Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 19 Bagian 3

Kho Ping Hoo, Bukek...
Bukek Siansu, karya : Asmaraman S Kho Ping Hoo
A A A
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu

Sin Liong tidak ragu-ragu lagi, cepat dia memijit tengkuk dan mengurut kedua urat besar di pundak. Swat Hong mengeluh lirih dan membuka matanya. "Sumoi, kau ternyata terluka hebat juga di sebelah dalam tubuhmu oleh hawa beracun itu. Lekas kaubuka baju atas, aku harus mengerahkan sinkang, menempelkan tangan di punggungmu, langsung tidak tertutup pakaian."

Suara Sin Liong sungguh-sungguh dan Swat Hong juga mengerti akan keadaannya yang berbahaya. Dia merasa pening dan dadanya sesak sekali, maka tanpa membuang waktu lagi dia lalu membuka bajunya, duduk membelakangi Sin Liong dan membiarkan punggungnya terbuka sama sekaii.

"Aughhh... ahhh, panas sekali... ah, Suheng, badanku seperti dibakar rasanya...." Swat Hong merintih sambil memegangi bajunya dan mencegah baju itu merosot.

"Tenanglah, Sumoi. Biar kumulai, kau menerima sajalah hawa sinkang dariku."

Sambil duduk bersila di belakang Swat Hong, Sin Liong lalu menyalurkan tenaga sinkang yang dingin, menempelkan telapak tangan pada punggung yang berkulit putih mulus, nalus dan pada saat itu panas sekali.

Setelah telapak tangannya menempel, baru Sin Liong tahu betapa hawa beracun itu mendatangkan hawa panas yang makin lama makin hebat. Ahh, dia terlalu sembrono, mengira luka sumoinya tadi ringan saja sehingga tidak segera mengobati sumoinya.

Swat Hong merasa tersiksa, mulutnya terbuka dan dia merintih-rintih. Hawa panas luar biasa yang menyerang dari dalam membuatnya berpeluh, akan tetapi kini terasa olehnya betapa dan telapak tangan di punggungnya itu masuk perlahan-lahan hawa dingin, sedikit demi sedikit. Dia ingin membantu Sin Liong akan tetapi diurungkannya niat itu.

Biarlah, dia ingin melihat sampai di mana pemuda itu akan membelanya. Dia tahu bahwa mengerahkan Swat-im-sin-kang untuk mengusir hawa beracun yang panas itu membutuhkan pengerahan tenaga yang kuat, apalagi harus dilakukan sedikit demi sedikit dengan hati-hati sehingga akan menghabiskan tenaga.

Pula, begitu merasa telapak tangan pemuda itu di punggungnya yang telanjang, semacam perasaan aneh memasuki hatinya dan dia ingin agar telapak tangan suhengnya itu tidak lekas dilepaskan dari punggungnya! Karena itulah dia tidak mau membantu, membiarkan suhengnya mengerahkan tenaga sendiri untuk mengusir hawa beracun itu.

Sin Liong tidak menaruh curiga, hanya mengira bahwa sumoinya terlalu lelah sehingga tidak kuat membantunya. Hal ini malah membuat dia makin bersemangat mengerahkan tenaganya. Mukanya mulai meneteskan keringat dan dia memejamkan matanya, memusatkan seluruh hati dan pikirannya ke dalam usaha pengobatan itu.

Dia tidak tahu betapa sumoinya tersiksa, bukan hanya tersiksa oleh bentrokan antara tenaga Swat-im-sin-kang yang mengusir hawa beracun panas melainkan juga tersika oleh perasaannya sendiri yang tidak karuan. Tidak melihat betapa Swat Hong mengepal tangan kirinya, mulutnya terbuka terengah-engah, dan di mukanya tidak hanya peluh yang menetes, melainkan juga air mata!

Juga kedua orang muda ini tidak tahu betapa di tempat itu muncul bayangan seorang kakek yang berdiri tegak memandang mereka sambil mengelus jenggotnya. Kakek ini berpakaian rapi dan sederhana bentuknya namun yang terbuat dari kain yang mahal, jenggotnya yang panjang terpelihara rapi, sudah banyak putihnya, dan rambutnya yang putih juga tersisir rapi dan digelung ke atas, diikat dengan pembungkus rambut sutera biru dan ditusuk dengan tusuk konde emas.

Wajah kakek ini biarpun sudah tua namun masih kelihatan tampan dan bersih, ketampanan yang membayangkan kekejaman, apa lagi dari sinar mata dan tarikan mulutnya yang seperti orang mengejek. Kalau tidak melihat mulut dan sinar matanya, kakek ini tentu akan menimbulkan rasa normal karena dia lebih pantas menjadi seorang pendeta atau pertapa yang agung.

Kakek itu mengelus jenggotnya dan pandang matanya tertuju kepada tubuh belakang Swat Hong yang telanjang. Sinar matanya seperti membelai-belai punggung yang melengkung indah itu, yang berakhir di bawah membesar sampai ke pinggul yang hanya tertutup sebagian oleh baju yang merosot, dari samping punggung tampak membayang tonjolan buah dada yang gagal tertutup sama sekali oleh baju yang dipegang oleh tangan Swat Hong. (Bersambung)
(dwi)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 12 Bagian 6
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 24 Bagian 4
Kho Ping Hoo, Kho Ping...
Kho Ping Hoo, Kho Ping Hoo Jilid 23 Bagian 10
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 17 bagian 4
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 19 Bagian 5
Kho Ping Hoo, Suling...
Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 10 Bagian 5
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 16 bagian 11
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 14 Bagian 9
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 20 Bagian 10
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 18 Bagian 7
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 11 Bagian 1
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 17 Bagian 11
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 18 Bagian 1
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 22 Bagian 11
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 13 Bagian 5
Rekomendasi
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Berita Terkini
Dibully Sampai Hidupnya...
Dibully Sampai Hidupnya Hancur, Ini Balas Dendam Anna di Microdrama V+Short She Was Never Gone
Nakei Tampilkan Pendewasaan...
Nakei Tampilkan Pendewasaan Musik Lewat Single Kedua 'Setengah Hadir'
Samuel Cipta Hadirkan...
Samuel Cipta Hadirkan Makna Cinta Lewat Single Terbaru Jagat Rasa
Bukan Skill Game-nya,...
Bukan Skill Game-nya, Ini yang Membuat Konten Refa Ardhi Disukai Banyak Orang
Program Loyalitas Jadi...
Program Loyalitas Jadi Strategi Pusat Belanja Menjaga Kedekatan dengan Pengunjung
Kesuksesan Refa Ardhi...
Kesuksesan Refa Ardhi di Dunia Digital Ternyata Dibangun dari Hal Sederhana Ini
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved