Kenapa Vaksin Covid-19 Picu Bengkak pada Pengguna Filler?
Minggu, 10 Januari 2021 - 05:35 WIB
Asisten profesor Mary L. Stevenson, MD dari Ronald O. Perelman Department of Dermatology di NYU Langone Health, mengakui, reaksi yang timbul adalah jarang namun bukan berarti tidak pernah ada.
"Vaksin lain juga bisa menyebabkan wajah bengkak, termasuk vaksin flu" kata Samuel Lin, MD, profesor bedah di Harvard Medical School. "Itu adalah reaksi imun tubuh terhadap suatu zat dan menyebabkan bengkak."
Pada dasarnya, vaksin Covid-19 meningkatkan imun untuk membantu memproteksi dari virus. Baik vaksin Moderna maupun Pfizer/BioNTech memiliki cara kerja yang sama, yakni dengan mengajarkan tubuh untuk membuat protein virus corona sendiri. Dengan begitu, tubuh dapat menciptakan respons imun yang diperlukan guna memproteksi tubuh.
Yang menjadi masalah, respons imun itu mungkin membuat tubuh bereaksi terhadap adanya benda asing dalam tubuh, dan menganggap itu sebagai ancaman, termmasuk material filler kosmetik . "Kalau Anda menstimulasi sistem imun dan ada material asing di tubuh, Anda bisa mendapatkan reaksi itu juga," kata dr. Stevenson.
Dia pun menganjurkan untuk menunda selama beberapa minggu filler bagi yang ingin mendapatkan vaksin flu misalnya, atau jika memiliki penyakit autoimun yang sedang kambuh. Sangat jarangnya ditemukan reaksi wajah bengkak pada orang dengan filler setelah menerima vaksin Covid-19, artinya vaksin tersebut menggunakan teknologi yang canggih.
"Vaksin lain juga bisa menyebabkan wajah bengkak, termasuk vaksin flu" kata Samuel Lin, MD, profesor bedah di Harvard Medical School. "Itu adalah reaksi imun tubuh terhadap suatu zat dan menyebabkan bengkak."
Pada dasarnya, vaksin Covid-19 meningkatkan imun untuk membantu memproteksi dari virus. Baik vaksin Moderna maupun Pfizer/BioNTech memiliki cara kerja yang sama, yakni dengan mengajarkan tubuh untuk membuat protein virus corona sendiri. Dengan begitu, tubuh dapat menciptakan respons imun yang diperlukan guna memproteksi tubuh.
Yang menjadi masalah, respons imun itu mungkin membuat tubuh bereaksi terhadap adanya benda asing dalam tubuh, dan menganggap itu sebagai ancaman, termmasuk material filler kosmetik . "Kalau Anda menstimulasi sistem imun dan ada material asing di tubuh, Anda bisa mendapatkan reaksi itu juga," kata dr. Stevenson.
Dia pun menganjurkan untuk menunda selama beberapa minggu filler bagi yang ingin mendapatkan vaksin flu misalnya, atau jika memiliki penyakit autoimun yang sedang kambuh. Sangat jarangnya ditemukan reaksi wajah bengkak pada orang dengan filler setelah menerima vaksin Covid-19, artinya vaksin tersebut menggunakan teknologi yang canggih.
Lihat Juga :