Didi Kempot, Sad Boys dan Para Perantau
Rabu, 06 Mei 2020 - 10:35 WIB
Hampir 20 tahun berlalu. Didi Kempot dikenal para milenial sebagai Bapaknya Patah Hati.
Para sad boys menyebutnya Lord Of Broken Heart. Lagu-lagu patah hati yang saya kenal 20 tahun lalu kembali ngehits selama dua tahun terakhir. "Tahun 2019 adalah tahunnya beliau (Didi Kempot Red)," kata penyiar radio tenar Gofar Hilman saat diwawancarai Kompas TV.
Gofar Hilman juga sempat bikin acara Ngobrol Bareng Didi Kempot.
Pada tahun 2019 pula saya terkaget-kaget oleh antusiasme anak-anak milenial kepada lagu-lagu Didi Kempot. Hampir semua konser Didi Kempot dijejali gadis berdandan ala Nissan Sabyan, atau Fatin Shidqia.
Yang cowok-cowok pun juga tidak kalah antusiasnya. Saya menyebut mereka sebagai generasi kedua penggemar Didi Kempot. Generasi yang patah hatinya diwakili oleh lagu Banyu Langit, Cidro, Pamer Bojo, hingga Ambyar.
Hari ini langit telah memanggil Didi Kempot. Pelantun Banyu Langit itu sudah menunaikan tugas sebaik-baiknya sebagai seniman.
The Lord Of Broken Heart pamit dengan mengajak kita melawan COVID-19 dengan sebaik-baiknya melawan. Jaga jarak, pakai masker dan jangan mudik.
Dia menggelar konser amal dan menciptakan dua judul lagu untuk melawan COVID-19.
Dua lagu itu adalah Tombo Teko Loro Lungo dan Ojo Mudik.
Matur nuwun telah menjadi inspirasi bagi para perantau dan barisan patah hati.
Sugeng tindak mas Didi.
Selamat mudik ke kampung halaman abadi.
InsyaAllah husnul khotimah.
Para sad boys menyebutnya Lord Of Broken Heart. Lagu-lagu patah hati yang saya kenal 20 tahun lalu kembali ngehits selama dua tahun terakhir. "Tahun 2019 adalah tahunnya beliau (Didi Kempot Red)," kata penyiar radio tenar Gofar Hilman saat diwawancarai Kompas TV.
Gofar Hilman juga sempat bikin acara Ngobrol Bareng Didi Kempot.
Pada tahun 2019 pula saya terkaget-kaget oleh antusiasme anak-anak milenial kepada lagu-lagu Didi Kempot. Hampir semua konser Didi Kempot dijejali gadis berdandan ala Nissan Sabyan, atau Fatin Shidqia.
Yang cowok-cowok pun juga tidak kalah antusiasnya. Saya menyebut mereka sebagai generasi kedua penggemar Didi Kempot. Generasi yang patah hatinya diwakili oleh lagu Banyu Langit, Cidro, Pamer Bojo, hingga Ambyar.
Hari ini langit telah memanggil Didi Kempot. Pelantun Banyu Langit itu sudah menunaikan tugas sebaik-baiknya sebagai seniman.
The Lord Of Broken Heart pamit dengan mengajak kita melawan COVID-19 dengan sebaik-baiknya melawan. Jaga jarak, pakai masker dan jangan mudik.
Dia menggelar konser amal dan menciptakan dua judul lagu untuk melawan COVID-19.
Dua lagu itu adalah Tombo Teko Loro Lungo dan Ojo Mudik.
Matur nuwun telah menjadi inspirasi bagi para perantau dan barisan patah hati.
Sugeng tindak mas Didi.
Selamat mudik ke kampung halaman abadi.
InsyaAllah husnul khotimah.
(nth)
Lihat Juga :