V-NANSIAL Webinar Series: 3 Kiat Ini Wajib Dilakukan untuk Maksimalkan Cuan 2021
Minggu, 20 Desember 2020 - 13:12 WIB
Perencana keuangan Aidil Akbar Madjid (kanan) jadi pembicara dalam webinar V-NANSIAL Batch 2 yang diselenggarakan V Radio, Sabtu (19/12). Foto/MNC Media
JAKARTA - Banyak yang mengatakan 2020 akan dikenang sebagai "tahun sial". Krisis perekonomian terjadi di mana-mana. Bursa saham di hampir seluruh dunia rontok habis-habisan.
Bursa di Indonesia pun tak kebal, sempat anjlok sangat dalam hingga turun 40,46% di posisi 3918 pada 15 Maret 2020 dari posisi tertinggi 6581 pada 27 Januari 2019. Kondisi tersebut mengakibatkan investasi , khususnya saham, rontok.
(Baca Juga: Saatnya Perempuan Pelaku UMKM Beralih ke Digital Ikuti Jejak 10 Juta yang Sudah on Board )
Ramai publik awam kemudian panik dan memilih menunda investasi. Tapi betulkah kondisinya seburuk itu?
Bursa di Indonesia pun tak kebal, sempat anjlok sangat dalam hingga turun 40,46% di posisi 3918 pada 15 Maret 2020 dari posisi tertinggi 6581 pada 27 Januari 2019. Kondisi tersebut mengakibatkan investasi , khususnya saham, rontok.
(Baca Juga: Saatnya Perempuan Pelaku UMKM Beralih ke Digital Ikuti Jejak 10 Juta yang Sudah on Board )
Ramai publik awam kemudian panik dan memilih menunda investasi. Tapi betulkah kondisinya seburuk itu?
Lihat Juga :