Tokopedia, CCFI, dan ASPPUK Dorong Kontribusi Ribuan UMKM pada Ekonomi Digital
Jum'at, 11 September 2020 - 03:36 WIB
Saat ini sudah ada sekitar 9 juta penjual di Tokopedia , yang hampir 100% UMKM , bahkan 94%-nya berskala ultra mikro.
“UMKM punya peran signifikan dalam pemulihan ekonomi yang saat ini terdampak pandemi. Maka perkembangan mereka harus kita dukung bersama-sama. Di sisi lain, Tokopedia juga berharap bisa mendorong lebih banyak masyarakat yang bangga terhadap produk buatan Indonesia,” jelas Nuraini.
Sejauh ini ada 2.140 UMKM di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta mendapatkan materi edukasi berbisnis online yang didistribusikan secara daring. Sebanyak 750 UMKM perempuan dan 75 UMKM difabel dengan ide bisnis terbaik berkesempatan mendapat pendampingan lebih intensif, didampingi tim ASPPUK secara offline, dalam kelompok kecil dan sesuai protokol kesehatan yang berlaku.
“Pemberdayaan masyarakat melalui UMKM sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia yang berkelanjutan. Kolaborasi yang diinisiasi CCFI dengan Tokopedia dan ASPPUK diharapkan bisa memberikan akses pendampingan bisnis agar para pegiat usaha mikro, khususnya perempuan dan difabel, dapat lebih tangguh dan kreatif dalam menjalankan usaha mereka melalui e-commerce,” beber Direktur Public Affairs, Communications and Sustainability PT Coca-Cola Indonesia Triyono Prijosoesilo. (Baca Juga: Permudah Akses, Danone Dukung Pemenuhan Nutrisi Anak-Anak )
"Kami percaya setiap individu, baik perempuan maupun difabel, punya kesempatan yang sama dalam memulai dan mengembangkan usaha. ASPPUK sangat mengapresiasi kolaborasi dengan Tokopedia dan CCFI. Program pemberdayaan ini dapat membuka jalan para pegiat UMKM untuk bertahan di tengah situasi pandemi," timpal Deputy Director ASPPUK Mohammad Firdaus.
“UMKM punya peran signifikan dalam pemulihan ekonomi yang saat ini terdampak pandemi. Maka perkembangan mereka harus kita dukung bersama-sama. Di sisi lain, Tokopedia juga berharap bisa mendorong lebih banyak masyarakat yang bangga terhadap produk buatan Indonesia,” jelas Nuraini.
Sejauh ini ada 2.140 UMKM di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta mendapatkan materi edukasi berbisnis online yang didistribusikan secara daring. Sebanyak 750 UMKM perempuan dan 75 UMKM difabel dengan ide bisnis terbaik berkesempatan mendapat pendampingan lebih intensif, didampingi tim ASPPUK secara offline, dalam kelompok kecil dan sesuai protokol kesehatan yang berlaku.
“Pemberdayaan masyarakat melalui UMKM sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia yang berkelanjutan. Kolaborasi yang diinisiasi CCFI dengan Tokopedia dan ASPPUK diharapkan bisa memberikan akses pendampingan bisnis agar para pegiat usaha mikro, khususnya perempuan dan difabel, dapat lebih tangguh dan kreatif dalam menjalankan usaha mereka melalui e-commerce,” beber Direktur Public Affairs, Communications and Sustainability PT Coca-Cola Indonesia Triyono Prijosoesilo. (Baca Juga: Permudah Akses, Danone Dukung Pemenuhan Nutrisi Anak-Anak )
"Kami percaya setiap individu, baik perempuan maupun difabel, punya kesempatan yang sama dalam memulai dan mengembangkan usaha. ASPPUK sangat mengapresiasi kolaborasi dengan Tokopedia dan CCFI. Program pemberdayaan ini dapat membuka jalan para pegiat UMKM untuk bertahan di tengah situasi pandemi," timpal Deputy Director ASPPUK Mohammad Firdaus.
(tsa)
Lihat Juga :