Daewoong Pharmaceutical Kembangkan Niclosamide sebagai Perawatan Twindemic
Selasa, 01 Desember 2020 - 23:49 WIB
Menurut hasil penelititan regenerasi obat COVID-19 yang dilakukan oleh Kementerian Sains dan TIK Korea Selatan untuk mendukung upaya tanggap darurat serta keselamatan masyarakat, Niclosamide menunjukkan kekuatan antivirus 40 kali lebih tinggi dibandingkan Remsivir yang sedang dikembangkan di dalam dan luar negeri sebagai pengobatan COVID-19 melalui eksperimen sel. Niclosamide juga memiliki kekuatan antivirus 26 kali lebih tinggi dibandingkan dengan Chloroquine.
Meskipun memiliki efek antivirus yang sangat baik, Niclosamide punya kekurangan karena konsentrasi obat dalam darah akan menurun ketika dikonsumsi secara oral.
(Baca Juga: Langkah Tepat Jadikan Anak Miliki Tinggi Ideal )
Sengho menjelaskan, DWRX2003 (nama bahan Niclosamide) merupakan sebuah produk yang dikembangkan bersamaan dengan Niclosamide sebagai mekanisme injeksi pelepasan berkelanjutan dengan memanfaatkan teknologi pemberian obat milik Daewoong Group. Mekanisme injeksi ini mampu meningkatkan penyerapan obat yang rendah saat obat diberikan secara oral.
“Diharapkan dapat menjaga tingkat konsentrasi obat sehingga mampu mengobati penyakit hanya dengan sekali pemberian. Dapat menghindari efek samping pada sistem pencernaan (seperti mual, muntah) apabila obat diberikan secara oral,” terang Sengho.
Meskipun memiliki efek antivirus yang sangat baik, Niclosamide punya kekurangan karena konsentrasi obat dalam darah akan menurun ketika dikonsumsi secara oral.
(Baca Juga: Langkah Tepat Jadikan Anak Miliki Tinggi Ideal )
Sengho menjelaskan, DWRX2003 (nama bahan Niclosamide) merupakan sebuah produk yang dikembangkan bersamaan dengan Niclosamide sebagai mekanisme injeksi pelepasan berkelanjutan dengan memanfaatkan teknologi pemberian obat milik Daewoong Group. Mekanisme injeksi ini mampu meningkatkan penyerapan obat yang rendah saat obat diberikan secara oral.
“Diharapkan dapat menjaga tingkat konsentrasi obat sehingga mampu mengobati penyakit hanya dengan sekali pemberian. Dapat menghindari efek samping pada sistem pencernaan (seperti mual, muntah) apabila obat diberikan secara oral,” terang Sengho.
(tsa)
Lihat Juga :