Tren Konsumen Mengarah pada Penggunaan Produk Berkelanjutan
Kamis, 26 November 2020 - 22:14 WIB
"Ciri-cirinya sudah ada. Biasanya itu perusahaan yang transparan, yang berani menyampaikan komitmen keberlanjutannya kepada publik. Sebagai konsumen , kita harus tahu perusahaan mana yang sudah punya komitmen itu, perusahaan mana sudah punya langkah-langkah untuk memastikan supply chain-nya ramah lingkungan," kata Aditya.
Untuk memudahkan konsumen mencari produsen ataupun merek berkelanjutan, Aditya mendorong perusahaan agar berani memasang logo sertifikasi yang kredibel. Hal itu sekaligus untuk semakin memperkuat kepercayaan masyarakat atas produk bersangkutan.
"Beberapa merek sehari-hari yang kita kenal sudah menerapkan komitmen berkelanjutan, tapi masih banyak yang belum memasang logo ramah lingkungan," ujar Aditya.
(Baca Juga: #SustainabilityDay2020: Unilever Indonesia Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Wujudkan Masa Depan Berkelanjutan )
Adapun Regi menekankan pula perlunya pelabelan halal pada sebuah produk. Dengan kemajuan teknologi saat ini, hal tersebut bisa ditelusuri secara digital. Salah satunya menggunakan Blockchain, di mana teknologi ini mampu melakukan pencatatan dalam sebuah sistem yang tak bisa diubah, dapat dilakukan secara transparan serta ditelusuri.
"Ketika diterapkan, ini bisa menjadi sebuah progress. Real value-nya adalah kepercayaan dan keyakinan, trust konsumen terhadap produk, kehalalannya, juga brand image yang semakin melekat," pungkas Regi.
Untuk memudahkan konsumen mencari produsen ataupun merek berkelanjutan, Aditya mendorong perusahaan agar berani memasang logo sertifikasi yang kredibel. Hal itu sekaligus untuk semakin memperkuat kepercayaan masyarakat atas produk bersangkutan.
"Beberapa merek sehari-hari yang kita kenal sudah menerapkan komitmen berkelanjutan, tapi masih banyak yang belum memasang logo ramah lingkungan," ujar Aditya.
(Baca Juga: #SustainabilityDay2020: Unilever Indonesia Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Wujudkan Masa Depan Berkelanjutan )
Adapun Regi menekankan pula perlunya pelabelan halal pada sebuah produk. Dengan kemajuan teknologi saat ini, hal tersebut bisa ditelusuri secara digital. Salah satunya menggunakan Blockchain, di mana teknologi ini mampu melakukan pencatatan dalam sebuah sistem yang tak bisa diubah, dapat dilakukan secara transparan serta ditelusuri.
"Ketika diterapkan, ini bisa menjadi sebuah progress. Real value-nya adalah kepercayaan dan keyakinan, trust konsumen terhadap produk, kehalalannya, juga brand image yang semakin melekat," pungkas Regi.
(tsa)
Lihat Juga :