Kandungan Vitamin C Pada Cabai Ternyata Tinggi, Ini Manfaatnya untuk Kesehatan!
Rabu, 10 Februari 2021 - 16:30 WIB
3. Artritis
Satu studi menemukan bahwa capsaicin mengurangi rasa tidak nyaman akibat artritis dan fibromyalgia hingga setengahnya hanya dalam beberapa minggu. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa capsaicin dapat bekerja paling baik bila digabungkan dengan pereda nyeri lain. Capsaicin digunakan sebagai bahan dalam banyak krim, lotion, dan tambalan.
4. Kanker
Studi laboratorium menunjukkan bahwa bahan kimia pedas dapat membunuh sel yang terkait dengan lebih dari 40 jenis kanker, seperti usus besar, hati, paru-paru, kanker pankreas, dan leukemia. Menurut para peneliti, capsaicin bahkan dapat mengubah cara kerja beberapa gen yang terkait dengan sel kanker dan mencegahnya tumbuh. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan di sini karena beberapa penelitian mengaitkan konsumsi cabai dengan peningkatan risiko kanker .
Baca Juga : Waspada! Emosional Bisa Pengaruhi Sakit Punggung
5. Umur Panjang
Mengonsumsi cabai telah dikaitkan dengan harapan hidup yang lebih lama. Menurut sebuah penelitian besar, orang dewasa yang mengonsumsi setidaknya satu cabai merah panas segar atau kering sebulan selama setidaknya 20 tahun mengurangi risiko kematian sekitar 13%. Sementara para peneliti tidak yakin mengapa, mereka percaya efek menguntungkan karena nutrisi dalam paprika dan kemampuannya untuk melawan peradangan dan kondisi lain seperti obesitas dan penyakit jantung.
Cabai adalah bumbu yang populer di seluruh dunia. Cabai kaya vitamin, mineral, dan antioksidan yang dapat membantu meningkatkan kekebalan, mempercepat metabolisme, dan melawan peradangan. Cabai adalah antimikroba alami, yang berarti dapat membunuh kuman dan mikroorganisme lain yang dapat merusak makanan. Menggunakan cabai sebagai bumbu dalam makanan, merupakan pilihan yang lebih sehat, sambil memperhatikan tingkat toleransi Anda sendiri.
Satu studi menemukan bahwa capsaicin mengurangi rasa tidak nyaman akibat artritis dan fibromyalgia hingga setengahnya hanya dalam beberapa minggu. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa capsaicin dapat bekerja paling baik bila digabungkan dengan pereda nyeri lain. Capsaicin digunakan sebagai bahan dalam banyak krim, lotion, dan tambalan.
4. Kanker
Studi laboratorium menunjukkan bahwa bahan kimia pedas dapat membunuh sel yang terkait dengan lebih dari 40 jenis kanker, seperti usus besar, hati, paru-paru, kanker pankreas, dan leukemia. Menurut para peneliti, capsaicin bahkan dapat mengubah cara kerja beberapa gen yang terkait dengan sel kanker dan mencegahnya tumbuh. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan di sini karena beberapa penelitian mengaitkan konsumsi cabai dengan peningkatan risiko kanker .
Baca Juga : Waspada! Emosional Bisa Pengaruhi Sakit Punggung
5. Umur Panjang
Mengonsumsi cabai telah dikaitkan dengan harapan hidup yang lebih lama. Menurut sebuah penelitian besar, orang dewasa yang mengonsumsi setidaknya satu cabai merah panas segar atau kering sebulan selama setidaknya 20 tahun mengurangi risiko kematian sekitar 13%. Sementara para peneliti tidak yakin mengapa, mereka percaya efek menguntungkan karena nutrisi dalam paprika dan kemampuannya untuk melawan peradangan dan kondisi lain seperti obesitas dan penyakit jantung.
Cabai adalah bumbu yang populer di seluruh dunia. Cabai kaya vitamin, mineral, dan antioksidan yang dapat membantu meningkatkan kekebalan, mempercepat metabolisme, dan melawan peradangan. Cabai adalah antimikroba alami, yang berarti dapat membunuh kuman dan mikroorganisme lain yang dapat merusak makanan. Menggunakan cabai sebagai bumbu dalam makanan, merupakan pilihan yang lebih sehat, sambil memperhatikan tingkat toleransi Anda sendiri.
(wur)
tulis komentar anda