Review Film Wonder Woman 1984

Rabu, 16 Desember 2020 - 10:01 WIB
Wonder Woman 1984 memiliki alur yang lambat di awal film sehingga membuat sedikit membosankan. Namun, di setengah akhir, film ini menyajikan aksi yang seru. (lrmonline)
Gal Gadot kembali hadir ke layar lebar sebagai Putri Diana alias Wonder Woman di film terbarunya, Wonder Woman 1984 atau disingkat WW84. Dirilis di penghujung 2020, film ini diharap bisa menjadi salah satu penghibur bagi banyak orang di tengah pandemi Covid 19 dengan aksi-aksinya yang seru.

Ber-setting pada 1984—sesuai judulnya—film ini mengisahkan tentang Diana (Gal Gadot) yang bekerja sebagai arkeolog di Smithsonian, Washington DC. Museum itu kemudian diminta FBI untuk mengidentifikasi sebuah batu yang didapatkan dari sebuah toko perhiasan di mal yang juga berfungsi sebagai tempat penampungan barang-barang antik selundupan. Ahli gemologi, Barbara Minerva (Kristen Wiig), diminta untuk mencari tahu apa batu tersebut.



Barbara adalah sosok wanita cerdas dengan karakter canggung. Inilah yang membuatnya tidak percaya diri, terutama pada penampilannya. Pertemuannya dengan Diana di museum itu membuatnya terkesan. Berdua, mereka pun mempelajari apa batu tersebut dan pada akhirnya menemukan bahwa batu itu adalah batu jimat yang mampu mengabulkan permintaan. Dua wanita itu pun secara diam-diam membuat permintaan.

Di sisi lain, batu itu diincar Maxwell Lord (Pedro Pascal), seorang pengusaha minyak yang bisnisnya sedang di ambang kebangkrutan. Max adalah orang yang membeli batu itu entah dari mana asalnya. Namun, sebelum batu itu jatuh ke tangannya, tempat penampungan artefak ilegal sudah lebih dulu digeledah aparat berwenang dan batu itu pun berakhir di Smithsonian. Max pun melalukan berbagai cara untuk mendapatkan batu itu. Begitu batu itu dia dapatkan, kekacauan pun terjadi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!