25 Entrepreneur Muda Terbaik Siap Unjuk Potensi di Grand Final SuperAdventure Superpreneur 2023
Sabtu, 14 Oktober 2023 - 16:00 WIB
Selain itu, ada juga juri dari brand owner seperti CEO Hijack Sandals Zaky Gufron (Jawa Barat), CEO Kattoen Rizky Setyo (Jawa Timur), CEO Panda Seaweed Hendi Avanda (Jawa Tengah), dan Co-Founder Badass Monkey Isser James (DKI Jakarta).
Sammy Bramantyo mengatakan, penjurian di regional Jawa Barat serta luar pulau Jawa berlangsung seru dan penuh kejutan. Entrepreneur yang juga pembetot bass band Seringai itu menilai, produk para finalis SuperAdventure Superpreneur 2023 variatif dengan konsep bisnis yang unik. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri baginya dalam proses kurasi dan penjurian.
“Ada brand-brand yang gue pikir ‘wah gila, ini sih udah enggak perlu ikutan Superpreneur pun udah jadi’. Tapi, mereka masih menganggap kalau ikut di Superpreneur bisa menjadi sesuatu buat mereka dan merupakan achievement baru. Selain dari konsep, banyak juga bisnis yang bisa menjawab permasalahan yang terjadi di masyarakat belakangan ini. Misalnya campaign sustainability, juga ada tentang recycle, ada yang pemberdayaan pekerja-pekerja lokal, dan lain-lain,” papar Sammy.
Berbagai ide bisnis kreatif dan inovatif ditunjukkan oleh para peserta. Salah satunya berasal dari kategori creative business, yakni brand Conture Concrete Lab yang digagas Febryan Tricahyo. Salah satu finalis dari Regional Jawa Barat ini memiliki studio desain produk dan material lab yang dapat mengolah sampah residu menjadi material komponen berbahan dasar beton. Usaha yang ditekuni sejak 2010 itu telah digunakan para arsitek kenamaan di berbagai tempat seperti di Gelora Bung Karno Jakarta (outdoor bench), Taman Asean Jakarta, hingga Desa Potato Head, Bali.
“Berbagai project tersebut menggunakan rejected plastic waste. Berlandaskan sebuah studio desain produk berbasis material beton, Conture Concrete Lab yang terdiri dari para desainer dan periset material mencoba melakukan pengolahan sampah residu yang dikembangkan menjadi material baru, bernilai fungsi dan ekonomi yang lebih, dirancang dan diproduksi dengan kualitas yang baik,” beber Febryan.
Sammy Bramantyo mengatakan, penjurian di regional Jawa Barat serta luar pulau Jawa berlangsung seru dan penuh kejutan. Entrepreneur yang juga pembetot bass band Seringai itu menilai, produk para finalis SuperAdventure Superpreneur 2023 variatif dengan konsep bisnis yang unik. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri baginya dalam proses kurasi dan penjurian.
“Ada brand-brand yang gue pikir ‘wah gila, ini sih udah enggak perlu ikutan Superpreneur pun udah jadi’. Tapi, mereka masih menganggap kalau ikut di Superpreneur bisa menjadi sesuatu buat mereka dan merupakan achievement baru. Selain dari konsep, banyak juga bisnis yang bisa menjawab permasalahan yang terjadi di masyarakat belakangan ini. Misalnya campaign sustainability, juga ada tentang recycle, ada yang pemberdayaan pekerja-pekerja lokal, dan lain-lain,” papar Sammy.
Berbagai ide bisnis kreatif dan inovatif ditunjukkan oleh para peserta. Salah satunya berasal dari kategori creative business, yakni brand Conture Concrete Lab yang digagas Febryan Tricahyo. Salah satu finalis dari Regional Jawa Barat ini memiliki studio desain produk dan material lab yang dapat mengolah sampah residu menjadi material komponen berbahan dasar beton. Usaha yang ditekuni sejak 2010 itu telah digunakan para arsitek kenamaan di berbagai tempat seperti di Gelora Bung Karno Jakarta (outdoor bench), Taman Asean Jakarta, hingga Desa Potato Head, Bali.
“Berbagai project tersebut menggunakan rejected plastic waste. Berlandaskan sebuah studio desain produk berbasis material beton, Conture Concrete Lab yang terdiri dari para desainer dan periset material mencoba melakukan pengolahan sampah residu yang dikembangkan menjadi material baru, bernilai fungsi dan ekonomi yang lebih, dirancang dan diproduksi dengan kualitas yang baik,” beber Febryan.
Lihat Juga :