Penyintas Covid-19 Kesulitan Tidur
Selasa, 27 Oktober 2020 - 02:41 WIB
Salah seorang pasien bahkan mengalami depresi dan berakhir dengan bunuh diri karena ketakutan meninggal sewaktu terlelap. Sebagian penyintas bercerita mereka terbangun dengan napas pendek dan kadar oksigen dalam darah yang rendah. Hal ini mengindikasikan gejala pernapasan kronik. Beberapa lainnya mengalami abnormalitas pada sistem syaraf pusat.
“Saya rasa yang mereka alami adalah gangguan pada cara otak mengontrol pernapasan selama tidur. Pada pasien tersebut, virus sudah mempengaruhi cara mengontrol napas secara normal,”beber Kryger dikutip dari Today.
Sayang, para peneliti tidak memiliki literatur yang cukup untuk memahami apa yang terjadi pada pasien. Dokter juga mengungkap, selain merusak paru, virus corona juga mempengaruhi jantung, ginjal, otak, sistem syaraf, dan sistem peredaran darah.
Terkait gangguan tidur, hal ini bisa membuat orang frustasi seperti yang dialami Franco, penyintas Covid-19. Ia terinfeksi di bulan Maret, kemudian melihat kadar oksigen dalam darahnya selama beberapa bulan ke depan karena ketakutan mengalami kejadian buruk seperti waktu masih terinfeksi.
“Ketika mencoba untuk tidur, saya merasa berhenti bernapas dan langsung terbangun dengan napas terengah-engah,” ujar Franco.
“Saya rasa yang mereka alami adalah gangguan pada cara otak mengontrol pernapasan selama tidur. Pada pasien tersebut, virus sudah mempengaruhi cara mengontrol napas secara normal,”beber Kryger dikutip dari Today.
Sayang, para peneliti tidak memiliki literatur yang cukup untuk memahami apa yang terjadi pada pasien. Dokter juga mengungkap, selain merusak paru, virus corona juga mempengaruhi jantung, ginjal, otak, sistem syaraf, dan sistem peredaran darah.
Terkait gangguan tidur, hal ini bisa membuat orang frustasi seperti yang dialami Franco, penyintas Covid-19. Ia terinfeksi di bulan Maret, kemudian melihat kadar oksigen dalam darahnya selama beberapa bulan ke depan karena ketakutan mengalami kejadian buruk seperti waktu masih terinfeksi.
“Ketika mencoba untuk tidur, saya merasa berhenti bernapas dan langsung terbangun dengan napas terengah-engah,” ujar Franco.
Lihat Juga :