Studi: Mayoritas Karyawan Sudah Beradaptasi dengan WFH
Senin, 04 Mei 2020 - 19:00 WIB
"Meskipun situasi saat ini berbeda, kami melihat ada keinginan para pekerja untuk beradaptasi dan mengadopsi pengaturan kerja yang fleksibel. Ini menegaskan bahwa langkah tepat dalam investasi teknologi perusahaan, karena sekarang kebanyakan
orang merasa produktif di rumah dan percaya bahwa tenaga kerja akan bergerak lebih ke arah ini setelah krisis berlalu," beber Wong.
Studi Lenovo yang melihat sikap karyawan terhadap metode work from home (WFH) di Tiongkok, Jepang, Jerman, Italia, dan Amerika menemukan bahwa sebagian besar karyawan (87%) merasa siap untuk beralih ke WFH bila diperlukan. Sebagian besar sudah didorong (46%) atau diminta (26%) untuk WFH sebagai bagian dari langkah-langkah mitigasi COVID-19.
Selain itu, 77% karyawan berharap perusahaan akan mendorong atau setidaknya lebih terbuka untuk memperbolehkan mereka bekerja secara remote di masa mendatang. Terlebih pada 2025 diprediksi 75% pekerja akan terdiri atas generasi milenial yang mempertimbangkan ketersediaan teknologi cerdas pada perusahaan dalam memilih pekerjaan.
"Kebutuhan mencari talenta" juga telah membuat organisasi memikirkan kembali ruang kerja, teknologi, dan budaya mereka untuk menarik serta mempertahankan talenta terbaik.
Sebuah studi global yang dilakukan Harvard Business School pada 2018 terhadap 6.500 pemimpin bisnis menemukan bahwa lebih dari 60% memperkirakan ekspektasi karyawan untuk bekerja fleksibel akan secara signifikan memengaruhi masa depan cara bekerja.
orang merasa produktif di rumah dan percaya bahwa tenaga kerja akan bergerak lebih ke arah ini setelah krisis berlalu," beber Wong.
Studi Lenovo yang melihat sikap karyawan terhadap metode work from home (WFH) di Tiongkok, Jepang, Jerman, Italia, dan Amerika menemukan bahwa sebagian besar karyawan (87%) merasa siap untuk beralih ke WFH bila diperlukan. Sebagian besar sudah didorong (46%) atau diminta (26%) untuk WFH sebagai bagian dari langkah-langkah mitigasi COVID-19.
Selain itu, 77% karyawan berharap perusahaan akan mendorong atau setidaknya lebih terbuka untuk memperbolehkan mereka bekerja secara remote di masa mendatang. Terlebih pada 2025 diprediksi 75% pekerja akan terdiri atas generasi milenial yang mempertimbangkan ketersediaan teknologi cerdas pada perusahaan dalam memilih pekerjaan.
"Kebutuhan mencari talenta" juga telah membuat organisasi memikirkan kembali ruang kerja, teknologi, dan budaya mereka untuk menarik serta mempertahankan talenta terbaik.
Sebuah studi global yang dilakukan Harvard Business School pada 2018 terhadap 6.500 pemimpin bisnis menemukan bahwa lebih dari 60% memperkirakan ekspektasi karyawan untuk bekerja fleksibel akan secara signifikan memengaruhi masa depan cara bekerja.
Lihat Juga :