakan dan tetap berdiri di samping beberapa bagian yang roboh atau hancur. Kubah putih bangunan bersejarah Boudhanath Stupa yang masih terletak di wilayah Lembah Katmandu, juga terlihat tetap tegak berdiri. Namun, stupa di dekatnya yang berukuran lebih kecil mengalami beberapa kerusakan. Kabar baik juga datang dari bangunan bersejarah lainnya di Kota Patan yang terletak di pinggiran Katmandu.

Bangunan-bangunan bersejarah di sini dilaporkan selamat dari gempa. Seperti Candi Sundari Chowk dan tiga bangunan suci, yakni batu abu-abu Krishna Mandir yang dipengaruhi Moul, bangunan yang berdiri sejak abad ke-17 Bishwa Nath Mandir dengan batu gajah yang besar di pintu masuk, dan candi berukuran kecil yang berada di dekatnya, Bimsen Mandi, yang dijuluki “dewa para pedagang”.

Padahal, Kota Patan ini diketahui mengalami kerusakan yang cukup mengerikan ketika beberapa bangunan bersejarah di pusat Durbar Square runtuh akibat gempa.

Susi susanti
(ftr)
Berita Terkait
Bikin Sulit Bernapas,...
Bikin Sulit Bernapas, Hindari Pemicu Asma dengan Mosehat
Kejutkan Pelanggan,...
Kejutkan Pelanggan, Brand Fashion Lokal Ini Bagikan Pandora Box
Mengandung Ekstrak Daun...
Mengandung Ekstrak Daun Kelor, Mosehat Diyakini Mampu Luruhkan Batu Ginjal
Jaga Kebersihan Lantai...
Jaga Kebersihan Lantai agar Selalu Nyaman Berada di Rumah
Dukung Pemulihan Pariwisata,...
Dukung Pemulihan Pariwisata, Eazy Property Lavaya Bali Gelar Soft Launching
Penunjang Kinerja Profesional...
Penunjang Kinerja Profesional dengan Mobilitas Tinggi
Berita Terkini
INDOFEST 2026 Digelar,...
INDOFEST 2026 Digelar, Taffware Tawarkan Diskon Perlengkapan Outdoor Besar-besaran
2 jam yang lalu
Pendakian Gunung Meningkat,...
Pendakian Gunung Meningkat, Menhut Siapkan Pengaturan untuk Cegah Kecelakaan dan Sampah
9 jam yang lalu
Clara Shinta Tegaskan...
Clara Shinta Tegaskan Tak Punya Catatan Kriminal, SKCK Jadi Bukti di Tengah Polemik
10 jam yang lalu
Latihan Kaki Tak Hanya...
Latihan Kaki Tak Hanya Bakar Kalori, Ternyata Penting untuk Keseimbangan Hormon
10 jam yang lalu
Rencanakan Liburan dengan...
Rencanakan Liburan dengan Lebih Fleksibel Melalui Paylater
11 jam yang lalu
Sinopsis Terikat Janji...
Sinopsis 'Terikat Janji' 4 Juni 2026: Identitas Aslinya Runtuh, Sena Rela Pikul Kesalahan Sendiri demi Lindungi Davina
13 jam yang lalu
Infografis
4 Kesepakatan Bersejarah...
4 Kesepakatan Bersejarah Amerika Serikat-Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved