Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 20 Bagian 9

Kho Ping Hoo, Bukek...
Bukek Siansu, karya : Asmaraman S Kho Ping Hoo
A A A
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu

Perang, perang, perang! Selama dunia berkembang, agaknya tiada hentinya terjadi perang di antara manusia. Selama sejarah berkembang, terbukti bahwa di setiap jaman manusia melakukan perang, baik dari jaman batu sampai jaman modern!

Agaknya betapapun majunya manusia dari segi lahiriah, sebaliknya dalam segi batiniah manusia bahkan makin mundur! Betapa tidak? Di jaman dahulu, yang dikatakan perang adalah mereka yang langsung menceburkan diri dalam perang campuh, dan mereka ini pula yang menjadi korban, yang membunuh atau dibunuh.

Makin lama, perkembangan perang menjadi makin ganas dan makin kejam, makin tidak adil dan makin menjauhi apa yang kita sebut perikemanusiaan. Sekarang, di jaman modern, yang langsung memegang senjata banyak selamat karena dia menguasai teknik perang, pandai menjaga diri, pandai bersembunyi. Sebaliknya, rakyat yang tidak tahu apa-apa mati konyol!

Perang, di sudut mana pun terjadinya di dunia ini, dengan kata apa pun diselimutinya, dengan kata-kata indah macam perjuangan, perang suci, perang membela negara, membela agama, membela kehormatan dan lain-lain, tetap saja perang yang berarti bunuh-membunuh di antara manusia, membunuh hanya untuk melampiaskan dendam dan kebencian sehingga amatlah buasnya, jauh melampaui kebuasan binatang apapun juga yang hidup di dunia ini.

Kita semua bertanggung jawab untuk ini! Perang yang terjadi antara bangsa, antara golongan, antara kelompok, meletus karena kita! Perang antara bangsa atau negara hanya menjadi akibat dari kepentingan Si Aku, bangsaku, agamaku, kebenaranku, kehormatanku, kemerdekaanku dan sebagainya yang bersumber kepada aku.

Perang antara bangsa hanya bentuk besar dari perang antara tetangga dan perang antara tetangga adalah bentuk besar dari perang antara keluarga atau perarangan dan semua ini bersumber kepada perang di dalam batin kita sendiri. Batin kita setiap hari penuh dengan nafsu keinginan, iri hati, dendam, benci dan semua bentuk kekerasan dan kekejaman, kalau semua itu menguasai batin kita semua, menguasai dunia, herankah kita kalau selalu terdapat permusuhan dan perang di dunia ini?

Semenjak sejarah tercatat, setiap pihak yang melakukan perang tidak menganggapnya sebagai suatu hal yang buruk. Sebaliknya malah, bermacam dalih diajukan menjadi semacam kedok di depan wajah perang yang dilakukannya, kedok berupa untuk membela diri, perang untuk keadilan, dan perang untuk perdamaian! Betapa menggelikan. Perang untuk keadilan! Perang untuk perdamaian! Dengan cara membunuh-bunuhi sesama manusia. Kita selalu terjebak ke dalam perangkap penuh tipu muslihat ini yang berupa kata-kata indah.

Pendapat bahwa tujuan menghalalkan cara merupakan menipuan diri sendiri dan berlawanan dengan kenyataan. Mungkinkah untuk mencapai tujuan baik menggunakan cara yang jahat? Yang penting adalah caranya, bukan tujuannya. Tujuan adalah masa depan yang belum ada, hanya merupakan akibat, sebaliknya cara adalah masa kini, saat ini, nyata!

Dengan dalih "menumbangkan kekuasaan lalim" itulah An Lu Shan memimpin ratusan ribu bala tentaranya menyerbu ke selatan. Pada saat seperti itu, An Lu Shan dan semua pengikutnya menganggap bahwa mereka itu "berjuang" dan mereka sama sekali tidak mau melihat bahwa kelak andai kata mereka berhasil dan memegang kekuasaan, ada pula pihak-pihak yang akan mengecapnya "kekuasaan lalim" yang lain dan yang baru pula!

Di lain pihak Kaisar Han Ti Tiong atau Beng Ong yang sudah tua itu bersama para punggawanya yang setia tentu saja melakukan perlawanan yang gigih dengan dalih "menghancurkan dan membasmi pemberontak", Mereka ini lupa bahwa peristiwa pemberontakan itu sesungguhnya timbul karena ulah mereka sendiri.

Kekuatan bala tentara yag dipimpin An Lu Shan memang hebat. Dalam beberapa bulan saja, sekali menyerbu, dia telah menguasai seluruh daerah di sebelah utara Sungai Huangho.. Pasukan-pasukannya akhirnya berhasil merobohkan perhatahanan Lok-yang dan menduduki ibu kota ke dua itu. Kemudian An Lu Shan kembali mengumpulkan kekuatan pasukannya dan melanjutkan penyerbuannya menuju ke kota raja Tiang-an! Kematian Kiam-mo Cai-li membuat jenderal ini menyesal, tentu saja penyesalan ini didasari bahwa dia kehilangan seorang pembantu yang boleh diandalkan! (Bersambung)
(dwi)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 23 Bagian 2
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 21 Bagian 11
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 20 Bagian 6
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 14 Bagian 4
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 17 Bagian 7
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 20 Bagian 5
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 16 Bagian 7
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 18 Bagian 10
Kho Ping Hoo, Suling...
Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 24
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 23 Bagian 11
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 3 Bagian 1
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 16 Bagian 10
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 21 Bagian 9
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 14 Bagian 1
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 13 Bagian 9
Rekomendasi
Kapolri: ASN Sipil Duduki...
Kapolri: ASN Sipil Duduki Jabatan di Polri Akan Diatur lewat PP atau Perpres
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Dibully Sampai Hidupnya...
Dibully Sampai Hidupnya Hancur, Ini Balas Dendam Anna di Microdrama V+Short She Was Never Gone
Nakei Tampilkan Pendewasaan...
Nakei Tampilkan Pendewasaan Musik Lewat Single Kedua 'Setengah Hadir'
Samuel Cipta Hadirkan...
Samuel Cipta Hadirkan Makna Cinta Lewat Single Terbaru Jagat Rasa
Bukan Skill Game-nya,...
Bukan Skill Game-nya, Ini yang Membuat Konten Refa Ardhi Disukai Banyak Orang
Program Loyalitas Jadi...
Program Loyalitas Jadi Strategi Pusat Belanja Menjaga Kedekatan dengan Pengunjung
Kesuksesan Refa Ardhi...
Kesuksesan Refa Ardhi di Dunia Digital Ternyata Dibangun dari Hal Sederhana Ini
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved